Advertise

Hanya PKL Ber-KTP Jakarta Boleh Pindah ke Blok G Tanah Abang

Bengkalis PosLapak-lapak pedagang kaki lima kembali memenuhi Jalan Kebon Jati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (7/6/2013). Lokasi itu sebelumnya telah dibersihkan dari para pedagang pada Rabu (5/6/2013). | Bengkalis Pos/Rianita

Bengkalis Pos
~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memindahkan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di luar Pasar Tanah Abang untuk dimasukkan ke dalam Blok G Tanah Abang. Karena tempat terbatas, hanya PKL yang memiliki KTP DKI Jakarta yang boleh menempati kios di Blok G.

"Yang boleh berdagang di dalam minimal yang ber-KTP DKI. Kalau tidak punya, ya tidak boleh, karena nanti terlalu penuh," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, di Balaikota Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Sementara itu, Kepala PD Pasar Jaya, Djangga Lubis, mengatakan, pihaknya siap menampung PKL di lahan mereka yang kosong. Kawasan Blok G Tanah Abang itu, kata dia, sudah dibersihkan dan diperbaiki agar layak untuk ditempati PKL.

"Yang jadi masalah, Blok G itu tidak bisa menampung semua PKL. Karena kapasitasnya cuma 1.200 PKL. Sesuai arahan Pak Wagub, PKL yang ber-KTP DKI yang menjadi prioritas. Kalau tempatnya masih muat, baru nanti kita undi untuk yang lain," kata Djangga.

Pemindahan PKL dari badan jalan ke dalam pasar bertujuan mengatasi kemacetan di jalan sekitar Pasar Tanah Abang.

Menurut Udar, selama dua pekan terakhir, Dishub DKI Jakarta, Satpol PP, Kepolisian, Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI, dan PD Pasar Jaya telah berusaha menertibkan PKL di badan jalan sekitar Pasar Tanah Abang. Namun, Udar melanjutkan, dengan keadaan sekarang, keruwetan di jalan sekitar Pasar Tanah Abang sulit diatasi. (RIANITA)
Bengkalis PosLapak-lapak pedagang kaki lima kembali memenuhi Jalan Kebon Jati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (7/6/2013). Lokasi itu sebelumnya telah dibersihkan dari para pedagang pada Rabu (5/6/2013). | Bengkalis Pos/Rianita

Bengkalis Pos
~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memindahkan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di luar Pasar Tanah Abang untuk dimasukkan ke dalam Blok G Tanah Abang. Karena tempat terbatas, hanya PKL yang memiliki KTP DKI Jakarta yang boleh menempati kios di Blok G.

"Yang boleh berdagang di dalam minimal yang ber-KTP DKI. Kalau tidak punya, ya tidak boleh, karena nanti terlalu penuh," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, di Balaikota Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Sementara itu, Kepala PD Pasar Jaya, Djangga Lubis, mengatakan, pihaknya siap menampung PKL di lahan mereka yang kosong. Kawasan Blok G Tanah Abang itu, kata dia, sudah dibersihkan dan diperbaiki agar layak untuk ditempati PKL.

"Yang jadi masalah, Blok G itu tidak bisa menampung semua PKL. Karena kapasitasnya cuma 1.200 PKL. Sesuai arahan Pak Wagub, PKL yang ber-KTP DKI yang menjadi prioritas. Kalau tempatnya masih muat, baru nanti kita undi untuk yang lain," kata Djangga.

Pemindahan PKL dari badan jalan ke dalam pasar bertujuan mengatasi kemacetan di jalan sekitar Pasar Tanah Abang.

Menurut Udar, selama dua pekan terakhir, Dishub DKI Jakarta, Satpol PP, Kepolisian, Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI, dan PD Pasar Jaya telah berusaha menertibkan PKL di badan jalan sekitar Pasar Tanah Abang. Namun, Udar melanjutkan, dengan keadaan sekarang, keruwetan di jalan sekitar Pasar Tanah Abang sulit diatasi. (RIANITA)

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger