Advertise

Pemutihan Sewa Rusun Marunda Belum Sesuai Rencana

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Proses pembaruan kontrak penghuni rumah susun sederhana sewa atau rusunawa di Marunda, Jakarta Utara, belum berjalan sesuai harapan. Proses pemutihan status sewa penghuni Kluster A Rusun Marunda yang dilakukan sejak Maret baru mencapai empat kepala keluarga (KK).

"Ada 12 KK yang sudah memproses, tapi baru empat KK yang terima SP (surat perjanjian) sewa," kata Didi Suwandi, penghuni Kluster A Blok Bandeng, Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (24/4/2013).

Empat KK yang sebelumnya berstatus pengontrak telah diputihkan untuk menjadi penyewa unit rusun di Blok Bandeng, Hiu, dan Bawal. Para penyewa yang memegang surat perjanjian sewa itu sebenarnya tidak boleh mengontrakkan unit rusun kepada orang lain (pengontrak). Para pengontrak biasanya membayar sejumlah uang kepada penyewa atau pemegang SP sewa agar dapat menempati rusun yang bukan miliknya tersebut.

Menanggapi keterlambatan proses pemutihan, Kepala UPT Rusun Wilayah I DKI Jakarta Jati Waluyo beralasan, calon penghuni terlambat mengumpulkan berkas-berkas yang diminta. Sebelumnya, UPT telah meminta kelengkapan berupa dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk proses pengajuan SP sewa.

"Baru empat SP pemutihan yang selesai pekan lalu. Sisanya bisa dibereskan dalam waktu dekat," ujar Jati.

Proses pemutihan dilakukan karena sejumlah penghuni yang mengantongi SP sewa rusun justru menyewakan kembali rusun tersebut kepada pihak lain. Tentu saja, pihak ketiga yang mengontrak rusun tersebut harus membayar dengan nilai yang lebih tinggi dibandingkan penyewa sebenarnya. Tindakan tersebut dinilai sebagai penyalahgunaan harta kekayaan negara.

Untuk menertibkan situasi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk mencoret penyewa awal dan memperbarui SP sewa atas nama pengontrak yang menempati unit rusun saat ini. Ke-12 pengontrak tadi termasuk dalam kategori tersebut.
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Proses pembaruan kontrak penghuni rumah susun sederhana sewa atau rusunawa di Marunda, Jakarta Utara, belum berjalan sesuai harapan. Proses pemutihan status sewa penghuni Kluster A Rusun Marunda yang dilakukan sejak Maret baru mencapai empat kepala keluarga (KK).

"Ada 12 KK yang sudah memproses, tapi baru empat KK yang terima SP (surat perjanjian) sewa," kata Didi Suwandi, penghuni Kluster A Blok Bandeng, Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (24/4/2013).

Empat KK yang sebelumnya berstatus pengontrak telah diputihkan untuk menjadi penyewa unit rusun di Blok Bandeng, Hiu, dan Bawal. Para penyewa yang memegang surat perjanjian sewa itu sebenarnya tidak boleh mengontrakkan unit rusun kepada orang lain (pengontrak). Para pengontrak biasanya membayar sejumlah uang kepada penyewa atau pemegang SP sewa agar dapat menempati rusun yang bukan miliknya tersebut.

Menanggapi keterlambatan proses pemutihan, Kepala UPT Rusun Wilayah I DKI Jakarta Jati Waluyo beralasan, calon penghuni terlambat mengumpulkan berkas-berkas yang diminta. Sebelumnya, UPT telah meminta kelengkapan berupa dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk proses pengajuan SP sewa.

"Baru empat SP pemutihan yang selesai pekan lalu. Sisanya bisa dibereskan dalam waktu dekat," ujar Jati.

Proses pemutihan dilakukan karena sejumlah penghuni yang mengantongi SP sewa rusun justru menyewakan kembali rusun tersebut kepada pihak lain. Tentu saja, pihak ketiga yang mengontrak rusun tersebut harus membayar dengan nilai yang lebih tinggi dibandingkan penyewa sebenarnya. Tindakan tersebut dinilai sebagai penyalahgunaan harta kekayaan negara.

Untuk menertibkan situasi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk mencoret penyewa awal dan memperbarui SP sewa atas nama pengontrak yang menempati unit rusun saat ini. Ke-12 pengontrak tadi termasuk dalam kategori tersebut.

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger