Advertise

Tergiur Blackberry dan iPhone, Penjual Pecel Lele Paksa Anaknya Mencuri

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ HI (34), seorang pedagang pecel lele diciduk polisi karena memaksa anaknya, MN (13), melakukan pencurian di rumah EP (22), Rabu (12/6/2013). Padahal, EP merupakan pelanggan HI.

Kapolsek Metro Pasar Minggu Komisaris Adri Desas Furyanto mengatakan, HI biasa berdagang di depan kampus pasca sarjana IPDN di Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. "Korban tinggal tidak jauh dari tempat tersangka berjualan," kata Adri melalui pesan singkatnya, Rabu malam.

Menurut Adri, kejadian ini berawal pada Jumat (7/6/2013), sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, EP memesan pecel lele dari warung HI. EP meminta HI untuk mengantarkan pesanannya ke rumah. Saat itu, HI melihat ada dua telepon genggam milik EP tergeletak di atas meja. Dari situ muncul niat HI untuk mencuri di rumah EP.

Jelang tengah malam, jelas Adri, HI datang ke rumah EP dengan mengajak anaknya, MN. "Anaknya dalam keadaan tertekan dan takut karena diancam tersangka. Kemudian, mereka mencongkel jendela dan mengambil barang milik korban yang saat itu sudah tidur," jelas Adri.

Selama beberapa hari polisi melakukan penyelidikan, hasil penyelidikan mengerucut ke HI, pedagang pecel lele yang biasa datang ke rumah EP. Saat dilakukan pengamatan di rumah HI, ada ditemukan barang milik EP. Dari situ polisi langsung melakukan penangkapan.

"Anak tersangka saat ini sebatas saksi," ucap Adri.

Barang bukti yang disita oleh polisi yaitu satu unit Blackberry serta satu unit iPhone. Total nilai materi barang yang dicuri seluruhnya Rp 7 Juta. Polisi juga mengamankan sebuah obeng yang digunakan untuk mencongkel jendela rumah EP. (LEO/LI)

Sumber: Kompas
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ HI (34), seorang pedagang pecel lele diciduk polisi karena memaksa anaknya, MN (13), melakukan pencurian di rumah EP (22), Rabu (12/6/2013). Padahal, EP merupakan pelanggan HI.

Kapolsek Metro Pasar Minggu Komisaris Adri Desas Furyanto mengatakan, HI biasa berdagang di depan kampus pasca sarjana IPDN di Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. "Korban tinggal tidak jauh dari tempat tersangka berjualan," kata Adri melalui pesan singkatnya, Rabu malam.

Menurut Adri, kejadian ini berawal pada Jumat (7/6/2013), sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, EP memesan pecel lele dari warung HI. EP meminta HI untuk mengantarkan pesanannya ke rumah. Saat itu, HI melihat ada dua telepon genggam milik EP tergeletak di atas meja. Dari situ muncul niat HI untuk mencuri di rumah EP.

Jelang tengah malam, jelas Adri, HI datang ke rumah EP dengan mengajak anaknya, MN. "Anaknya dalam keadaan tertekan dan takut karena diancam tersangka. Kemudian, mereka mencongkel jendela dan mengambil barang milik korban yang saat itu sudah tidur," jelas Adri.

Selama beberapa hari polisi melakukan penyelidikan, hasil penyelidikan mengerucut ke HI, pedagang pecel lele yang biasa datang ke rumah EP. Saat dilakukan pengamatan di rumah HI, ada ditemukan barang milik EP. Dari situ polisi langsung melakukan penangkapan.

"Anak tersangka saat ini sebatas saksi," ucap Adri.

Barang bukti yang disita oleh polisi yaitu satu unit Blackberry serta satu unit iPhone. Total nilai materi barang yang dicuri seluruhnya Rp 7 Juta. Polisi juga mengamankan sebuah obeng yang digunakan untuk mencongkel jendela rumah EP. (LEO/LI)

Sumber: Kompas

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger