Advertise

Pekerja 7 Suku Imbau Pekerja Freeport tak Mogok Kerja

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Badan Komisioner Pemilik Ulayat dan Kerabat Pekerja 7 Suku meminta pekerja tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) tetap tenang dan terus beraktivitas seperti biasa. Hari ini Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (SP-KEP) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Cabang Mimika menginstruksikan aksi mogok kerja untuk seluruh unit kerja PT Freeport Indonesia.

Imbauan dari Badan Komisioner Pemilik Ulayat dan Kerabat Pekerja 7 Suku tertuang dalam surat edaran tertanggal 12 Juni 2013, ditandatangain Humas Pekerja 7 Suku, Jecky Amisin. Surat ini terpasang di papan pengumuman Sekretariat PUK SP-KEP SPSI PTFI di Jalan Budi Utomo, Timika, sejak Kamis (13/6/2013) siang.

Terkait insiden runtuhnya batuan atap terowongan tambang Big Gossan sebulan lalu, menurut Pekerja 7 suku diduga ada faktor kelalaian. Sebanyak 28 orang tewas dalam insiden itu dan 10 orang yang lain cedera. Namun menurut mereka kasus ini sudah dalam proses penyelidikan oleh pihak yang berwenang.

Dalam imbuan tersebut, Pekerja 7 Suku meminta pekerja yang berada di dataran rendah (low land) dari mil 50 hingga Pelabuhan Amamapare untuk bekerja sesuai jadwal kerja. Sementara untuk pekerja di dataran tinggi (high land) khususnya untuk tambang bawah tanah tetap menunggu aktivitas pertambangan kembali normal. "Untuk pekerja tambang terbuka di Grasberg, mari kita running agar produksi seperti sediakala. Tetap bekerja seperti sesuai jadwal, agar tungku api kita bersama tidak sampai padam," jelas Amisin.

Sebelumnya pada 10 Juni lalu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SPSI Kabupaten Mimika mengeluarkan surat instruksi yang ditujukan kepada 21 PUK untuk melakukan mogok kerja. Instruksi ini keluar menyusul selisih pendapat dengan manajemen PTFI terkait permintaan pembebastugasan sementara beberapa pimpinan Divisi/ Departmen PTFI. Pembebastugasan, menurut mereka diperlukan untuk kepentingan investigasi atas insiden Big Gossan.

Dalam instruksi mogok kerja yang direncanakan dilaksanakan mulai Jumat (14/6/2013) hingga batas waktu yang tidak ditentukan, semua ketua-ketua PUK SPKEP SPSI dari PTFI, perusahaan Privatisasi dan Kontraktor, diminta segera menghentikan segala kegiatan operasional perusahaan. Pengecualian hanya untuk pelayanan publik seperti rumah sakit, katering, pembangkit listrik, serta kegiatan transportasi dan logistik. (LEO/LI)

Sumber: Kompas
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Badan Komisioner Pemilik Ulayat dan Kerabat Pekerja 7 Suku meminta pekerja tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) tetap tenang dan terus beraktivitas seperti biasa. Hari ini Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (SP-KEP) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Cabang Mimika menginstruksikan aksi mogok kerja untuk seluruh unit kerja PT Freeport Indonesia.

Imbauan dari Badan Komisioner Pemilik Ulayat dan Kerabat Pekerja 7 Suku tertuang dalam surat edaran tertanggal 12 Juni 2013, ditandatangain Humas Pekerja 7 Suku, Jecky Amisin. Surat ini terpasang di papan pengumuman Sekretariat PUK SP-KEP SPSI PTFI di Jalan Budi Utomo, Timika, sejak Kamis (13/6/2013) siang.

Terkait insiden runtuhnya batuan atap terowongan tambang Big Gossan sebulan lalu, menurut Pekerja 7 suku diduga ada faktor kelalaian. Sebanyak 28 orang tewas dalam insiden itu dan 10 orang yang lain cedera. Namun menurut mereka kasus ini sudah dalam proses penyelidikan oleh pihak yang berwenang.

Dalam imbuan tersebut, Pekerja 7 Suku meminta pekerja yang berada di dataran rendah (low land) dari mil 50 hingga Pelabuhan Amamapare untuk bekerja sesuai jadwal kerja. Sementara untuk pekerja di dataran tinggi (high land) khususnya untuk tambang bawah tanah tetap menunggu aktivitas pertambangan kembali normal. "Untuk pekerja tambang terbuka di Grasberg, mari kita running agar produksi seperti sediakala. Tetap bekerja seperti sesuai jadwal, agar tungku api kita bersama tidak sampai padam," jelas Amisin.

Sebelumnya pada 10 Juni lalu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SPSI Kabupaten Mimika mengeluarkan surat instruksi yang ditujukan kepada 21 PUK untuk melakukan mogok kerja. Instruksi ini keluar menyusul selisih pendapat dengan manajemen PTFI terkait permintaan pembebastugasan sementara beberapa pimpinan Divisi/ Departmen PTFI. Pembebastugasan, menurut mereka diperlukan untuk kepentingan investigasi atas insiden Big Gossan.

Dalam instruksi mogok kerja yang direncanakan dilaksanakan mulai Jumat (14/6/2013) hingga batas waktu yang tidak ditentukan, semua ketua-ketua PUK SPKEP SPSI dari PTFI, perusahaan Privatisasi dan Kontraktor, diminta segera menghentikan segala kegiatan operasional perusahaan. Pengecualian hanya untuk pelayanan publik seperti rumah sakit, katering, pembangkit listrik, serta kegiatan transportasi dan logistik. (LEO/LI)

Sumber: Kompas

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger