Advertise

Diperkirakan Kota Suku Maya Kuno Ini ditemukan di Meksiko

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Tim arkeolog belum lama ini berhasil menemukan sebuah kota Maya kuno yang tersembunyi di hutan hujan, Meksiko Timur. Diduga kota itu hilang sejak runtuhnya peradaban pada 1.000 tahun lalu karena adanya tekanan demografis, perubahan iklim, perang dan pemberontakan.

Tim dipimpin oleh Ivan Sprajc, seorang profesor dari Slovenian Academy of Sciences and Arts di Meksiko, menemukan ada 15 piramida yang mana salah satunya memiliki ketinggian hingga 75 kaki atau sekira 23 meter. Selain itu, ditemukan pula patung batu poros yang disebut stelae.

Diberitakan dari VOA News, Jumat (21/6/2013), mereka menyebut kota tersebut sebagai Kota Chactun, yang memiliki arti “Red Rock” atau “Batu Besar”. Sprajc juga mengungkapkan kemungkinan besar kota Maya kuno ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 30 – 40 ribu jiwa.

Kota Chactun berada pada masa kejayaan selama periode Klasik akhir peradaban Maya pada 600 – 900 Masehi. Dari sisa reruntuhan yang ditemukan, para arkeolog menjelaskan kota ini terdiri dari beberapa situs bersejarah. Salah satunya yang terbesar adalah Chetumal yang ditemukan di dataran rendah pusat kota yakni Yucatan.

Peradaban Maya merupakan salah satu yang paling maju di Amerika pada masa pra-Columbus. Adapun wilayah yang termasuk dalam cakupan suku Maya di antaranya Yucatan, Belize, Guatemala dan Honduras.

Suku Maya terkenal dengan perhitungan penanggalan dari pergerakan matahari. Berdasarkan kalender suku maya, disebutkan bahwa apocalypse (kiamat) akan terjadi pada 21 Desember 2012 lalu, meskipun tidak terbukti kebenarannya.

“Seluruh situs kota sudah ditutupi oleh hutan,” kata Sprajc. Meski demikian, hingga kini kota Yucatan masih sering dan ramai dikunjungi oleh beberapa orang yang penasaran dengan penanggalan Suku Maya tersebut. (KRP)

Sumber: VOA News
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Tim arkeolog belum lama ini berhasil menemukan sebuah kota Maya kuno yang tersembunyi di hutan hujan, Meksiko Timur. Diduga kota itu hilang sejak runtuhnya peradaban pada 1.000 tahun lalu karena adanya tekanan demografis, perubahan iklim, perang dan pemberontakan.

Tim dipimpin oleh Ivan Sprajc, seorang profesor dari Slovenian Academy of Sciences and Arts di Meksiko, menemukan ada 15 piramida yang mana salah satunya memiliki ketinggian hingga 75 kaki atau sekira 23 meter. Selain itu, ditemukan pula patung batu poros yang disebut stelae.

Diberitakan dari VOA News, Jumat (21/6/2013), mereka menyebut kota tersebut sebagai Kota Chactun, yang memiliki arti “Red Rock” atau “Batu Besar”. Sprajc juga mengungkapkan kemungkinan besar kota Maya kuno ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 30 – 40 ribu jiwa.

Kota Chactun berada pada masa kejayaan selama periode Klasik akhir peradaban Maya pada 600 – 900 Masehi. Dari sisa reruntuhan yang ditemukan, para arkeolog menjelaskan kota ini terdiri dari beberapa situs bersejarah. Salah satunya yang terbesar adalah Chetumal yang ditemukan di dataran rendah pusat kota yakni Yucatan.

Peradaban Maya merupakan salah satu yang paling maju di Amerika pada masa pra-Columbus. Adapun wilayah yang termasuk dalam cakupan suku Maya di antaranya Yucatan, Belize, Guatemala dan Honduras.

Suku Maya terkenal dengan perhitungan penanggalan dari pergerakan matahari. Berdasarkan kalender suku maya, disebutkan bahwa apocalypse (kiamat) akan terjadi pada 21 Desember 2012 lalu, meskipun tidak terbukti kebenarannya.

“Seluruh situs kota sudah ditutupi oleh hutan,” kata Sprajc. Meski demikian, hingga kini kota Yucatan masih sering dan ramai dikunjungi oleh beberapa orang yang penasaran dengan penanggalan Suku Maya tersebut. (KRP)

Sumber: VOA News

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger