Advertise

Diberhentikan Jadi Menkeu, Apa Rencana Agus Marto?

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Presiden Susilo Bambang Yudhoyono resmi memberhentikan Agus Martowardojo sebagai Menteri Keuangan dan menunjuk Menteri Perekonomian Hatta Rajasa sebagai pelaksana tugas (Plt) Menteri Keuangan. Lantas apa rencana Agus sebelum resmi dilantik menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) pertengahan Mei nanti?
Gambar: Agus Darmawan Wintarto Martowardojo saat akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan Calon Gubernur Bank Indonesia periode 2013-2018 di Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (25/3/2013).
"Selama tiga tahun (menjabat sebagai Menteri Keuangan) ini, waktu saya tersita di sini. Tidak ada waktu untuk keluarga bahkan saudara. Karena jabatan Menteri Keuangan akan dirangkap oleh Menteri Perekonomian, maka saya bisa silaturahmi ke mereka (keluarga dan saudara)," kata Agus saat ditemui di acara serah terima jabatan Menteri Perekonomian merangkap menjadi Menteri Keuangan di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Senin (22/4/2013).

Keputusan Presiden untuk memberhentikan lebih awal Agus Martowardojo menjadi Menteri Keuangan ini memang cukup mengejutkan. Padahal, Agus baru bisa secara resmi menjadi Gubernur BI setelah masa jabatan Darmin Nasution habis pada 22 Mei 2013. Hingga saat ini, belum ada pernyataan dari Presiden soal waktu pelantikan Agus Martowardojo menjadi Gubernur BI. Padahal, waktunya tinggal tersisa sebulan lagi.

"Karena masih ada waktu sebulan, maka saya akan siap-siap sebelum di Bank Indonesia nanti," tambahnya.
Sebelum menjadi Gubernur BI, Agus Martowardojo adalah Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada Mei 2010. Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Agus adalah Direktur Utama Bank Mandiri (Mei 2005-2010), menggantikan ECW Neloe, yang terlibat dugaan kasus korupsi. Agus Dermawan Wintarto Martowardojo lahir di Amsterdam, Belanda, 24 Januari 1956 silam.

Di usianya yang sudah 57 tahun, karier Agus memang beragam, tetapi masih di sektor yang sama, yaitu pasar keuangan.

Agus menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan lulus pada 1984. Selepas itu, Agus juga telah menyelesaikan kursus perbankan, manajemen, dan kepemimpinan di banyak institusi dalam dan luar negeri, antara lain Banking and Management Courses State University of New York, Stanford University, dan Institute of Bangking & Finance, Singapura.

Karier perbankannya dimulai sebagai staf International Loan di Bank of America cabang Jakarta, lalu menjabat sebagai Wakil Presiden Corporate Banking, Banking Group Head Bank Niaga pada 1986. Kariernya tidak berhenti di situ karena ia semakin melejit, yaitu menjadi Presiden Direktur PT Bank Bumiputera (1995) dan Presiden Direktur PT Bank Ekspor Impor Indonesia (1998).

Karena gonjang-ganjing reformasi dan krisis global, ada empat bank yang dilebur menjadi satu, yaitu menjadi Bank Mandiri. Kredibilitas Agus dipertaruhkan untuk membenahi peleburan empat bank tersebut.

Dia bertugas menjadi Direktur Bank Mandiri dengan tanggung jawab manajemen risiko dan restrukturisasi kredit, retail banking dan operations, hingga memegang bagian sumber daya manusia (SDM) pada 1999-2002.

Setelah sempat menjabat sebagai Penasihat Ketua BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Indonesia) pada Oktober 2002, dia diangkat menjadi Presiden Direktur PT Bank Permata Tbk yang merupakan hasil merger PT Bank Bali Tbk, PT Bank Universal Tbk, PT Bank Prima Ekspres, Bank Media, dan Bank Patriot.

Kemampuannya merestrukturisasi bank membuatnya dipercaya kembali ke Bank Mandiri menjadi Direktur Utama pada Mei 2005. Namun, pada Mei 2010, Presiden meminta Agus menggantikan Sri Mulyani untuk menjadi Menteri Keuangan. Agus pun sempat terpilih sebagai Ketua Asosiasi Bankir Indonesia pada Desember 2005 dan telah menjabat sebagai Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sejak Juni 2006.

Ia juga pernah menjadi Advisor Asosiasi Perbankan Indonesia dan pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Bank Umum Nasional Swasta (Perbanas) dari tahun 2003 sampai Mei 2006.

Selain itu juga, Agus pernah menjadi Ketua Bankers Club Indonesia dari 2000 sampai 2003. Sebenarnya, tahun 2008 silam, Presiden SBY pernah mencalonkan Agus menjadi gubernur BI bersama Raden Pardede. Namun, DPR menolaknya.

Pada Jumat lalu (22/2/2013), Presiden kembali menyorongkan nama Agus sebagai calon tunggal Gubernur BI kepada DPR. Pada 26 Maret 2013, Agus terpilih secara aklamasi menjadi Gubernur BI periode 2013-2018.
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Presiden Susilo Bambang Yudhoyono resmi memberhentikan Agus Martowardojo sebagai Menteri Keuangan dan menunjuk Menteri Perekonomian Hatta Rajasa sebagai pelaksana tugas (Plt) Menteri Keuangan. Lantas apa rencana Agus sebelum resmi dilantik menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) pertengahan Mei nanti?
Gambar: Agus Darmawan Wintarto Martowardojo saat akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan Calon Gubernur Bank Indonesia periode 2013-2018 di Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (25/3/2013).
"Selama tiga tahun (menjabat sebagai Menteri Keuangan) ini, waktu saya tersita di sini. Tidak ada waktu untuk keluarga bahkan saudara. Karena jabatan Menteri Keuangan akan dirangkap oleh Menteri Perekonomian, maka saya bisa silaturahmi ke mereka (keluarga dan saudara)," kata Agus saat ditemui di acara serah terima jabatan Menteri Perekonomian merangkap menjadi Menteri Keuangan di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Senin (22/4/2013).

Keputusan Presiden untuk memberhentikan lebih awal Agus Martowardojo menjadi Menteri Keuangan ini memang cukup mengejutkan. Padahal, Agus baru bisa secara resmi menjadi Gubernur BI setelah masa jabatan Darmin Nasution habis pada 22 Mei 2013. Hingga saat ini, belum ada pernyataan dari Presiden soal waktu pelantikan Agus Martowardojo menjadi Gubernur BI. Padahal, waktunya tinggal tersisa sebulan lagi.

"Karena masih ada waktu sebulan, maka saya akan siap-siap sebelum di Bank Indonesia nanti," tambahnya.
Sebelum menjadi Gubernur BI, Agus Martowardojo adalah Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada Mei 2010. Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Agus adalah Direktur Utama Bank Mandiri (Mei 2005-2010), menggantikan ECW Neloe, yang terlibat dugaan kasus korupsi. Agus Dermawan Wintarto Martowardojo lahir di Amsterdam, Belanda, 24 Januari 1956 silam.

Di usianya yang sudah 57 tahun, karier Agus memang beragam, tetapi masih di sektor yang sama, yaitu pasar keuangan.

Agus menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan lulus pada 1984. Selepas itu, Agus juga telah menyelesaikan kursus perbankan, manajemen, dan kepemimpinan di banyak institusi dalam dan luar negeri, antara lain Banking and Management Courses State University of New York, Stanford University, dan Institute of Bangking & Finance, Singapura.

Karier perbankannya dimulai sebagai staf International Loan di Bank of America cabang Jakarta, lalu menjabat sebagai Wakil Presiden Corporate Banking, Banking Group Head Bank Niaga pada 1986. Kariernya tidak berhenti di situ karena ia semakin melejit, yaitu menjadi Presiden Direktur PT Bank Bumiputera (1995) dan Presiden Direktur PT Bank Ekspor Impor Indonesia (1998).

Karena gonjang-ganjing reformasi dan krisis global, ada empat bank yang dilebur menjadi satu, yaitu menjadi Bank Mandiri. Kredibilitas Agus dipertaruhkan untuk membenahi peleburan empat bank tersebut.

Dia bertugas menjadi Direktur Bank Mandiri dengan tanggung jawab manajemen risiko dan restrukturisasi kredit, retail banking dan operations, hingga memegang bagian sumber daya manusia (SDM) pada 1999-2002.

Setelah sempat menjabat sebagai Penasihat Ketua BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Indonesia) pada Oktober 2002, dia diangkat menjadi Presiden Direktur PT Bank Permata Tbk yang merupakan hasil merger PT Bank Bali Tbk, PT Bank Universal Tbk, PT Bank Prima Ekspres, Bank Media, dan Bank Patriot.

Kemampuannya merestrukturisasi bank membuatnya dipercaya kembali ke Bank Mandiri menjadi Direktur Utama pada Mei 2005. Namun, pada Mei 2010, Presiden meminta Agus menggantikan Sri Mulyani untuk menjadi Menteri Keuangan. Agus pun sempat terpilih sebagai Ketua Asosiasi Bankir Indonesia pada Desember 2005 dan telah menjabat sebagai Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sejak Juni 2006.

Ia juga pernah menjadi Advisor Asosiasi Perbankan Indonesia dan pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Bank Umum Nasional Swasta (Perbanas) dari tahun 2003 sampai Mei 2006.

Selain itu juga, Agus pernah menjadi Ketua Bankers Club Indonesia dari 2000 sampai 2003. Sebenarnya, tahun 2008 silam, Presiden SBY pernah mencalonkan Agus menjadi gubernur BI bersama Raden Pardede. Namun, DPR menolaknya.

Pada Jumat lalu (22/2/2013), Presiden kembali menyorongkan nama Agus sebagai calon tunggal Gubernur BI kepada DPR. Pada 26 Maret 2013, Agus terpilih secara aklamasi menjadi Gubernur BI periode 2013-2018.

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger