Advertise

Konvoi Wali Kota Disergap, 10 Tewas

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Polisi mengatakan, setidaknya sepuluh orang tewas dalam penyerangan bersenjata api terhadap seorang wali kota di wilayah Filipina Selatan.

Aksi penyerangan itu terjadi pada hari Kamis (25/4/2013), sesaat setelah rombongan Wali Kota Nunungan, Abdulmalik Manamparan, kembali dari kampanye untuk pemilu yang akan berlangsung pada 13 Mei mendatang.

Dalam serangan itu, Abdul Malik Manamparan berhasil selamat dan menjalani perawatan di rumah sakit, tetapi sejumlah anggota keluarganya yang berada dalam rombongan itu tewas.

Aksi kekerasan seperti ini dilaporkan sering terjadi khususnya menjelang pemilihan umum di Filipina.

Empat tahun lalu, sejumlah pria bersenjata api anggota kelompok pesaing salah satu calon gubernur di Mindanao melakukan serangan yang menewaskan 58 orang termasuk belasan jurnalis.

Konflik antarkelompok

Aksi tersebut terjadi saat mereka melakukan perjalanan untuk menyerahkan berkas pemilu bagi seorang pemimpin lokal yang berencana mengajukan diri sebagai gubernur.

Jenazah para korban ditemukan di sebuah kuburan massal di kawasan pegunungan terpencil di provinsi itu.

Pengadilan Filipina, pascaperistiwa tersebut, mendakwa 196 orang sebagai pelaku pembunuhan dalam masa kampanye pemilu di Provinsi Maguindanao.

Untuk kasus yang terjadi terakhir ini, penyelidik polisi seperti dikutip kantor berita Associated Press mengatakan, mencurigai aksi penyerangan terakhir ini terkait dengan persaingan antarkelompok yang masih mempunyai hubungan keluarga.

Pemilu yang memperebutkan kursi di tingkat nasional, provinsi, dan kota di seluruh Filipina akan berlangsung pada tanggal 13 Mei mendatang.

Sementara itu, pemilu presiden belum akan dilakukan hingga tahun 2016.

Sumber: BBC Indonesia
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Polisi mengatakan, setidaknya sepuluh orang tewas dalam penyerangan bersenjata api terhadap seorang wali kota di wilayah Filipina Selatan.

Aksi penyerangan itu terjadi pada hari Kamis (25/4/2013), sesaat setelah rombongan Wali Kota Nunungan, Abdulmalik Manamparan, kembali dari kampanye untuk pemilu yang akan berlangsung pada 13 Mei mendatang.

Dalam serangan itu, Abdul Malik Manamparan berhasil selamat dan menjalani perawatan di rumah sakit, tetapi sejumlah anggota keluarganya yang berada dalam rombongan itu tewas.

Aksi kekerasan seperti ini dilaporkan sering terjadi khususnya menjelang pemilihan umum di Filipina.

Empat tahun lalu, sejumlah pria bersenjata api anggota kelompok pesaing salah satu calon gubernur di Mindanao melakukan serangan yang menewaskan 58 orang termasuk belasan jurnalis.

Konflik antarkelompok

Aksi tersebut terjadi saat mereka melakukan perjalanan untuk menyerahkan berkas pemilu bagi seorang pemimpin lokal yang berencana mengajukan diri sebagai gubernur.

Jenazah para korban ditemukan di sebuah kuburan massal di kawasan pegunungan terpencil di provinsi itu.

Pengadilan Filipina, pascaperistiwa tersebut, mendakwa 196 orang sebagai pelaku pembunuhan dalam masa kampanye pemilu di Provinsi Maguindanao.

Untuk kasus yang terjadi terakhir ini, penyelidik polisi seperti dikutip kantor berita Associated Press mengatakan, mencurigai aksi penyerangan terakhir ini terkait dengan persaingan antarkelompok yang masih mempunyai hubungan keluarga.

Pemilu yang memperebutkan kursi di tingkat nasional, provinsi, dan kota di seluruh Filipina akan berlangsung pada tanggal 13 Mei mendatang.

Sementara itu, pemilu presiden belum akan dilakukan hingga tahun 2016.

Sumber: BBC Indonesia

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger