Advertise

Protes Pengangkatan Gubernur Baru, Menteri Pariwisata Mesir Mundur

Bengkalis PosAsap hitam membubung dari ban yang dibakar warga kota Luxor, Mesir, saat melakukan unjuk rasa menentang penunjukan Adel al-Khayat sebagai gubernur baru Luxor. Adel adalah anggota Gamaa Islamiya yang mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan 58 turis asing di Luxor pada 1997. Penunjukan Adel juga mengakibatkan Menteri Pariwisata Mesir Hesham Zazou mengundurkan diri. | Bengkalis Pos/Rianita

Bengkalis Pos
~ Menteri Pariwisata Mesir Hezham Zazou, Rabu (19/6/2013), mengundurkan diri sebagai protes penunjukan gubernur baru Luxor oleh Presiden Muhammad Mursi.

Hesham mengatakan tidak bisa melanjutkan pekerjaannya sebagai menteri pariwisata setelah Presiden Mursi mengangkat Adel al-Khayat, mantan anggota kelompok bersenjata militan Gamaa Islamiya, menjadi Gubernur Luxor.

Kelompok Gamaa Islamiya pada 1997 mengklaim bertanggung jawab atas serangan berdarah di kota wisata Luxor yang menewaskan 58 orang turis asing.

"Perdana Menteri Hesham Qandil menolak pengunduran diri Hesham Zazou dan memerintahkan dia tetap menjabat hingga situasi ini dievaluasi," demikian juru bicara Kementerian Pariwisata Rasha al-Azaizy seperti dikutip kantor berita MENA.

Namun, lanjut Rasha, Zazou bersikukuh tetap mundur jika Al-Khayat tetap menjabat gubernur. Zazou menilai Al-Khayat telah merusak pariwisata Mesir, khususnya Luxor.

Pada Minggu (16/6/2013), Presiden Mursi mengangkat 16 gubernur baru, tujuh di antaranya adalah politisi Ikhwanul Muslimin.

Adel al-Khayat berasal dari Partai Konstruksi dan Pembangunan, sayap politik Gamaa Islamiya yang dituduh mendalangi sejumlah serangan bersenjata pada dekade 1990-an.

Dalam pernyataan resminya seusai dilantik menjadi gubernur, Al-Khayat mengatakan prioritas utamanya sebagai Gubernur Luxor adalah menarik kembali wisatawan ke kota kuno tersebut.

Namun, koalisi kelompok oposisi, serikat dagang, dan pekerja wisata mengancam akan menutup semua kuil-kuil Firaun dan lokasi wisata Luxor jika Al-Khayat tetap menjadi gubernur.

Pada Selasa (18/6/2013), warga sejumlah kota di delta Sungai Nil menggelar aksi unjuk rasa menentang gubernur baru ini. Aksi itu berujung bentrok dengan aparat dan mengakibatkan 26 orang terluka. (RIANITA)

Sumber: AFP
Bengkalis PosAsap hitam membubung dari ban yang dibakar warga kota Luxor, Mesir, saat melakukan unjuk rasa menentang penunjukan Adel al-Khayat sebagai gubernur baru Luxor. Adel adalah anggota Gamaa Islamiya yang mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan 58 turis asing di Luxor pada 1997. Penunjukan Adel juga mengakibatkan Menteri Pariwisata Mesir Hesham Zazou mengundurkan diri. | Bengkalis Pos/Rianita

Bengkalis Pos
~ Menteri Pariwisata Mesir Hezham Zazou, Rabu (19/6/2013), mengundurkan diri sebagai protes penunjukan gubernur baru Luxor oleh Presiden Muhammad Mursi.

Hesham mengatakan tidak bisa melanjutkan pekerjaannya sebagai menteri pariwisata setelah Presiden Mursi mengangkat Adel al-Khayat, mantan anggota kelompok bersenjata militan Gamaa Islamiya, menjadi Gubernur Luxor.

Kelompok Gamaa Islamiya pada 1997 mengklaim bertanggung jawab atas serangan berdarah di kota wisata Luxor yang menewaskan 58 orang turis asing.

"Perdana Menteri Hesham Qandil menolak pengunduran diri Hesham Zazou dan memerintahkan dia tetap menjabat hingga situasi ini dievaluasi," demikian juru bicara Kementerian Pariwisata Rasha al-Azaizy seperti dikutip kantor berita MENA.

Namun, lanjut Rasha, Zazou bersikukuh tetap mundur jika Al-Khayat tetap menjabat gubernur. Zazou menilai Al-Khayat telah merusak pariwisata Mesir, khususnya Luxor.

Pada Minggu (16/6/2013), Presiden Mursi mengangkat 16 gubernur baru, tujuh di antaranya adalah politisi Ikhwanul Muslimin.

Adel al-Khayat berasal dari Partai Konstruksi dan Pembangunan, sayap politik Gamaa Islamiya yang dituduh mendalangi sejumlah serangan bersenjata pada dekade 1990-an.

Dalam pernyataan resminya seusai dilantik menjadi gubernur, Al-Khayat mengatakan prioritas utamanya sebagai Gubernur Luxor adalah menarik kembali wisatawan ke kota kuno tersebut.

Namun, koalisi kelompok oposisi, serikat dagang, dan pekerja wisata mengancam akan menutup semua kuil-kuil Firaun dan lokasi wisata Luxor jika Al-Khayat tetap menjadi gubernur.

Pada Selasa (18/6/2013), warga sejumlah kota di delta Sungai Nil menggelar aksi unjuk rasa menentang gubernur baru ini. Aksi itu berujung bentrok dengan aparat dan mengakibatkan 26 orang terluka. (RIANITA)

Sumber: AFP

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger