Advertise

Rusun Angke Akan Dirobohkan, Warga Enggan Pindah

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Warga rusun Angke Tambora, Jakarta Barat, menolak pindah. Mereka belum mendapatkan surat jaminan untuk bisa kembali ke rusun tersebut setelah renovasi rusun rampung dikerjakan.

"Kita belum mau pindah sebelum ada surat hitam di atas putih jaminan untuk bisa kembali," kata Syarif (53) warga Blok B RT 02 RW 11, Jumat (26/4/2013).

Syarif menuturkan, mulai April hingga Juni, Rusun Angke memang dibebasbiayakan harga sewanya. Dalam tiga bulan tersebut, warga rusun Angke Blok A, B, C, dan D harus mengosongkan rusun dan mencari tempat tinggal sementara.

Akan tetapi, kata Syarif, pemprov belum memberikan surat jaminan kalau warga bisa kembali ke rusun tersebut. Mereka hanya mengungkapkan melalui ucapan yang tidak bisa dijadikan alat bukti jika nanti ketentuan berubah sewaktu-waktu.

Di Blok B, kata Syarif, belum ada penghuni tetap yang pindah ke rumah kontrakan baru. Selain susah mencari tempat tinggal yang dekat dengan rusun, harga sewa yang ditawarkan oleh pemilik kontrakan tergolong sangat tinggi. Untuk itu, dirinya masih menunggu ketetapan pasti dari pemprov mengenai kepastian pembongkaran rusun.

Harga sewa di rusun tersebut Rp 75.000 per bulan. Harga tersebut belum termasuk biaya air dan listrik. Jika diakumulasikan, harga pengeluaran untuk tempat tinggal sebesar Rp 250.000, sedangkan untuk sewa rumah kontrakan baru bisa sebesar Rp 400.000.

Hal senada diungkapkan Herman, warga Blok C RT 02 RW 11, Angke, Tambora, Jakarta Barat. Warga di blok tersebut belum ada yang memutuskan untuk pindah ke kontrakan yang baru. Namun, sebagian warga memang sudah ada yang memindahkan barangnya ke kampung halaman masing-masing.

"Kita khawatirnya enggak bisa balik lagi ke rusun ini walaupun sudah dijanjikan bisa kembali," kata Herman.

Menurutnya, secara pribadi dia setuju dengan renovasi rusun Angke yang sudah dibangun sejak tahun 1991 tersebut. Akan tetapi, jika surat perjanjian tidak dibuat, besar kemungkinan penghuni asli rusun tersebut tidak bisa kembali.

"Takutnya kan nanti bisa saja yang pegang proyek diganti dengan orang baru, kemudian kebijakan juga bisa saja berubah," kata Herman.

Rusun Angke Tambora yang akan direnovasi terdiri dari empat blok. Setiap blok terdapat 120 kepala keluarga. Dengan begitu, 480 kepala keluarga di rusun tersebut harus segera mencari tempat tinggal sementara selama rusun dalam tahap perbaikan.

Adapun waktu perkiraan pembangunan rusun rencananya dalam jangka waktu 17 bulan. Sementara itu, tahap waktu persiapan dengan cara sosialisasi sudah dilakukan pada bulan Maret lalu. Selanjutnya, April sampai Juni, pengosongan rusun dilaksanakan, sehingga pada Juli rusun sudah bisa dibongkar. Pembangunan rusun akan dilaksanakan pada September, dan Desember 2014 akan rampung dikerjakan.
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos ~ Warga rusun Angke Tambora, Jakarta Barat, menolak pindah. Mereka belum mendapatkan surat jaminan untuk bisa kembali ke rusun tersebut setelah renovasi rusun rampung dikerjakan.

"Kita belum mau pindah sebelum ada surat hitam di atas putih jaminan untuk bisa kembali," kata Syarif (53) warga Blok B RT 02 RW 11, Jumat (26/4/2013).

Syarif menuturkan, mulai April hingga Juni, Rusun Angke memang dibebasbiayakan harga sewanya. Dalam tiga bulan tersebut, warga rusun Angke Blok A, B, C, dan D harus mengosongkan rusun dan mencari tempat tinggal sementara.

Akan tetapi, kata Syarif, pemprov belum memberikan surat jaminan kalau warga bisa kembali ke rusun tersebut. Mereka hanya mengungkapkan melalui ucapan yang tidak bisa dijadikan alat bukti jika nanti ketentuan berubah sewaktu-waktu.

Di Blok B, kata Syarif, belum ada penghuni tetap yang pindah ke rumah kontrakan baru. Selain susah mencari tempat tinggal yang dekat dengan rusun, harga sewa yang ditawarkan oleh pemilik kontrakan tergolong sangat tinggi. Untuk itu, dirinya masih menunggu ketetapan pasti dari pemprov mengenai kepastian pembongkaran rusun.

Harga sewa di rusun tersebut Rp 75.000 per bulan. Harga tersebut belum termasuk biaya air dan listrik. Jika diakumulasikan, harga pengeluaran untuk tempat tinggal sebesar Rp 250.000, sedangkan untuk sewa rumah kontrakan baru bisa sebesar Rp 400.000.

Hal senada diungkapkan Herman, warga Blok C RT 02 RW 11, Angke, Tambora, Jakarta Barat. Warga di blok tersebut belum ada yang memutuskan untuk pindah ke kontrakan yang baru. Namun, sebagian warga memang sudah ada yang memindahkan barangnya ke kampung halaman masing-masing.

"Kita khawatirnya enggak bisa balik lagi ke rusun ini walaupun sudah dijanjikan bisa kembali," kata Herman.

Menurutnya, secara pribadi dia setuju dengan renovasi rusun Angke yang sudah dibangun sejak tahun 1991 tersebut. Akan tetapi, jika surat perjanjian tidak dibuat, besar kemungkinan penghuni asli rusun tersebut tidak bisa kembali.

"Takutnya kan nanti bisa saja yang pegang proyek diganti dengan orang baru, kemudian kebijakan juga bisa saja berubah," kata Herman.

Rusun Angke Tambora yang akan direnovasi terdiri dari empat blok. Setiap blok terdapat 120 kepala keluarga. Dengan begitu, 480 kepala keluarga di rusun tersebut harus segera mencari tempat tinggal sementara selama rusun dalam tahap perbaikan.

Adapun waktu perkiraan pembangunan rusun rencananya dalam jangka waktu 17 bulan. Sementara itu, tahap waktu persiapan dengan cara sosialisasi sudah dilakukan pada bulan Maret lalu. Selanjutnya, April sampai Juni, pengosongan rusun dilaksanakan, sehingga pada Juli rusun sudah bisa dibongkar. Pembangunan rusun akan dilaksanakan pada September, dan Desember 2014 akan rampung dikerjakan.

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger