Advertise

Tutup Radio dan Televisi Negara Inilah Cara Yunani Hemat Anggaran

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Pemerintah Yunani, Selasa (11/6/2013), memutuskan untuk menutup televisi dan radio pemerintah ERT demi penghematan anggaran. Keputusan mengejutkan ini akan memengaruhi sedikitnya 2.700 pekerja.

Ribuan orang bergegas menuju kantor pusat lembaga penyiaran publik itu di wilayah utara Athena setelah mendengar pengumuman pemerintah itu untuk menunjukkan dukungan.

"ERT adalah salah satu contoh kurangnya transparansi dan pemborosan besar-besaran. Ini akan berakhir sekarang," kata juru bicara pemerintah, Simos Kedikoglou, dalam sebuah jumpa pers.

Pernyataan pemerintah ini muncul setelah beberapa bulan terakhir ini karyawan ERT melakukan pemogokan untuk melawan rencana restrukturisasi lembaga penyiaran itu seperti diminta para pemberi utang untuk Yunani.

Kedikoglou mengatakan, ERT akan kembali beroperasi dengan format baru dan jumlah karyawan yang jauh lebih sedikit. "Ini sangat mengagetkan," kata wartawan ERT, Pantelis Gonos. "Kami sudah menghubungi kuasa hukum dan organisasi media internasional," lanjut Gonos.

ERT sempat tetap melakukan siarannya bersamaan dengan semakin bertambahnya pendukung yang berkumpul di luar kantor pusatnya. Namun, tak lama setelah waktu menunjukkan pukul 20.00 GMT atau 05.00 WIB seluruh siaran terputus. Menurut kantor berita Athens News Agency, penghentian siaran sudah dimulai sejak pukul 19.00.

"Polisi naik ke puncak bukit mengamankan orang-orang kami yang mengurus pemancar," kata Nikor Roukounakis, teknisi yang sudah 30 tahun bekerja untuk ERT. "Ini sebuah kudeta," ujar Alexis Tsipras, pemimpin partai oposisi Syriza.

Setelah transmisi siaran diputus, kementerian keuangan menerbitkan pernyataan yang berisi bahwa lembaga penyiaran itu telah dibubarkan.

"ERT adalah milik rakyat Yunani. ERT adalah satu-satunya pembawa suara publilk yang independen dan ERT harus tetap seperti itu. Kami mengecam pemerintah atas putusan ini," demikian pernyataan serikat pekerja unit pelayanan publik GSEE.

Pemerintah mengatakan, semua karyawan ERT akan mendapatkan kompensasi dan dipersilakan melamar kembali saat organisasi ini beroperasi lagi dalam format baru. (LEO/LI)

Sumber: AFP
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Pemerintah Yunani, Selasa (11/6/2013), memutuskan untuk menutup televisi dan radio pemerintah ERT demi penghematan anggaran. Keputusan mengejutkan ini akan memengaruhi sedikitnya 2.700 pekerja.

Ribuan orang bergegas menuju kantor pusat lembaga penyiaran publik itu di wilayah utara Athena setelah mendengar pengumuman pemerintah itu untuk menunjukkan dukungan.

"ERT adalah salah satu contoh kurangnya transparansi dan pemborosan besar-besaran. Ini akan berakhir sekarang," kata juru bicara pemerintah, Simos Kedikoglou, dalam sebuah jumpa pers.

Pernyataan pemerintah ini muncul setelah beberapa bulan terakhir ini karyawan ERT melakukan pemogokan untuk melawan rencana restrukturisasi lembaga penyiaran itu seperti diminta para pemberi utang untuk Yunani.

Kedikoglou mengatakan, ERT akan kembali beroperasi dengan format baru dan jumlah karyawan yang jauh lebih sedikit. "Ini sangat mengagetkan," kata wartawan ERT, Pantelis Gonos. "Kami sudah menghubungi kuasa hukum dan organisasi media internasional," lanjut Gonos.

ERT sempat tetap melakukan siarannya bersamaan dengan semakin bertambahnya pendukung yang berkumpul di luar kantor pusatnya. Namun, tak lama setelah waktu menunjukkan pukul 20.00 GMT atau 05.00 WIB seluruh siaran terputus. Menurut kantor berita Athens News Agency, penghentian siaran sudah dimulai sejak pukul 19.00.

"Polisi naik ke puncak bukit mengamankan orang-orang kami yang mengurus pemancar," kata Nikor Roukounakis, teknisi yang sudah 30 tahun bekerja untuk ERT. "Ini sebuah kudeta," ujar Alexis Tsipras, pemimpin partai oposisi Syriza.

Setelah transmisi siaran diputus, kementerian keuangan menerbitkan pernyataan yang berisi bahwa lembaga penyiaran itu telah dibubarkan.

"ERT adalah milik rakyat Yunani. ERT adalah satu-satunya pembawa suara publilk yang independen dan ERT harus tetap seperti itu. Kami mengecam pemerintah atas putusan ini," demikian pernyataan serikat pekerja unit pelayanan publik GSEE.

Pemerintah mengatakan, semua karyawan ERT akan mendapatkan kompensasi dan dipersilakan melamar kembali saat organisasi ini beroperasi lagi dalam format baru. (LEO/LI)

Sumber: AFP

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger