Advertise

Spesies Kura-Kura Ini Mulai Langka dan Terancam Punah

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Kura-kura tempurung lunak yang hidup di Tripureswari Temple, Tripura, India, menghadapi ancaman kepunahan. Kura-kura jenis Nilssonia nigricans ini hanya ditemukan di India dan Bangladesh.

Diberitakan dari Thehindu, Rabu (19/6/2013), International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengklasifikasi bahwa spesies yang dikenal sebagai kura-kura Bostami ini telah punah di alam liar. Spesies reptil ini tinggal di wilayah Kalyan Sagar di sisi timur dari kuil.

Kabarnya, hewan langka tersebut tinggal di area seluas 6,4 hektar. Reptil ini datang mencari makanan, yang berupa rempah-rempah dari para pengunjung di warung-warung terdekat. Sebagian dari pengujung memberi makan dengan nasi dan biskuit, sebagai bagian dari ritual.
Spesies Kura-Kura Ini Mulai Langka dan Terancam Punah
Berdasarkan laporan, diketahui sekira tujuh kura-kura dilaporkan mati dalam konstruksi tanggul pada 1998. Para pejabat setempat mengatakan bahwa pengunjung, wisatawan dan peziarah membuang sampah tas plastik setiap hari ke danau.

Sehingga, dampak sampah tersebut diduga sebagai penyebab rusaknya lingkungan tempat tinggal kura-kura Nilssonia nigricans. Sementara itu, dugaan lainnya menyebut adanya masalah genetik sebagai dalam komunitas kecil di sungau atau kolam.

Wikipedia menerangkan, kura-kura Black softshell (Nilssonia nigricans) adalah spesies kura-kura air tawar. Hewan ini mendiami sebuah kolam yang dibuat oleh manusia, dengan populasi sekira 150-300 ekor. Kolam tersebut merupakan bagian dari kuil Hazrat Sultan Bayazid Bastami di Chittagong. (KRP)

Sumber: Thehindu
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Kura-kura tempurung lunak yang hidup di Tripureswari Temple, Tripura, India, menghadapi ancaman kepunahan. Kura-kura jenis Nilssonia nigricans ini hanya ditemukan di India dan Bangladesh.

Diberitakan dari Thehindu, Rabu (19/6/2013), International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengklasifikasi bahwa spesies yang dikenal sebagai kura-kura Bostami ini telah punah di alam liar. Spesies reptil ini tinggal di wilayah Kalyan Sagar di sisi timur dari kuil.

Kabarnya, hewan langka tersebut tinggal di area seluas 6,4 hektar. Reptil ini datang mencari makanan, yang berupa rempah-rempah dari para pengunjung di warung-warung terdekat. Sebagian dari pengujung memberi makan dengan nasi dan biskuit, sebagai bagian dari ritual.
Spesies Kura-Kura Ini Mulai Langka dan Terancam Punah
Berdasarkan laporan, diketahui sekira tujuh kura-kura dilaporkan mati dalam konstruksi tanggul pada 1998. Para pejabat setempat mengatakan bahwa pengunjung, wisatawan dan peziarah membuang sampah tas plastik setiap hari ke danau.

Sehingga, dampak sampah tersebut diduga sebagai penyebab rusaknya lingkungan tempat tinggal kura-kura Nilssonia nigricans. Sementara itu, dugaan lainnya menyebut adanya masalah genetik sebagai dalam komunitas kecil di sungau atau kolam.

Wikipedia menerangkan, kura-kura Black softshell (Nilssonia nigricans) adalah spesies kura-kura air tawar. Hewan ini mendiami sebuah kolam yang dibuat oleh manusia, dengan populasi sekira 150-300 ekor. Kolam tersebut merupakan bagian dari kuil Hazrat Sultan Bayazid Bastami di Chittagong. (KRP)

Sumber: Thehindu

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger