Advertise

Selamatkan Pulau Bangka di Minahasa

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Sekitar seratus foto mengenai Pulau Bangka dipamerkan di Manado Town Square sejak tanggal 12 Juni 2013 dengan mengambil tema "Save Bangka". Tema ini diangkat menanggapi ancaman kerusakan lingkungan di pulau yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, tersebut.

"Pulau Bangka menjadi isu penting karena ancaman kerusakan lingkungan terhadap rencana investasi eksplorasi tambang biji besi disana," ujar salah satu fotografer, Wena Regar, Sabtu (15/6/2013).

Keseratus foto tersebut mengambarkan keindahan Pulau Bangka yang masuk dalam wilayah administrasi Minahasa Utara. Berbagai foto lansekap, human intereset dan underwater dipajang dalam partisi dengan latar belakang hitam.

"Foto-foto ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap pulau yang indah tesebut," ujar Donny Datulangi yang foto-fotonya ikut dipajang.

Selain memamerkan foto-foto keindahan Pulau Bangka, di lokasi pameran juga disediakan spanduk putih berukuran besar yang bisa ditandatangani oleh pengunjung yang menolak adanya rencana eksplorasi biji besi di pulau tersebut. Menariknya, selain membubuhkan tanda tangan, para pengunjung juga menuliskan kalimat-kalimat mendukung petisi Save Bangka.

"Pulau Bangka adalah lukisan untuk anak cucu," tulis salah satu pengunjung.

Selain pengunjung lokal, pameran foto Save Bangka yang akan berlangsung hingga 16 Juni ini, juga menarik perhatian beberapa aktivis lingkungan dari luar negeri.

"Beberapa diantara mereka bahkan ikut membubuhkan tanda tangan di petisi 'Save Bangka'," ujar Michael Waleleng, salah satu fotografer yang terlibat.

Sementara itu salah satu panitia pelaksana pameran, Rocky Rogaga menjelaskan bahwa pameran foto tersebut merupakan inisiatif murni mereka para fotografer. Dananya dikumpulkan secara swadaya, termasuk biaya mengunjungi Pulau Bangka sebelum pameran ini.

Sebagian besar masyarakat Pulau Bangka menolak adanya rencana eksplorasi tambang biji besi di pulau indah tersebut. Mereka khawatir selain lingkungan yang akan terganggu, kehidupan sosial warga Bangka juga akan ikut terpengaruh, karena rencananya ada warga di desa tertentu akan direlokasi jika eksplorasi telah berjalan. Pameran foto Save Bangka juga diikuti oleh fotografer underwater, Toar Pantouw, Samuere Mamoto, Veronica Kumurur dan James Timboeleng. (LEO/LI)
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Sekitar seratus foto mengenai Pulau Bangka dipamerkan di Manado Town Square sejak tanggal 12 Juni 2013 dengan mengambil tema "Save Bangka". Tema ini diangkat menanggapi ancaman kerusakan lingkungan di pulau yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, tersebut.

"Pulau Bangka menjadi isu penting karena ancaman kerusakan lingkungan terhadap rencana investasi eksplorasi tambang biji besi disana," ujar salah satu fotografer, Wena Regar, Sabtu (15/6/2013).

Keseratus foto tersebut mengambarkan keindahan Pulau Bangka yang masuk dalam wilayah administrasi Minahasa Utara. Berbagai foto lansekap, human intereset dan underwater dipajang dalam partisi dengan latar belakang hitam.

"Foto-foto ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap pulau yang indah tesebut," ujar Donny Datulangi yang foto-fotonya ikut dipajang.

Selain memamerkan foto-foto keindahan Pulau Bangka, di lokasi pameran juga disediakan spanduk putih berukuran besar yang bisa ditandatangani oleh pengunjung yang menolak adanya rencana eksplorasi biji besi di pulau tersebut. Menariknya, selain membubuhkan tanda tangan, para pengunjung juga menuliskan kalimat-kalimat mendukung petisi Save Bangka.

"Pulau Bangka adalah lukisan untuk anak cucu," tulis salah satu pengunjung.

Selain pengunjung lokal, pameran foto Save Bangka yang akan berlangsung hingga 16 Juni ini, juga menarik perhatian beberapa aktivis lingkungan dari luar negeri.

"Beberapa diantara mereka bahkan ikut membubuhkan tanda tangan di petisi 'Save Bangka'," ujar Michael Waleleng, salah satu fotografer yang terlibat.

Sementara itu salah satu panitia pelaksana pameran, Rocky Rogaga menjelaskan bahwa pameran foto tersebut merupakan inisiatif murni mereka para fotografer. Dananya dikumpulkan secara swadaya, termasuk biaya mengunjungi Pulau Bangka sebelum pameran ini.

Sebagian besar masyarakat Pulau Bangka menolak adanya rencana eksplorasi tambang biji besi di pulau indah tersebut. Mereka khawatir selain lingkungan yang akan terganggu, kehidupan sosial warga Bangka juga akan ikut terpengaruh, karena rencananya ada warga di desa tertentu akan direlokasi jika eksplorasi telah berjalan. Pameran foto Save Bangka juga diikuti oleh fotografer underwater, Toar Pantouw, Samuere Mamoto, Veronica Kumurur dan James Timboeleng. (LEO/LI)

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger