Advertise

Begini Cara Astronot Memotret Bumi dari Antariksa

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Chris Hadfield, astronot Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), kembali berbagi pengalaman menarik. Setelah sebelumnya berbagi pengalaman memasak di antariksa, kini ia berbagi pengalaman memotret Bumi dari International Space Station (ISS).

Dalam video berdurasi 4 menit 5 detik yang diunggah di Youtube, Hadfield mengungkapkan bahwa perlu trik khusus untuk memotret dari ketinggian 400 km dari permukaan Bumi. Soal kamera, misalnya, Hadfield biasa menggunakan Nikon 400 mm f28.

Karena cahaya yang dipantulkan Bumi relatif terang dan angkasa relatif gelap, Hadfield mengungkapkan bahwa memotret dari ISS sama halnya dengan memotret lingkungan dengan salju putih. Hadfield memilih menggunakan "manual mode" untuk mencegah underexposed.

Hadfield mengatakan, ia menggunakan prinsip Sunny 16. Saat hari terang, ia biasa mengatur bukaan lensa pada f/16. Ia biasa menentukan ISO berdasarkan kecepatan rana. Ia biasa menggunakan ISO 200 sehingga kecepatan rana 1/200s.

Ia mengungkapkan, salah satu obyek yang memesona dari Bumi adalah Gurun Sahara. Gurun Sahara memiliki tekstur yang indah serta tidak ada vegetasi di atasnya. Ia menyuguhkan beberapa foto hasil jepretannya dalam video tersebut.

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Chris Hadfield, astronot Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), kembali berbagi pengalaman menarik. Setelah sebelumnya berbagi pengalaman memasak di antariksa, kini ia berbagi pengalaman memotret Bumi dari International Space Station (ISS).

Dalam video berdurasi 4 menit 5 detik yang diunggah di Youtube, Hadfield mengungkapkan bahwa perlu trik khusus untuk memotret dari ketinggian 400 km dari permukaan Bumi. Soal kamera, misalnya, Hadfield biasa menggunakan Nikon 400 mm f28.

Karena cahaya yang dipantulkan Bumi relatif terang dan angkasa relatif gelap, Hadfield mengungkapkan bahwa memotret dari ISS sama halnya dengan memotret lingkungan dengan salju putih. Hadfield memilih menggunakan "manual mode" untuk mencegah underexposed.

Hadfield mengatakan, ia menggunakan prinsip Sunny 16. Saat hari terang, ia biasa mengatur bukaan lensa pada f/16. Ia biasa menentukan ISO berdasarkan kecepatan rana. Ia biasa menggunakan ISO 200 sehingga kecepatan rana 1/200s.

Ia mengungkapkan, salah satu obyek yang memesona dari Bumi adalah Gurun Sahara. Gurun Sahara memiliki tekstur yang indah serta tidak ada vegetasi di atasnya. Ia menyuguhkan beberapa foto hasil jepretannya dalam video tersebut.

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger