Advertise

Hujan April, Waspadai Banjir dan Longsor

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi pekan ini wilayah Indonesia bagian utara masih berpotensi hujan lebat. Suplai uap air berasal dari laut yang masih hangat berpotensi mengguyur sebagian besar kawasan Sulawesi dan Kalimantan.

”Tahun ini, masih harus dianalisis adanya anomali suhu muka laut di atas pola normal di sejumlah wilayah perairan. Ada yang persisten atau terus-menerus menetap seperti di barat daya Lampung menjadi sistem pusat tekanan rendah atau berupa spot-spot berpindah-pindah di perairan Indonesia,” kata Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hariadi, Senin (22/4/2013), di Jakarta.

Saat ini ada tekanan rendah di Samudra Hindia barat daya Bengkulu. Lalu, pumpunan angin memanjang dari Sulawesi Tenggara hingga Selat Karimata.

Kondisi itu memicu aktivitas pertumbuhan awan di wilayah Indonesia bagian utara. Meski demikian, kata Hariadi, terdapat faktor-faktor lokal yang memengaruhi pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah.

Pemodelan yang dikembangkan, prediksi hujan mereda pekan ini ternyata tidak sepenuhnya benar. ”Ternyata masih hujan di sejumlah daerah,” kata dia.

Menurut Deputi Klimatologi BMKG Widada Sulistya, musim kemarau tahun ini kemungkinan kecil dipengaruhi El Nino yang memicu kemarau panjang. Justru indeksnya menunjukkan potensi La Nina lemah. ”Kemarau masih dimungkinkan adanya hujan,” kata dia.

Banjir-longsor

Hujan terus-menerus di sejumlah wilayah diperkirakan menimbulkan tanah jenuh air. Akibatnya, hujan berintensitas tidak terlalu tinggi pun bisa memicu banjir dan longsor hingga awal Mei mendatang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, potensi bencana hidrometeorologi, banjir, longsor, dan puting beliung, masih tinggi.

Jika melihat citra satelit tutupan awan, streamline angin, suhu muka air laut dan prediksi hujan BMKG, potensi banjir, longsor, dan puting beliung masih cukup tinggi hingga awal Mei. Perubahan cuaca sejak 7 April hingga sekarang, yang menyebabkan banyak bencana hidrometeorologi di banyak wilayah Indonesia, membingungkan.

Prakiraan awal BMKG, puncak hujan berakhir akhir Maret. Ternyata fenomena naiknya suhu muka air laut dan pusat tekanan rendah di barat daya Lampung dan Kalimantan menyebabkan hujan merata. Hujan kini hampir seperti bulan Januari.

”Masyarakat di daerah rawan longsor tinggi perlu punya kapasitas memadai mengantisipasi longsor,” kata dia.
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi pekan ini wilayah Indonesia bagian utara masih berpotensi hujan lebat. Suplai uap air berasal dari laut yang masih hangat berpotensi mengguyur sebagian besar kawasan Sulawesi dan Kalimantan.

”Tahun ini, masih harus dianalisis adanya anomali suhu muka laut di atas pola normal di sejumlah wilayah perairan. Ada yang persisten atau terus-menerus menetap seperti di barat daya Lampung menjadi sistem pusat tekanan rendah atau berupa spot-spot berpindah-pindah di perairan Indonesia,” kata Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hariadi, Senin (22/4/2013), di Jakarta.

Saat ini ada tekanan rendah di Samudra Hindia barat daya Bengkulu. Lalu, pumpunan angin memanjang dari Sulawesi Tenggara hingga Selat Karimata.

Kondisi itu memicu aktivitas pertumbuhan awan di wilayah Indonesia bagian utara. Meski demikian, kata Hariadi, terdapat faktor-faktor lokal yang memengaruhi pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah.

Pemodelan yang dikembangkan, prediksi hujan mereda pekan ini ternyata tidak sepenuhnya benar. ”Ternyata masih hujan di sejumlah daerah,” kata dia.

Menurut Deputi Klimatologi BMKG Widada Sulistya, musim kemarau tahun ini kemungkinan kecil dipengaruhi El Nino yang memicu kemarau panjang. Justru indeksnya menunjukkan potensi La Nina lemah. ”Kemarau masih dimungkinkan adanya hujan,” kata dia.

Banjir-longsor

Hujan terus-menerus di sejumlah wilayah diperkirakan menimbulkan tanah jenuh air. Akibatnya, hujan berintensitas tidak terlalu tinggi pun bisa memicu banjir dan longsor hingga awal Mei mendatang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, potensi bencana hidrometeorologi, banjir, longsor, dan puting beliung, masih tinggi.

Jika melihat citra satelit tutupan awan, streamline angin, suhu muka air laut dan prediksi hujan BMKG, potensi banjir, longsor, dan puting beliung masih cukup tinggi hingga awal Mei. Perubahan cuaca sejak 7 April hingga sekarang, yang menyebabkan banyak bencana hidrometeorologi di banyak wilayah Indonesia, membingungkan.

Prakiraan awal BMKG, puncak hujan berakhir akhir Maret. Ternyata fenomena naiknya suhu muka air laut dan pusat tekanan rendah di barat daya Lampung dan Kalimantan menyebabkan hujan merata. Hujan kini hampir seperti bulan Januari.

”Masyarakat di daerah rawan longsor tinggi perlu punya kapasitas memadai mengantisipasi longsor,” kata dia.

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger