Advertise

Perkantoran Serpong Tembus Rp 17 Juta Per meter Persegi

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Kawasan Serpong memang bukan CBD Jakarta. Namun, saat harga ruang perkantoran di sana sudah selangit, maka ruang-ruang perkantoran di kawasan non CBD seperti Simatupang, Pondok Indah dan Serpong menjadi pilihan.

Untuk diketahui, harga sewa ruang perkantoran CBD Jakarta sudah berada pada kisaran Rp 300.000 per meter persegi. Harga ini tidak termasuk biaya servis. Sementara harga perkantoran strata menembus angka Rp 50 juta per meter persegi.

Nah, masalahnya, tidak semua perusahaan atau pebisnis sanggup mengeluarkan biaya sebesar itu. Di sisi lain, mereka dihadapkan pada kebutuhan ruang kantor yang representatif guna mendukung aksi ekspansi perusahaan. Oleh karena itu, mudah dimafhumi jika di kawasan non CBD seperti Simatupang dan Pondok Indah, konstruksi perkantoran sangat aktif.

Harga jualnya jauh lebih rendah ketimbang di CBD Jakarta. Saat ini ruang perkantoran di Simatupang dan Pondok Indah mencapai Rp 25 juta hingga Rp 27 juta per meter persegi. Sedangkan harga sewanya sekitar Rp 150.000 sampai Rp 200.000 per meter persegi.

Menurut Director Office Service Colliers International Indonesia, Bagus Adikusumo, harga jual dan sewa perkantoran di koridor Simatupang dan Pondok Indah menjadi moderat ketika dikaitkan dengan skala bisnis dan ekspansi perusahaan.

"Peminatnya adalah perusahaan dan pebisnis yang mengalihkan transaksi dari CBD Jakarta. Fenomena serupa mulai menggejala di koridor Simatupang dan Pondok Indah. Harganya melonjak lebih dari 30 persen. Sementara pasok terbatas," jelas Bagus kepada Kompas.com, di Tangerang, Sabtu (15/6/2013).

Ketika pasok di kedua kawasan tersebut habis, sementara permintaan tak terakomodasi, Serpong pun menjadi alternatif. Namun sayangnya pasok ruang perkantoran siap pakai di sini juga terbatas. Hanya terdapat beberapa gedung perkantoran di BSD City. Itu pun sudah diokupasi oleh beberapa perusahaan besar.

Defisit ruang perkantoran tersebut kemudian dimanfaatkan Merdeka Ronov Indonesia. Mereka membangun Associate Tower setinggi 19 lantai dengan luas bangunan 15.000 meter persegi. Perkantoran ini berada dalam pengembangan multiguna Intermark senilai Rp 700 miliar. Intermark mencakup perkantoran, apartemen, hotel, dan ruang konvensi.

Saat peluncuran perdana awal tahun ini, Associate Tower ditawarkan seharga Rp 15 juta per meter persegi. Harga ini berubah menjadi Rp 17 juta per meter persegi, seiring dengan mengalirnya permintaan dari beberapa perusahaan pertambangan dan komunikasi.

Menurut COO Merdeka Ronov Indonesia, Ronaldo Maukar, kinerja penjualan Associate Tower per Mei 2013 terserap lima lantai. Sementara apartemennya terjual 80 persen dengan volume omset Rp 180 miliar. (RIANITA)
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Kawasan Serpong memang bukan CBD Jakarta. Namun, saat harga ruang perkantoran di sana sudah selangit, maka ruang-ruang perkantoran di kawasan non CBD seperti Simatupang, Pondok Indah dan Serpong menjadi pilihan.

Untuk diketahui, harga sewa ruang perkantoran CBD Jakarta sudah berada pada kisaran Rp 300.000 per meter persegi. Harga ini tidak termasuk biaya servis. Sementara harga perkantoran strata menembus angka Rp 50 juta per meter persegi.

Nah, masalahnya, tidak semua perusahaan atau pebisnis sanggup mengeluarkan biaya sebesar itu. Di sisi lain, mereka dihadapkan pada kebutuhan ruang kantor yang representatif guna mendukung aksi ekspansi perusahaan. Oleh karena itu, mudah dimafhumi jika di kawasan non CBD seperti Simatupang dan Pondok Indah, konstruksi perkantoran sangat aktif.

Harga jualnya jauh lebih rendah ketimbang di CBD Jakarta. Saat ini ruang perkantoran di Simatupang dan Pondok Indah mencapai Rp 25 juta hingga Rp 27 juta per meter persegi. Sedangkan harga sewanya sekitar Rp 150.000 sampai Rp 200.000 per meter persegi.

Menurut Director Office Service Colliers International Indonesia, Bagus Adikusumo, harga jual dan sewa perkantoran di koridor Simatupang dan Pondok Indah menjadi moderat ketika dikaitkan dengan skala bisnis dan ekspansi perusahaan.

"Peminatnya adalah perusahaan dan pebisnis yang mengalihkan transaksi dari CBD Jakarta. Fenomena serupa mulai menggejala di koridor Simatupang dan Pondok Indah. Harganya melonjak lebih dari 30 persen. Sementara pasok terbatas," jelas Bagus kepada Kompas.com, di Tangerang, Sabtu (15/6/2013).

Ketika pasok di kedua kawasan tersebut habis, sementara permintaan tak terakomodasi, Serpong pun menjadi alternatif. Namun sayangnya pasok ruang perkantoran siap pakai di sini juga terbatas. Hanya terdapat beberapa gedung perkantoran di BSD City. Itu pun sudah diokupasi oleh beberapa perusahaan besar.

Defisit ruang perkantoran tersebut kemudian dimanfaatkan Merdeka Ronov Indonesia. Mereka membangun Associate Tower setinggi 19 lantai dengan luas bangunan 15.000 meter persegi. Perkantoran ini berada dalam pengembangan multiguna Intermark senilai Rp 700 miliar. Intermark mencakup perkantoran, apartemen, hotel, dan ruang konvensi.

Saat peluncuran perdana awal tahun ini, Associate Tower ditawarkan seharga Rp 15 juta per meter persegi. Harga ini berubah menjadi Rp 17 juta per meter persegi, seiring dengan mengalirnya permintaan dari beberapa perusahaan pertambangan dan komunikasi.

Menurut COO Merdeka Ronov Indonesia, Ronaldo Maukar, kinerja penjualan Associate Tower per Mei 2013 terserap lima lantai. Sementara apartemennya terjual 80 persen dengan volume omset Rp 180 miliar. (RIANITA)

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger