Advertise

Kapolda Papua: Kerusuhan Oksibil Karena Miras dan Togel

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Aktivitas warga di Kota Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, sudah kembali normal setelah kerusuhan yang berujung pembakaran Markas Kepolisian Resor Pegunungan Bintang pada Minggu (16/6/2013). Pemicu kerusuhan itu diduga resistensi terhadap penindakan peredaran minuman keras (miras) dan toto gelap (togel).

"Kegiatan perkantoran, pasar, dan aktivitas perdagangan sudah normal sejak Selasa," kata John, warga setempat, saat dihubungi melalui telepon, Rabu (19/6/2013). Hal senada diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol Tito Karnavian.

Tito mengatakan situasi sudah kondusif dan telah diadakan dialog dengan semua pihak yang dipimpin Bupati Pegunungan Bintang. Pertemuan dihadiri tokoh masyarakat, tokoh adat dan gereja, serta kelompok pemuda.

Menurut Tito permasalahan utama di Kabupaten Pegunungan Bintang adalah maraknya peredaran minuman beralkohol alias minuman keras (miras) dan perjudian toto gelap (togel). Terkait kedua permasalahan ini, tokoh masyarakat dan gereja, khususnya dari kalangan tua menurut Tito menghendaki Kepolisian melakukan tindakan penegakan hukum.

"Namun tidak semua sepakat dengan kemauan dari tokoh masyarakat ini, khususnya dari kalangan pemuda yang berdalih harus terlebih dahulu dilakukan sosialisasi," urai Tito, Rabu (19/6/2013) siang. Kerusuhan di Oksibil, Pegunungan Bintang, tutur Tito, bermula dari isu yang beredar di tengah masyarakat bahwa ada seorang warga yang mabuk ditembak mati oleh polisi.

"Karena terus berkembang dan mungkin ada provokasi berujung aksi massa ke Mapolres," ujar Tito. Dia pun menegaskan tak ada tembakan yang dikeluarkan petugas polisi ke arah massa. Justru, kata dia, polisi dan tokoh masyarakat berupaya menenangkan massa.

Tapi, lanjut Tito, massa yang didominasi anak-anak muda tidak mau mendengar kata para tokoh masyarakatnya. Apalagi, kata dia, para pemuda itu tak sepakat dengan pemberantasan miras dan togel.

Menurut Tito, tim Polda Papua yang berangkat ke Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang akan melakukan sosialisasi. Selain menegaskan tidak ada penembakan aparat pada pemuda yang sedang mabuk, kata dia, sosialisasi juga akan menggali masukan masyarakat terkait peredaran miras dan togel di Oksibil.

"Dalam pertemuan tersebut, akhirnya dicapai kesepakatan untuk melakukan penegakan hukum dan meminta agar aparat pun harus konsisten. Jangan sampai aparat menindak tapi justru mereka yang mengkonsumsi miras," papar Tito.

Tito pun berharap pemerintah daerah merangkul semua lapisan masyarakat dan melakukan sosialisasi kesepakatan penegakan hukum untuk peredaran miras dan togel ini. "Sehingga tidak ada pihak yang resisten," kata dia. Selain itu Tito juga berharap pemerintah menyiapkan wadah penyaluran kegiatan bagi pemuda, misalnya kegiatan olah raga.

Saat ini, kegiatan kepolisian di Oksibil sudah kembali normal. Untuk sementara para petugas polisi menempati gedung guess house yang dipinjamkan pemerintah daerah. "Mapolres yang lama pun juga merupakan gedung hibah dari pmda pada 2005," aku Tito. Pembangunan kembali mapolres lama akan dilakukan menggunakan anggaran Pemda Oksibil dan diupayakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua.

Terkait kerusuhan, Minggu, Tito mengatakan sudah 6 orang ditetapkan sebagai tersangka. Pembakaran Mapolres Pegunungan Bintang bersama puluhan kendaraan berawal saat Briptu AK berusaha menangkap Leo Almon, seorang warga yang sedang mabuk dan berusaha merusak motor milik AK.

Saat akan menangkap Leo, terjadi perkelahian yang berujung Leo harus dilarikan ke Rumah Sakit setempat. Isu yang berkembang di masyarakat adalah Leo tewas dianiaya anggota Polres Pegunungan Bintang.

Isu ini memicu kemarahan 300-an orang warga Kampung Daboldi, Distrik Kolomdol, Kabupaten Pegunungan Bintang. Sekitar pukul 11.00 WIT ratusan massa bersenjata tajam tradisional menyerang Mapolres Pegunungan Bintang. (RIANITA)
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Aktivitas warga di Kota Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, sudah kembali normal setelah kerusuhan yang berujung pembakaran Markas Kepolisian Resor Pegunungan Bintang pada Minggu (16/6/2013). Pemicu kerusuhan itu diduga resistensi terhadap penindakan peredaran minuman keras (miras) dan toto gelap (togel).

"Kegiatan perkantoran, pasar, dan aktivitas perdagangan sudah normal sejak Selasa," kata John, warga setempat, saat dihubungi melalui telepon, Rabu (19/6/2013). Hal senada diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol Tito Karnavian.

Tito mengatakan situasi sudah kondusif dan telah diadakan dialog dengan semua pihak yang dipimpin Bupati Pegunungan Bintang. Pertemuan dihadiri tokoh masyarakat, tokoh adat dan gereja, serta kelompok pemuda.

Menurut Tito permasalahan utama di Kabupaten Pegunungan Bintang adalah maraknya peredaran minuman beralkohol alias minuman keras (miras) dan perjudian toto gelap (togel). Terkait kedua permasalahan ini, tokoh masyarakat dan gereja, khususnya dari kalangan tua menurut Tito menghendaki Kepolisian melakukan tindakan penegakan hukum.

"Namun tidak semua sepakat dengan kemauan dari tokoh masyarakat ini, khususnya dari kalangan pemuda yang berdalih harus terlebih dahulu dilakukan sosialisasi," urai Tito, Rabu (19/6/2013) siang. Kerusuhan di Oksibil, Pegunungan Bintang, tutur Tito, bermula dari isu yang beredar di tengah masyarakat bahwa ada seorang warga yang mabuk ditembak mati oleh polisi.

"Karena terus berkembang dan mungkin ada provokasi berujung aksi massa ke Mapolres," ujar Tito. Dia pun menegaskan tak ada tembakan yang dikeluarkan petugas polisi ke arah massa. Justru, kata dia, polisi dan tokoh masyarakat berupaya menenangkan massa.

Tapi, lanjut Tito, massa yang didominasi anak-anak muda tidak mau mendengar kata para tokoh masyarakatnya. Apalagi, kata dia, para pemuda itu tak sepakat dengan pemberantasan miras dan togel.

Menurut Tito, tim Polda Papua yang berangkat ke Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang akan melakukan sosialisasi. Selain menegaskan tidak ada penembakan aparat pada pemuda yang sedang mabuk, kata dia, sosialisasi juga akan menggali masukan masyarakat terkait peredaran miras dan togel di Oksibil.

"Dalam pertemuan tersebut, akhirnya dicapai kesepakatan untuk melakukan penegakan hukum dan meminta agar aparat pun harus konsisten. Jangan sampai aparat menindak tapi justru mereka yang mengkonsumsi miras," papar Tito.

Tito pun berharap pemerintah daerah merangkul semua lapisan masyarakat dan melakukan sosialisasi kesepakatan penegakan hukum untuk peredaran miras dan togel ini. "Sehingga tidak ada pihak yang resisten," kata dia. Selain itu Tito juga berharap pemerintah menyiapkan wadah penyaluran kegiatan bagi pemuda, misalnya kegiatan olah raga.

Saat ini, kegiatan kepolisian di Oksibil sudah kembali normal. Untuk sementara para petugas polisi menempati gedung guess house yang dipinjamkan pemerintah daerah. "Mapolres yang lama pun juga merupakan gedung hibah dari pmda pada 2005," aku Tito. Pembangunan kembali mapolres lama akan dilakukan menggunakan anggaran Pemda Oksibil dan diupayakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua.

Terkait kerusuhan, Minggu, Tito mengatakan sudah 6 orang ditetapkan sebagai tersangka. Pembakaran Mapolres Pegunungan Bintang bersama puluhan kendaraan berawal saat Briptu AK berusaha menangkap Leo Almon, seorang warga yang sedang mabuk dan berusaha merusak motor milik AK.

Saat akan menangkap Leo, terjadi perkelahian yang berujung Leo harus dilarikan ke Rumah Sakit setempat. Isu yang berkembang di masyarakat adalah Leo tewas dianiaya anggota Polres Pegunungan Bintang.

Isu ini memicu kemarahan 300-an orang warga Kampung Daboldi, Distrik Kolomdol, Kabupaten Pegunungan Bintang. Sekitar pukul 11.00 WIT ratusan massa bersenjata tajam tradisional menyerang Mapolres Pegunungan Bintang. (RIANITA)

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger