Advertise

Inilah dari Kehidupan Anak Yatim Panipahan

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Sekitar 8 orang anak Yatim yang bersekolah di SDS Pertiwi yang bekerjasama dengan PKBM IBU memanen kerang setiap minggunya untuk tambahan uang jajan. Hal ini sudah lama dilakukan dan setiap anak mendapatkan seribu rupiah untuk setiap kilonya.

Memanen Kerang ini dilaksanakan setiap hari Sabtu pagi dimana tampak terlihat semangat anak-anak ini memanen kerang baik menggunakan tanggukan ataupun langsung memakai tangan. "Kita ada usaha kecil-kecilan dimana panen kerang ini kita upah setiap anak seribu rupiah," kata pembina PKBM IBU, Melati Miskiyah saat dikonfirmasi, Senin,(1/04).

Lumpur dan air kotor mungkin sudah menjadi teman bermain anak-anak pesisir pantai ini dimana mereka terlihat mahir mengangkat kerang yang penuh lumpur. Sebanyak 15 anak saat itu perlahan mengangkat kerang-kerang diantara lumpur bahkan kerang yang kecil sampai tak terlihat.

Terik matahari tak mematahkan semangat anak-anak pagi itu apalagi sebagian besar dari mereka adalah anak yatim yang merasa betapa berharganya recehan seribu rupiah untuk tambahan uang jajan.

"Saya kadang dapat lima kilo dan bisa buat uang jajan dua hari," kata Imam salah seorang anak yatim yang sedang menangguk kerang menggunakan tangannya.

Kerang yang dipanen nantinya langsung dijual kepada pengumpul. Sementara itu pengurus yayasan Kanijan mengatakan kegiatan ini dilakukan sudah lama dan minimal seminggu dipanen sekali. "Sudah lama ya dimana sebagian untuk membayar gaji honor guru dan sebagian lagi untuk renovasi gedung," kata Kanijan.

Dari hasil panen pernah mencapai 200 kilo namun saat ini agak langka karena sudah mulai habis dan akan dilakukan penaburan benih kerang baru. "Untuk pemasaran biasanya dibawa ke Bagansiapiapi dan harga tergantung ukuran kalau yang kecil harganya Rp4000 perkilo namun untuk ukuran sedang bisa mencapai Rp6000 perkilonya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir Drs H Surya Arfan Msi mengaku kagum atas gebrakan kerjasama yayasan dan PKBM karena tidak hanya memajukan Pendidikan namun juga mampu membuka lapangan pekerjaan.

"Saya salut dimana waktu itu saya lihat memang keseriusan pengurus PKBM untuk memajukan pendidikan di Panipahan sangat luar biasa," kata Surya.

Kadisdik sempat miris melihat banyaknya anak yatim saat itu yaang berpanas-panasan memanen kerang namun ia bangga dengan semangat anak-anak saat itu. Kedatangan Kadisdik disambut dengan nyanyian oleh anak-anak tersebut dan terus melanjutkan pekerjaan mereka.
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Sekitar 8 orang anak Yatim yang bersekolah di SDS Pertiwi yang bekerjasama dengan PKBM IBU memanen kerang setiap minggunya untuk tambahan uang jajan. Hal ini sudah lama dilakukan dan setiap anak mendapatkan seribu rupiah untuk setiap kilonya.

Memanen Kerang ini dilaksanakan setiap hari Sabtu pagi dimana tampak terlihat semangat anak-anak ini memanen kerang baik menggunakan tanggukan ataupun langsung memakai tangan. "Kita ada usaha kecil-kecilan dimana panen kerang ini kita upah setiap anak seribu rupiah," kata pembina PKBM IBU, Melati Miskiyah saat dikonfirmasi, Senin,(1/04).

Lumpur dan air kotor mungkin sudah menjadi teman bermain anak-anak pesisir pantai ini dimana mereka terlihat mahir mengangkat kerang yang penuh lumpur. Sebanyak 15 anak saat itu perlahan mengangkat kerang-kerang diantara lumpur bahkan kerang yang kecil sampai tak terlihat.

Terik matahari tak mematahkan semangat anak-anak pagi itu apalagi sebagian besar dari mereka adalah anak yatim yang merasa betapa berharganya recehan seribu rupiah untuk tambahan uang jajan.

"Saya kadang dapat lima kilo dan bisa buat uang jajan dua hari," kata Imam salah seorang anak yatim yang sedang menangguk kerang menggunakan tangannya.

Kerang yang dipanen nantinya langsung dijual kepada pengumpul. Sementara itu pengurus yayasan Kanijan mengatakan kegiatan ini dilakukan sudah lama dan minimal seminggu dipanen sekali. "Sudah lama ya dimana sebagian untuk membayar gaji honor guru dan sebagian lagi untuk renovasi gedung," kata Kanijan.

Dari hasil panen pernah mencapai 200 kilo namun saat ini agak langka karena sudah mulai habis dan akan dilakukan penaburan benih kerang baru. "Untuk pemasaran biasanya dibawa ke Bagansiapiapi dan harga tergantung ukuran kalau yang kecil harganya Rp4000 perkilo namun untuk ukuran sedang bisa mencapai Rp6000 perkilonya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir Drs H Surya Arfan Msi mengaku kagum atas gebrakan kerjasama yayasan dan PKBM karena tidak hanya memajukan Pendidikan namun juga mampu membuka lapangan pekerjaan.

"Saya salut dimana waktu itu saya lihat memang keseriusan pengurus PKBM untuk memajukan pendidikan di Panipahan sangat luar biasa," kata Surya.

Kadisdik sempat miris melihat banyaknya anak yatim saat itu yaang berpanas-panasan memanen kerang namun ia bangga dengan semangat anak-anak saat itu. Kedatangan Kadisdik disambut dengan nyanyian oleh anak-anak tersebut dan terus melanjutkan pekerjaan mereka.

4 komentar

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger