Advertise

Pangkalan Militer AS di Kirgistan Tutup Tahun Depan

Bengkalis Pos Pasukan AS di Pangkalan Udara Manas, Kirgistan sebelum diberangkatkan menuju Afganistan. | VYACHESLAV OSELEDKO / AFP

Bengkalis Pos
~ Pemerintah Kirgistan, Kamis (20/6/2013), memberi batas waktu hingga 11 Juli 2014 untuk penutupan pangkalan udara AS di Manas.

Pangkalan udara ini adalah pos penting bagi pasokan logistik dan pengiriman pasukan AS ke Afganistan. Namun, seiring penarikan mundur pasukan asing di Afganistan maka keberadaan pangkalan itu dinilai sudah tidak penting lagi.

Langkah Kirgistan ini menjadi berita menyenangkan bagi Rusia yang bersaing dengan Barat dan China untuk menancapkan pengaruhnya di kawasan yang kaya sumber daya alam itu.

Pusat Transit Militer Manas yang terletak tak jauh dari ibu kota Bishkek itu dihuni 1.000 personel militer AS dan sudah beroperasi sejak akhir 2001.

Pemerintah Kirgistan mengatakan langkah meminta AS menutup pangkalannya itu merupakan lanjutan dari keputusan parlemen negeri itu yang menilai fungsi fasilitas militer AS itu di masa depan tidak terlalu bermanfaat.

Tak lama setelah serangan 11 September 2001, Rusia menyatakan tidak keberatan jika AS dan sekutunya menggunakan kawasan Asia Tengah eks wilayah Uni Soviet menjadi basis perhentian sementara pasukan dan logistik yang akan dikirim ke Afganistan.

Namun, Kremlin kemudian menjadi khawatir dengan kehadiran militer asing di wilayah yang dahulu pernah menjadi "halaman belakangnya" itu.

Secara politis, Presiden Kirgistan Almazbek Atambayev, yang terpilih pada 2011, lebih memilih mendekatkan negerinya ke Rusia dan berulang kali memastikan kepada Moskwa bahwa pangkalan AU Amerika Serikat di negerinya akan ditutup pada 2014.

Atambayev akan berupaya keras menepati janjinya, apalagi dalam kunjungannya ke Bishkek, September tahun lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji akan menghapus utang Kirgistan sebesar 500 juta dollar AS.

Namun, penghapusan utang itu harus dibarengi imbalan berupa kesepakatan yang memperpanjang pengaruh militer dan ekonomi Moskwa di kawasan yang secara politis sangat rentan ini.

Salah satu bagian kesepakatan itu adalah perpanjangan masa sewa 15 tahun pangkalan militer Kant milik Rusia di luar ibu kota Bishkek.

Sebenarnya, menutup pangkalan Manas juga tak sepenuhnya menguntungkan bagi Kirgistan. Jika ditutup, maka Kirgistan akan kehilangan uang sewa 60 juta dollar setahun.

Selain itu, berbagai manfaat tidak langsung dari keberadaan pangkalan itu juga dipastikan hilang. (LEO/LI)

Sumber: Reuters
Bengkalis Pos Pasukan AS di Pangkalan Udara Manas, Kirgistan sebelum diberangkatkan menuju Afganistan. | VYACHESLAV OSELEDKO / AFP

Bengkalis Pos
~ Pemerintah Kirgistan, Kamis (20/6/2013), memberi batas waktu hingga 11 Juli 2014 untuk penutupan pangkalan udara AS di Manas.

Pangkalan udara ini adalah pos penting bagi pasokan logistik dan pengiriman pasukan AS ke Afganistan. Namun, seiring penarikan mundur pasukan asing di Afganistan maka keberadaan pangkalan itu dinilai sudah tidak penting lagi.

Langkah Kirgistan ini menjadi berita menyenangkan bagi Rusia yang bersaing dengan Barat dan China untuk menancapkan pengaruhnya di kawasan yang kaya sumber daya alam itu.

Pusat Transit Militer Manas yang terletak tak jauh dari ibu kota Bishkek itu dihuni 1.000 personel militer AS dan sudah beroperasi sejak akhir 2001.

Pemerintah Kirgistan mengatakan langkah meminta AS menutup pangkalannya itu merupakan lanjutan dari keputusan parlemen negeri itu yang menilai fungsi fasilitas militer AS itu di masa depan tidak terlalu bermanfaat.

Tak lama setelah serangan 11 September 2001, Rusia menyatakan tidak keberatan jika AS dan sekutunya menggunakan kawasan Asia Tengah eks wilayah Uni Soviet menjadi basis perhentian sementara pasukan dan logistik yang akan dikirim ke Afganistan.

Namun, Kremlin kemudian menjadi khawatir dengan kehadiran militer asing di wilayah yang dahulu pernah menjadi "halaman belakangnya" itu.

Secara politis, Presiden Kirgistan Almazbek Atambayev, yang terpilih pada 2011, lebih memilih mendekatkan negerinya ke Rusia dan berulang kali memastikan kepada Moskwa bahwa pangkalan AU Amerika Serikat di negerinya akan ditutup pada 2014.

Atambayev akan berupaya keras menepati janjinya, apalagi dalam kunjungannya ke Bishkek, September tahun lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji akan menghapus utang Kirgistan sebesar 500 juta dollar AS.

Namun, penghapusan utang itu harus dibarengi imbalan berupa kesepakatan yang memperpanjang pengaruh militer dan ekonomi Moskwa di kawasan yang secara politis sangat rentan ini.

Salah satu bagian kesepakatan itu adalah perpanjangan masa sewa 15 tahun pangkalan militer Kant milik Rusia di luar ibu kota Bishkek.

Sebenarnya, menutup pangkalan Manas juga tak sepenuhnya menguntungkan bagi Kirgistan. Jika ditutup, maka Kirgistan akan kehilangan uang sewa 60 juta dollar setahun.

Selain itu, berbagai manfaat tidak langsung dari keberadaan pangkalan itu juga dipastikan hilang. (LEO/LI)

Sumber: Reuters

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger