Advertise

Video Youtube Tunjukkan Aksi Manusia Berjalan di Atas Lava

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Sebuah video Youtube menyuguhkan pertunjukan yang mencengangkan. Seorang pria berjalan di atas lava di Gunung Eta, Sicily, Italia.

Dalam video berdurasi 40 detik itu, pria yang mengklaim dirinya "lava art craft worker" ini berjalan cepat di atas saluran dengan lava mengalir. Di dekatnya, rekan pria itu berdiri mengamati.

Setelah orang tersebut menempuh langkah terakhir, tampak api menyala di sepatunya. Namun, pria itu sama sekali tak menunjukkan rasa kesakitan ataupun terluka.

Pertanyaannya sekarang, apakah pertunjukan benar-benar nyata atau hanya rekayasa? Apakah manusia mungkin berjalan di atas lava yang suhunya mencapai ratusan bahkan ribuan derajat Celsius?

Erik Klemetti dari Denis University di Ohio mengungkapkan bahwa ternyata manusia memang mungkin berjalan di atas lava dalam kondisi tertentu.

"Melihat video tersebut, lava yang mengalir tampak bergerak dengan lambat dan memiliki kerak gelap di atasnya. Artinya, lava ini sebenarnya cukup 'dingin'. Lava ini disebut 'a'a lava' yang sebenarnya lebih kental dari pahoehoe yang diasosiasikan dengan aliran lava," katanya.

Menurut Erik, perbedaan suhu antara lava dan udara yang cukup besar membuat lava yang keluar segera membentuk kerak.

"Kerak terbentuk cepat pada aliran lava karena ada perbedaan temperatur yang besar antara lava (sekitar 1000 derajat Celsius) dengan udara (sekitar 25 derajat Celsius), lava mengeras menjadi kerak semifleksibel," kata Erik.

Berdasarkan video, aliran lava yang ada sebenarnya tak cukup besar karena rekan orang yang sedang berjalan di atas lava tak menunjukkan reaksi apa pun.


"Alirannya sendiri terlihat terbatas pada saluran kecil yang dikelilingi lava yang telah mengeras. Tebakan saya, aliran lava ini sudah jauh dari sumbernya," jelas Erik seperti dikutip Daily Mail, Selasa (18/6/2013).

Menurut Erik, jika orang itu berjalan cepat di atas lava dengan kerak yang baik, berat orang tersebut takkan cukup untuk membuatnya "tercebur" di aliran lava.

Erik mengungkapkan, kondisinya akan berbeda bila kerak lava labil. Orang yang berjalan di atas lava bisa "tercebur" di aliran lava. Lava bisa menyebabkan air dalam tubuh manusia mendidih dan berubah menjadi uap sehingga manusia akan "meledak" dari dalam.

Ia mengatakan, manusia mungkin berjalan di atas lava bila mampu memilih lava yang tepat, sudah mendingin dan bergerak lambat, serta berjalan lincah dan beruntung. (RIANITA)

Sumber: Daily Mail
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Sebuah video Youtube menyuguhkan pertunjukan yang mencengangkan. Seorang pria berjalan di atas lava di Gunung Eta, Sicily, Italia.

Dalam video berdurasi 40 detik itu, pria yang mengklaim dirinya "lava art craft worker" ini berjalan cepat di atas saluran dengan lava mengalir. Di dekatnya, rekan pria itu berdiri mengamati.

Setelah orang tersebut menempuh langkah terakhir, tampak api menyala di sepatunya. Namun, pria itu sama sekali tak menunjukkan rasa kesakitan ataupun terluka.

Pertanyaannya sekarang, apakah pertunjukan benar-benar nyata atau hanya rekayasa? Apakah manusia mungkin berjalan di atas lava yang suhunya mencapai ratusan bahkan ribuan derajat Celsius?

Erik Klemetti dari Denis University di Ohio mengungkapkan bahwa ternyata manusia memang mungkin berjalan di atas lava dalam kondisi tertentu.

"Melihat video tersebut, lava yang mengalir tampak bergerak dengan lambat dan memiliki kerak gelap di atasnya. Artinya, lava ini sebenarnya cukup 'dingin'. Lava ini disebut 'a'a lava' yang sebenarnya lebih kental dari pahoehoe yang diasosiasikan dengan aliran lava," katanya.

Menurut Erik, perbedaan suhu antara lava dan udara yang cukup besar membuat lava yang keluar segera membentuk kerak.

"Kerak terbentuk cepat pada aliran lava karena ada perbedaan temperatur yang besar antara lava (sekitar 1000 derajat Celsius) dengan udara (sekitar 25 derajat Celsius), lava mengeras menjadi kerak semifleksibel," kata Erik.

Berdasarkan video, aliran lava yang ada sebenarnya tak cukup besar karena rekan orang yang sedang berjalan di atas lava tak menunjukkan reaksi apa pun.


"Alirannya sendiri terlihat terbatas pada saluran kecil yang dikelilingi lava yang telah mengeras. Tebakan saya, aliran lava ini sudah jauh dari sumbernya," jelas Erik seperti dikutip Daily Mail, Selasa (18/6/2013).

Menurut Erik, jika orang itu berjalan cepat di atas lava dengan kerak yang baik, berat orang tersebut takkan cukup untuk membuatnya "tercebur" di aliran lava.

Erik mengungkapkan, kondisinya akan berbeda bila kerak lava labil. Orang yang berjalan di atas lava bisa "tercebur" di aliran lava. Lava bisa menyebabkan air dalam tubuh manusia mendidih dan berubah menjadi uap sehingga manusia akan "meledak" dari dalam.

Ia mengatakan, manusia mungkin berjalan di atas lava bila mampu memilih lava yang tepat, sudah mendingin dan bergerak lambat, serta berjalan lincah dan beruntung. (RIANITA)

Sumber: Daily Mail

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger