Advertise

Teman Dibunuh, Rumah Keluarga Tersangka Dibakar

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Sebuah rumah yang terletak di Jalan Trans Baru, Kampung Karang Senang, Satuan Pemukiman (SP) 3, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, dibakar ratusan massa, Selasa (11/6/2013) sore. Aksi ratusan orang yang sebagian membawa senjata tajam ini diduga merupakan balas dendam terbunuhnya Rudi Nakke pada hari sebelumnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi rumah beserta perabotnya hangus dilalap api. Informasi yang dihimpun Kompas.com menyebutkan, kejadian berlangsung sekitar pukul 14.30 WIT, ketika ratusan orang datang menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Diduga, ratusan orang ini sebelumnya ikut upacara pemakaman jenazah yang dilakukan di TPU Bandara.

Seusai pemakaman, massa mengelabui aparat dengan berpura-pura ikut dengan tokoh masyarakat Sulawesi Selatan ke Mapolres Mimika untuk memastikan pelaku pembunuhan sudah tertangkap. Dalam perjalanan ke Mapolres, saat berada di Satuan Pemukiman 3, mereka langsung berbelok ke arah rumah yang diduga milik pelaku pembunuhan.

Menurut keterangan salah seorang warga di lokasi kejadian, salah seorang di antara massa sempat memaksa warga menunjukkan rumah Anton Junaedi, tersangka pelaku pembunuhan Rudi Nakke. Warga yang ketakutan kemudian menunjuk sebuah rumah yang belakangan diketahui milik bibi Junaedi. Ratusan orang yang diduga sudah mempersiapkan aksinya langsung bergerak cepat merusak rumah yang ditunjukkan warga dan hanya beberapa saat saja api sudah membakar rumah itu.

Sebuah sepeda motor Vario yang diparkir di depan rumah bibi Junaedi turut dibakar massa. Pada saat kejadian pemilik rumah sedang berada di luar, dan rumah hanya dijaga seorang kakek tua yang bisa meloloskan diri melalui pintu belakang. Daniel Namo, pemilik rumah, sedang bekerja di Tembagapura, sementara istrinya Sri sedang berobat ke rumah sakit.

Marten Sonda, Bapak Tiri AJ yang tinggal bersebelahan dengan rumah yang dibakar mengaku diberi tahu anaknya bahwa banyak orang berada di depan rumah. "Waktu saya coba keluar rumah, di depan pintu sudah diancam beberapa orang dengan senjata tajam. Salah seorang di antaranya menyuruh saya kembali masuk ke dalam rumah," jelasnya.

Menurut Marten, ia sempat melihat sejumlah orang menyiram bensin ke arah rumah sebelum membakarnya. Rumah Marten pun tak luput dari penyerangan massa, beberapa kaca jendera rumahnya pecah dilempari massa. Aparat Kepolisian dari Polres Mimika dan Polsek Kuala Kencana yang datang beberapa saat kemudian tidak dapat berbuat banyak dan hanya bisa menghalau massa yang sudah melakukan perusakan.

Sementara itu, 2 unit mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi 30 menit kemudian hanya mendapati puing rumah yang sudah hangus terbakar. Setelah api padam, aparat Kepolisian Polres Mimika langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Sri sekembali dari rumah sakit tak kuasa menyaksikan rumahnya sudah hangus dilalap api. Sejumlah saudara dan kerabatnya berusaha menenangkannya bersama dua orang anaknya yang juga terpukul dengan kejadian ini.

Balas dendam

Sebelumnya, Senin (10/6/2013) malam sekitar pukul 21.30 WIT telah terjadi pembunuhan terhadap Rudi Nakke yang diduga dilakukan oleh Junaedi. Menurut keterangan sejumlah sumber kepada Kompas.com, Junaedi menyewa mobil rental milik Rudi dua hari sebelumnya.

Mengaku mobil rental rusak, Junaedi kemudian menjemput Rudi di rumahnya di Jalan Kartini, Timika. "Dia (Junaedi) bahkan sempat membelikan martabak untuk anak istrinya, dan memberikan uang Rp 50.000 kepada anaknya saat menjemput Rudi," kata salah seorang warga yang menolak disebutkan namanya. Rupanya Junaedi sudah berencana membunuh Rudi. "Saat melihat jenazahnya penuh dengan tusukan benda tajam, itu yang membuat rekan-rekannya emosi," kata dia.

Meski Junaedi sudah ditangkap, Selasa (12/6/2013) dini hari, rekan dan kerabat Rudi masih menyimpan kemarahan. Hingga Selasa malam belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian Polres Mimika terkait kasus pembunuhan dan aksi massa ini. (LEO/LI)

Sumber: Kompas
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Sebuah rumah yang terletak di Jalan Trans Baru, Kampung Karang Senang, Satuan Pemukiman (SP) 3, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, dibakar ratusan massa, Selasa (11/6/2013) sore. Aksi ratusan orang yang sebagian membawa senjata tajam ini diduga merupakan balas dendam terbunuhnya Rudi Nakke pada hari sebelumnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi rumah beserta perabotnya hangus dilalap api. Informasi yang dihimpun Kompas.com menyebutkan, kejadian berlangsung sekitar pukul 14.30 WIT, ketika ratusan orang datang menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Diduga, ratusan orang ini sebelumnya ikut upacara pemakaman jenazah yang dilakukan di TPU Bandara.

Seusai pemakaman, massa mengelabui aparat dengan berpura-pura ikut dengan tokoh masyarakat Sulawesi Selatan ke Mapolres Mimika untuk memastikan pelaku pembunuhan sudah tertangkap. Dalam perjalanan ke Mapolres, saat berada di Satuan Pemukiman 3, mereka langsung berbelok ke arah rumah yang diduga milik pelaku pembunuhan.

Menurut keterangan salah seorang warga di lokasi kejadian, salah seorang di antara massa sempat memaksa warga menunjukkan rumah Anton Junaedi, tersangka pelaku pembunuhan Rudi Nakke. Warga yang ketakutan kemudian menunjuk sebuah rumah yang belakangan diketahui milik bibi Junaedi. Ratusan orang yang diduga sudah mempersiapkan aksinya langsung bergerak cepat merusak rumah yang ditunjukkan warga dan hanya beberapa saat saja api sudah membakar rumah itu.

Sebuah sepeda motor Vario yang diparkir di depan rumah bibi Junaedi turut dibakar massa. Pada saat kejadian pemilik rumah sedang berada di luar, dan rumah hanya dijaga seorang kakek tua yang bisa meloloskan diri melalui pintu belakang. Daniel Namo, pemilik rumah, sedang bekerja di Tembagapura, sementara istrinya Sri sedang berobat ke rumah sakit.

Marten Sonda, Bapak Tiri AJ yang tinggal bersebelahan dengan rumah yang dibakar mengaku diberi tahu anaknya bahwa banyak orang berada di depan rumah. "Waktu saya coba keluar rumah, di depan pintu sudah diancam beberapa orang dengan senjata tajam. Salah seorang di antaranya menyuruh saya kembali masuk ke dalam rumah," jelasnya.

Menurut Marten, ia sempat melihat sejumlah orang menyiram bensin ke arah rumah sebelum membakarnya. Rumah Marten pun tak luput dari penyerangan massa, beberapa kaca jendera rumahnya pecah dilempari massa. Aparat Kepolisian dari Polres Mimika dan Polsek Kuala Kencana yang datang beberapa saat kemudian tidak dapat berbuat banyak dan hanya bisa menghalau massa yang sudah melakukan perusakan.

Sementara itu, 2 unit mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi 30 menit kemudian hanya mendapati puing rumah yang sudah hangus terbakar. Setelah api padam, aparat Kepolisian Polres Mimika langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Sri sekembali dari rumah sakit tak kuasa menyaksikan rumahnya sudah hangus dilalap api. Sejumlah saudara dan kerabatnya berusaha menenangkannya bersama dua orang anaknya yang juga terpukul dengan kejadian ini.

Balas dendam

Sebelumnya, Senin (10/6/2013) malam sekitar pukul 21.30 WIT telah terjadi pembunuhan terhadap Rudi Nakke yang diduga dilakukan oleh Junaedi. Menurut keterangan sejumlah sumber kepada Kompas.com, Junaedi menyewa mobil rental milik Rudi dua hari sebelumnya.

Mengaku mobil rental rusak, Junaedi kemudian menjemput Rudi di rumahnya di Jalan Kartini, Timika. "Dia (Junaedi) bahkan sempat membelikan martabak untuk anak istrinya, dan memberikan uang Rp 50.000 kepada anaknya saat menjemput Rudi," kata salah seorang warga yang menolak disebutkan namanya. Rupanya Junaedi sudah berencana membunuh Rudi. "Saat melihat jenazahnya penuh dengan tusukan benda tajam, itu yang membuat rekan-rekannya emosi," kata dia.

Meski Junaedi sudah ditangkap, Selasa (12/6/2013) dini hari, rekan dan kerabat Rudi masih menyimpan kemarahan. Hingga Selasa malam belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian Polres Mimika terkait kasus pembunuhan dan aksi massa ini. (LEO/LI)

Sumber: Kompas

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger