Advertise

Dalai Lama Akan Berbicara di Universitas Sydney

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Universitas Sydney, Australia, akan menjadi tuan rumah kuliah yang diadakan pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama bulan Juni.

Dalam pernyataannya, Direktur Institut Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (IDHR), Jon Keane, mengatakan, universitas menyambut baik kedatangan Dalai Lama di kampus Universitas Sydney.

Sebelumnya, Universitas Sydney membatalkan kunjungan Dalai Lama dengan alasan logistik bahwa pada bulan Juni itu sedang musim liburan sehingga tidak banyak mahasiswa yang ada. Namun kalangan lain menyebut bahwa Universitas Sydney memiliki hubungan yang erat dengan pemerintah China.

"Universitas Sydney dan IDHR tetap menganut prinsip bahwa akademisi bebas, mengundang ke kampus siapa saja yang memberikan kontribusi sah bagi perdebatan publik." kata Prof Keane. "Diharapkan kuliah di pertengahan Juni ini akan menjadi bukti komitmen Universitas Sydney untuk membangun dialog konstruktif mengenai masalah Tibet dan kawasan yang lebih luas."

Menurut laporan smh.com.au, hari Rabu (24/4/2013), rencana kedatangan Dalai Lama sudah muncul pada bulan Januari, dan IDHR akan menjadi tuan rumah dengan kuliah berlangsung di Seymour Center.

Namun beberapa mahasiswa mengatakan, universitas menerapkan kondisi ketat bagi kunjungan tersebut, dengan pertemuan tidak boleh menampilkan logo universitas dan media tidak boleh hadir. Universitas kemudian resmi membatalkan acara 2 April lalu.

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, kontroversi ini kemudian muncul di media dalam pemberitaan ABC dalam program televisi 7.30. Di Universitas Sydney terdapat Pusat Konfusius yang mendapatkan dukungan kuat dari pemerintah China.

Dalai Lama sebenarnya tidak lagi membuat pernyataan politik, namun pemerintah China mengutuknya karena meningkatnya bunuh diri para pendeta Tibet baik di dalam China maupun di tempat lain. Sejak tahun 2009, sekitar 100 pendeta Tibet membakar diri memprotes pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan China.

Dalam kuliah di Universitas Sydney ini nantinya hanya boleh dihadiri oleh mahasiswa universitas tersebut.

Sumber: Kompas
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Universitas Sydney, Australia, akan menjadi tuan rumah kuliah yang diadakan pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama bulan Juni.

Dalam pernyataannya, Direktur Institut Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (IDHR), Jon Keane, mengatakan, universitas menyambut baik kedatangan Dalai Lama di kampus Universitas Sydney.

Sebelumnya, Universitas Sydney membatalkan kunjungan Dalai Lama dengan alasan logistik bahwa pada bulan Juni itu sedang musim liburan sehingga tidak banyak mahasiswa yang ada. Namun kalangan lain menyebut bahwa Universitas Sydney memiliki hubungan yang erat dengan pemerintah China.

"Universitas Sydney dan IDHR tetap menganut prinsip bahwa akademisi bebas, mengundang ke kampus siapa saja yang memberikan kontribusi sah bagi perdebatan publik." kata Prof Keane. "Diharapkan kuliah di pertengahan Juni ini akan menjadi bukti komitmen Universitas Sydney untuk membangun dialog konstruktif mengenai masalah Tibet dan kawasan yang lebih luas."

Menurut laporan smh.com.au, hari Rabu (24/4/2013), rencana kedatangan Dalai Lama sudah muncul pada bulan Januari, dan IDHR akan menjadi tuan rumah dengan kuliah berlangsung di Seymour Center.

Namun beberapa mahasiswa mengatakan, universitas menerapkan kondisi ketat bagi kunjungan tersebut, dengan pertemuan tidak boleh menampilkan logo universitas dan media tidak boleh hadir. Universitas kemudian resmi membatalkan acara 2 April lalu.

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, kontroversi ini kemudian muncul di media dalam pemberitaan ABC dalam program televisi 7.30. Di Universitas Sydney terdapat Pusat Konfusius yang mendapatkan dukungan kuat dari pemerintah China.

Dalai Lama sebenarnya tidak lagi membuat pernyataan politik, namun pemerintah China mengutuknya karena meningkatnya bunuh diri para pendeta Tibet baik di dalam China maupun di tempat lain. Sejak tahun 2009, sekitar 100 pendeta Tibet membakar diri memprotes pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan China.

Dalam kuliah di Universitas Sydney ini nantinya hanya boleh dihadiri oleh mahasiswa universitas tersebut.

Sumber: Kompas

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger