Advertise

Dianggap Sebarkan Kebencian Agama China Penjarakan 11 Orang

Bengkalis PosSeorang perempuan Uighur berteriak di depan pasukan paramiliter China di ibu kota wilayah otonomi Uighur, Urumqi pada Juli 2009. Aksi unjuk rasa dan kekerasan kerap terjadi di Xinjiang karena warga Uighur merasa disisihkan oleh etnis Han yang adalah pendatang. | AP/Ng Han Guan

Bengkalis Pos
~ Kerusuhan anti-pemerintah beberapa kali terjadi di Xinjiang, sebagian di antaranya karena terpinggirnya warga Uighur oleh migran Han yang membanjiri kawasan itu dalam beberapa puluh tahun terakhir.

China menghukum penjara 11 orang dengan hukuman maksimal enam tahun karena kejahatan menyangkut penyebaran kebencian etnik dan agama di Xinjiang, Kamis (20/6/2013). Hukuman terlama dijatuhkan kepada seorang pria yang dituduh menggunakan internet untuk menyebarkan jihad.

Pria lain dituduh memasuki rumah-rumah orang dan memecah televisi dalam kerusuhan berbau agama. Para terpidana disebutkan dari kelopok Uighur, suku minoritas Muslim di Xinjiang. Hukuman terhadap mereka dijatuhkan menjelang peringatan keempat kerusuhan etnik di Xinjiang.

Demonstrasi anti-pemerintah empat tahun lalu diredam dengan kekuatan militer. Surat kabar resmi kementerian kehakiman, Legal, menyebutkan Aihetaimu Heli, diganjar hukuman paling berat karena berupaya menyebarkan jihad.

Keamanan diperketat

Kerusuhan anti-pemerintah beberapa kali terjadi di Xinjiang, sebagian di antaranya karena terpinggirnya warga Uighur oleh migran Han yang membanjiri kawasan itu dalam beberapa puluh tahun terakhir.

Warga Uighur juga dibatasi kehidupan sosial dan budayanya di kawasan itu. Keamanan diperketat di kawasan Xinjiang, terutama di ibukota Urumqi menjelang peringatan kerusuhan pada bulan Juli.

Sekitar 200 orang tewas dalam kerusuhan yang bermula dari serangan warga Uighur terhadap penduduk Han, dan diikuti dengan serangan balasan. Pemerintah Cina mengatakan kerusuhan itu dikoordinasikan melalui pesan SMS dan blog.

Menyusul kerusuhan itu, pemerintah meningkatkan pengawasan atas materi online yang dianggap mengancam terutama bahan-bahan ekstremis yang diproduksi di luar negeri. (LEO/LI)

Sumber: BBC Indonesia
Bengkalis PosSeorang perempuan Uighur berteriak di depan pasukan paramiliter China di ibu kota wilayah otonomi Uighur, Urumqi pada Juli 2009. Aksi unjuk rasa dan kekerasan kerap terjadi di Xinjiang karena warga Uighur merasa disisihkan oleh etnis Han yang adalah pendatang. | AP/Ng Han Guan

Bengkalis Pos
~ Kerusuhan anti-pemerintah beberapa kali terjadi di Xinjiang, sebagian di antaranya karena terpinggirnya warga Uighur oleh migran Han yang membanjiri kawasan itu dalam beberapa puluh tahun terakhir.

China menghukum penjara 11 orang dengan hukuman maksimal enam tahun karena kejahatan menyangkut penyebaran kebencian etnik dan agama di Xinjiang, Kamis (20/6/2013). Hukuman terlama dijatuhkan kepada seorang pria yang dituduh menggunakan internet untuk menyebarkan jihad.

Pria lain dituduh memasuki rumah-rumah orang dan memecah televisi dalam kerusuhan berbau agama. Para terpidana disebutkan dari kelopok Uighur, suku minoritas Muslim di Xinjiang. Hukuman terhadap mereka dijatuhkan menjelang peringatan keempat kerusuhan etnik di Xinjiang.

Demonstrasi anti-pemerintah empat tahun lalu diredam dengan kekuatan militer. Surat kabar resmi kementerian kehakiman, Legal, menyebutkan Aihetaimu Heli, diganjar hukuman paling berat karena berupaya menyebarkan jihad.

Keamanan diperketat

Kerusuhan anti-pemerintah beberapa kali terjadi di Xinjiang, sebagian di antaranya karena terpinggirnya warga Uighur oleh migran Han yang membanjiri kawasan itu dalam beberapa puluh tahun terakhir.

Warga Uighur juga dibatasi kehidupan sosial dan budayanya di kawasan itu. Keamanan diperketat di kawasan Xinjiang, terutama di ibukota Urumqi menjelang peringatan kerusuhan pada bulan Juli.

Sekitar 200 orang tewas dalam kerusuhan yang bermula dari serangan warga Uighur terhadap penduduk Han, dan diikuti dengan serangan balasan. Pemerintah Cina mengatakan kerusuhan itu dikoordinasikan melalui pesan SMS dan blog.

Menyusul kerusuhan itu, pemerintah meningkatkan pengawasan atas materi online yang dianggap mengancam terutama bahan-bahan ekstremis yang diproduksi di luar negeri. (LEO/LI)

Sumber: BBC Indonesia

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger