Advertise

Organda: Lebih Baik Harga Solar Naik, asal Stok Aman

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Organda Jatim mendesak pemerintah lebih tegas menetapkan harga BBM khususnya solar. Organda lebih memilih harga solar naik daripada harga solar murah, tapi sulit didapat.

Menurut Ketua Organda Jatim Mustafa, selama beberapa hari terakhir, puluhan pengusaha angkutan mengaku rugi, karena kehilangan jam tunggu di terminal. "Waktu mereka habis untuk mengantre solar di SPBU. Iitu belum acaman kehabisan solar di tengah jalan," katanya, Jumat (26/4/2013).

Sebagian dari mereka juga memilih mengandangkan armadanya, karena dipastikan merugi jika dipaksakan berangkat. "Jika dihitung, kerugian pengusaha angkutan bisa mencapai Rp 2 juta per hari per unit," terang Mustafa.

Bagi pengusaha, kata Mustafa, bukanlah masalah jika harga solar dinaikkan, asalkan barangnya dipastikan tersedia. "Tapi kenaikan harganya harus rasional bagi pengusaha," tegasnya.

Kelangkaan solar sebelumnya tidak hanya berdampak gejolak pada angkutan penumpang. Angkutan barang yang beroperasi di kawasan pelabuhan Tanjung Perak Surabaya juga mengeluh karena antrean di SPBU memotong waktunya untuk bongkar muat di pelabuhan. Jika sebelumnya sehari bisa melakukan 2-3 kali bongkar muat, karena antre solar hanya dapat melakukan sekali bongkar muat dalam sehari.

DPC Organda Tanjung Perak Surabaya khawatir, jika keadaan ini berlangsung dalam waktu yang lama, akan berdampak pada tingginya biaya distribusi yang secara tidak langsung juga akan berdampak pada gejolak perekonomian di Jatim, karena Pelabuhan Tanjung Perak adalah pintu gerbang ekonomi Indonesia bagian timur.
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Organda Jatim mendesak pemerintah lebih tegas menetapkan harga BBM khususnya solar. Organda lebih memilih harga solar naik daripada harga solar murah, tapi sulit didapat.

Menurut Ketua Organda Jatim Mustafa, selama beberapa hari terakhir, puluhan pengusaha angkutan mengaku rugi, karena kehilangan jam tunggu di terminal. "Waktu mereka habis untuk mengantre solar di SPBU. Iitu belum acaman kehabisan solar di tengah jalan," katanya, Jumat (26/4/2013).

Sebagian dari mereka juga memilih mengandangkan armadanya, karena dipastikan merugi jika dipaksakan berangkat. "Jika dihitung, kerugian pengusaha angkutan bisa mencapai Rp 2 juta per hari per unit," terang Mustafa.

Bagi pengusaha, kata Mustafa, bukanlah masalah jika harga solar dinaikkan, asalkan barangnya dipastikan tersedia. "Tapi kenaikan harganya harus rasional bagi pengusaha," tegasnya.

Kelangkaan solar sebelumnya tidak hanya berdampak gejolak pada angkutan penumpang. Angkutan barang yang beroperasi di kawasan pelabuhan Tanjung Perak Surabaya juga mengeluh karena antrean di SPBU memotong waktunya untuk bongkar muat di pelabuhan. Jika sebelumnya sehari bisa melakukan 2-3 kali bongkar muat, karena antre solar hanya dapat melakukan sekali bongkar muat dalam sehari.

DPC Organda Tanjung Perak Surabaya khawatir, jika keadaan ini berlangsung dalam waktu yang lama, akan berdampak pada tingginya biaya distribusi yang secara tidak langsung juga akan berdampak pada gejolak perekonomian di Jatim, karena Pelabuhan Tanjung Perak adalah pintu gerbang ekonomi Indonesia bagian timur.

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger