Advertise

Menhub: Kenaikan Tarif Angkot Tak Lebih 15 Persen

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, tarif angkutan umum bersubsidi tidak akan naik setelah harga baru bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berlaku. Namun, kenaikan tarif akan terjadi di angkutan umum komersial.

Jika tidak naik, kata Mangindaan, perusahaan angkutan komersial akan bangkrut lantaran 36 persen dari total pengeluaran berasal dari bahan bakar. Namun, ia berharap kenaikan tarif tersebut nantinya tidak sampai di atas 15 persen.

Saat ini, pihaknya tengah membahas untuk menetapkan batas atas tarif. "Supaya tidak berpengaruh pada inflasi, jangan di atas 15 persen," kata Mangindaan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (20/6/2013).

Mangindaan yakin kenaikan tarif angkutan komersial nantinya tidak akan terlalu tinggi lantaran persaingan yang ketat. Jika terlalu tinggi, tentu penumpang enggan menggunakan.

"Hitungnya kan per kilometer per orang. Misalnya sekarang Rp 500 per kilometer per orang, kalau naik 10 persen cuma naik Rp 50. Kalau 100 kilometer, baru Rp 5.000," pungkas politisi Partai Demokrat itu.

Seperti diberitakan, pemerintah akan menaikkan premium menjadi Rp 6.500 per liter dan solar Rp 5.500 per liter. Rencananya, harga baru itu akan berlaku Sabtu dini hari. (LEO/LI)
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, tarif angkutan umum bersubsidi tidak akan naik setelah harga baru bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berlaku. Namun, kenaikan tarif akan terjadi di angkutan umum komersial.

Jika tidak naik, kata Mangindaan, perusahaan angkutan komersial akan bangkrut lantaran 36 persen dari total pengeluaran berasal dari bahan bakar. Namun, ia berharap kenaikan tarif tersebut nantinya tidak sampai di atas 15 persen.

Saat ini, pihaknya tengah membahas untuk menetapkan batas atas tarif. "Supaya tidak berpengaruh pada inflasi, jangan di atas 15 persen," kata Mangindaan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (20/6/2013).

Mangindaan yakin kenaikan tarif angkutan komersial nantinya tidak akan terlalu tinggi lantaran persaingan yang ketat. Jika terlalu tinggi, tentu penumpang enggan menggunakan.

"Hitungnya kan per kilometer per orang. Misalnya sekarang Rp 500 per kilometer per orang, kalau naik 10 persen cuma naik Rp 50. Kalau 100 kilometer, baru Rp 5.000," pungkas politisi Partai Demokrat itu.

Seperti diberitakan, pemerintah akan menaikkan premium menjadi Rp 6.500 per liter dan solar Rp 5.500 per liter. Rencananya, harga baru itu akan berlaku Sabtu dini hari. (LEO/LI)

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger