Advertise

Gara-gara Celana Dalam, Bupati Kolaka Nonaktif Mangkir Sidang

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Bupati Kolaka nonaktif, Buhari Matta kembali mangkir di persidangan tindak pidana korupsi Kendari, dengan agenda sidang pembacaan dakwaan, Rabu (24/4/2013). Dalam sidang keempat yang dijadwalkan majelis hakim, Buhari Matta tak bisa hadir dengan alasan yang sama, yakni kesehatannya terganggu alias sakit.

Ahmad Dahlan Moga, kuasa hukum Buhari dalam persidangan menyatakan, kliennya mengalami pendarahan di bekas operasi prostatnya. Ia menjelaskan, kliennya berniat menghadiri sidang yang dijadwalkan hari Rabu ini. Namun saat hendak menggunakan celana dalam, malah kena jahitan bekas operasi.

"Klien kami baru saja menjalani operasi karena pembesaran prostat. Sebenarnya beliau sudah siap untuk menghadiri persidangan hari ini, namun beliau mendapatkan insiden pada Senin (22/4/2013) ketika melakukan terapi," tutur Dahlan di hadapan majelis hakim Tipikor Kendari.

"Sepintas kondisi beliau sehat, tetapi tidak seperti itu. Pada saat terapi beliau menggunakan celana dalam dan karetnya mengenai bekas operasi sehingga terjadi pendarahan," lanjutnya.

Dijelaskan Dahlan, Buhari Matta sudah punya niat untuk menghadiri sidang, tapi karena insiden tersebut pihak rumah sakit tidak memberikan izin kepada Buhari untuk mengikuti persidangan.

"Pihak rumah sakit menyampaikan tidak bertanggung jawab jika beliau dipaksanakan untuk keluar dari rumah sakit dengan kondisinya saat ini, sehingga kami juga tidak berani mengambil risiko untuk memaksakan kondisi BM (Buhari Matta, red)," katanya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tomo, mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan panggilan kepada terdakwa Buhari Matta untuk segera menghadiri sidang keempat, namun lagi-lagi tidak hadir.

"Untuk kali ini kami nilai Buhari memang sengaja mangkir. Sebelum persidangan ini dimulai, tim kami sudah ke Rumah Sakit Cilandak, kondisinya sudah sehat, sudah bisa duduk, tapi kami juga tidak tahu kenapa hari ini tidak hadir lagi, padahal sudah kami peringati," katanya.

Mendengar penjelasan kusa hukum terdakwa, Ketua Majelis Hakim Tipikor Aminuddin memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menjemput paksa terdakwa Buhari Matta karena sudah empat kali mangkir dari persidangan.

"Dalam sidang kali ini kami menetapkan penjemputan paksa agar segera dilakukan kepada Buhari Matta pada sidang Rabu (1/5/2013) mendatang. Tidak ada alasan lagi untuk tidak menghadirkan terdakwa," tegas Aminudin, Rabu (24/4/2013). Keputusan itu dikeluarkan setelah majelis hakim berembuk selama 15 menit dan sidang diskor.

Kuasa Hukum BM, Ahmad Dahlan Moga mencoba melakukan pembelaan atas kliennya dengan memberikan surat keterangan dari dokter, tetapi ditolak oleh majelis karena surat yang disampaikan sama.

"Sejak sidang pertama dan hari ini surat keterangan dokter yang disampaikan di hadapan kami isinya selalu sama, sehingga saya tidak bisa menerima alasan lagi. Saya perintahkan kepada Andar Perdana sebagai ketua JPU untuk segera menghadirkan terdakwa dengan cara jemput paksa," katanya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tomo menyatakan siap menjalankan perintah majelis hakim. "Tidak mungkin kami tolak apa yang diperintahkan majelis hakim. Kami akan jemput paksa Buhari Matta sebelum jadwal persidangan," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Kolaka nonaktif, Buhari Matta ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dalam kasus jual beli nikel kadar rendah dengan PT Kolaka Mining Internasional oleh Kejaksaan Agung RI. Tak hanya pada Buhari Matta, Kejagung juga menetapkan tersangka kepada Managing Director PT Kolaka Mining Internasional, Atto Sakmiwita Sampetoding. Dalam kasus ini, negara dirugikan hingga Rp 24, 8 miliar berdasarkan hasil audit BPKP.
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Bupati Kolaka nonaktif, Buhari Matta kembali mangkir di persidangan tindak pidana korupsi Kendari, dengan agenda sidang pembacaan dakwaan, Rabu (24/4/2013). Dalam sidang keempat yang dijadwalkan majelis hakim, Buhari Matta tak bisa hadir dengan alasan yang sama, yakni kesehatannya terganggu alias sakit.

Ahmad Dahlan Moga, kuasa hukum Buhari dalam persidangan menyatakan, kliennya mengalami pendarahan di bekas operasi prostatnya. Ia menjelaskan, kliennya berniat menghadiri sidang yang dijadwalkan hari Rabu ini. Namun saat hendak menggunakan celana dalam, malah kena jahitan bekas operasi.

"Klien kami baru saja menjalani operasi karena pembesaran prostat. Sebenarnya beliau sudah siap untuk menghadiri persidangan hari ini, namun beliau mendapatkan insiden pada Senin (22/4/2013) ketika melakukan terapi," tutur Dahlan di hadapan majelis hakim Tipikor Kendari.

"Sepintas kondisi beliau sehat, tetapi tidak seperti itu. Pada saat terapi beliau menggunakan celana dalam dan karetnya mengenai bekas operasi sehingga terjadi pendarahan," lanjutnya.

Dijelaskan Dahlan, Buhari Matta sudah punya niat untuk menghadiri sidang, tapi karena insiden tersebut pihak rumah sakit tidak memberikan izin kepada Buhari untuk mengikuti persidangan.

"Pihak rumah sakit menyampaikan tidak bertanggung jawab jika beliau dipaksanakan untuk keluar dari rumah sakit dengan kondisinya saat ini, sehingga kami juga tidak berani mengambil risiko untuk memaksakan kondisi BM (Buhari Matta, red)," katanya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tomo, mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan panggilan kepada terdakwa Buhari Matta untuk segera menghadiri sidang keempat, namun lagi-lagi tidak hadir.

"Untuk kali ini kami nilai Buhari memang sengaja mangkir. Sebelum persidangan ini dimulai, tim kami sudah ke Rumah Sakit Cilandak, kondisinya sudah sehat, sudah bisa duduk, tapi kami juga tidak tahu kenapa hari ini tidak hadir lagi, padahal sudah kami peringati," katanya.

Mendengar penjelasan kusa hukum terdakwa, Ketua Majelis Hakim Tipikor Aminuddin memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menjemput paksa terdakwa Buhari Matta karena sudah empat kali mangkir dari persidangan.

"Dalam sidang kali ini kami menetapkan penjemputan paksa agar segera dilakukan kepada Buhari Matta pada sidang Rabu (1/5/2013) mendatang. Tidak ada alasan lagi untuk tidak menghadirkan terdakwa," tegas Aminudin, Rabu (24/4/2013). Keputusan itu dikeluarkan setelah majelis hakim berembuk selama 15 menit dan sidang diskor.

Kuasa Hukum BM, Ahmad Dahlan Moga mencoba melakukan pembelaan atas kliennya dengan memberikan surat keterangan dari dokter, tetapi ditolak oleh majelis karena surat yang disampaikan sama.

"Sejak sidang pertama dan hari ini surat keterangan dokter yang disampaikan di hadapan kami isinya selalu sama, sehingga saya tidak bisa menerima alasan lagi. Saya perintahkan kepada Andar Perdana sebagai ketua JPU untuk segera menghadirkan terdakwa dengan cara jemput paksa," katanya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tomo menyatakan siap menjalankan perintah majelis hakim. "Tidak mungkin kami tolak apa yang diperintahkan majelis hakim. Kami akan jemput paksa Buhari Matta sebelum jadwal persidangan," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Kolaka nonaktif, Buhari Matta ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dalam kasus jual beli nikel kadar rendah dengan PT Kolaka Mining Internasional oleh Kejaksaan Agung RI. Tak hanya pada Buhari Matta, Kejagung juga menetapkan tersangka kepada Managing Director PT Kolaka Mining Internasional, Atto Sakmiwita Sampetoding. Dalam kasus ini, negara dirugikan hingga Rp 24, 8 miliar berdasarkan hasil audit BPKP.

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger