Advertise

Korban Kerusuhan KJRI Jeddah Telah Dikuburkan di Arab Saudi

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Marwah binti Hasan (58) tewas di tengah kerusuhan yang terjadi di Konsulat Jendral RI di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (9/6/2013). Jenazah perempuan asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur ini dipastikan akan dimakamkan di Arab Saudi.

Pelaksana Tugas Konsul Jenderal RI di Jeddah, Sunarko, memastikan Marwah dimakamkan di Arab Saudi tetapi belum dipastikan di kota apa. "Pilihannya di Makkah atau Madinah," sebut dia, ketika dihubungi Kompas melalui telepon, Selasa (11/6/2013) malam.

Sunarko mengatakan keluarga Marwah, baik putranya yang mendampingi ketika insiden terjadi maupun keluarga di Indonesia, menyatakan telah mengikhlaskan kepergian Marwah. "Anaknya yang kemarin mendampingi mengaku sudah ikhlas sementara keluarganya di Indonesia juga berpendapat lebih baik segera dimakamkan di sana (Arab, red)," ujar dia.

Pemerintah, imbuh Sunarko, pada prinsipnya siap memfasilitasi kalaupun keluarga menghendaki almarhumah dipulangkan dan dimakamkan di Tanah Air. Marwah tewas di tengah kerusuhan yang dipicu membludaknya pemohon Surat Perjalanan Laksana Parpor (SPLP). Pada saat kejadian, diperkirakan 12.000 pekerja berada di halaman KJRI Jeddah.

Sejumlah kalangan menilai KJRI tidak siap mengantisipasi lonjakan tersebut. Pemerintah Arab Saudi sebelumnya mengumumkan kebijakan pemberian amnesti bagi para pendatang dan pekerja ilegal yang ada di negeri itu. Tenggat waktu amnesti adalah 3 Juli mendatang. Mereka yang mengurus akan dibebaskan dari sanksi denda maupun penjara untuk pelanggaran keimigrasian. (LEO/LI)

Sumber: Kompas

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Marwah binti Hasan (58) tewas di tengah kerusuhan yang terjadi di Konsulat Jendral RI di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (9/6/2013). Jenazah perempuan asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur ini dipastikan akan dimakamkan di Arab Saudi.

Pelaksana Tugas Konsul Jenderal RI di Jeddah, Sunarko, memastikan Marwah dimakamkan di Arab Saudi tetapi belum dipastikan di kota apa. "Pilihannya di Makkah atau Madinah," sebut dia, ketika dihubungi Kompas melalui telepon, Selasa (11/6/2013) malam.

Sunarko mengatakan keluarga Marwah, baik putranya yang mendampingi ketika insiden terjadi maupun keluarga di Indonesia, menyatakan telah mengikhlaskan kepergian Marwah. "Anaknya yang kemarin mendampingi mengaku sudah ikhlas sementara keluarganya di Indonesia juga berpendapat lebih baik segera dimakamkan di sana (Arab, red)," ujar dia.

Pemerintah, imbuh Sunarko, pada prinsipnya siap memfasilitasi kalaupun keluarga menghendaki almarhumah dipulangkan dan dimakamkan di Tanah Air. Marwah tewas di tengah kerusuhan yang dipicu membludaknya pemohon Surat Perjalanan Laksana Parpor (SPLP). Pada saat kejadian, diperkirakan 12.000 pekerja berada di halaman KJRI Jeddah.

Sejumlah kalangan menilai KJRI tidak siap mengantisipasi lonjakan tersebut. Pemerintah Arab Saudi sebelumnya mengumumkan kebijakan pemberian amnesti bagi para pendatang dan pekerja ilegal yang ada di negeri itu. Tenggat waktu amnesti adalah 3 Juli mendatang. Mereka yang mengurus akan dibebaskan dari sanksi denda maupun penjara untuk pelanggaran keimigrasian. (LEO/LI)

Sumber: Kompas

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger