Advertise

Presiden Rusia Minta Barat Hentikan Kirim Senjata untuk Oposisi Suriah

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Presiden Rusia Vladimir Putin, Jumat (21/6/2013), mempertahankan keputusan Rusia memasok persenjataan untuk rezim Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad.

Putin juga menegaskan agar negara-negara Barat tidak mengirimkan senjata kepada pasukan pemberontak karena dia menilai terdapat kelompok-kelompok teroris di antara pasukan oposisi.

"Jika Amerika Serikat menganggap salah satu kelompok kunci oposisi Al Nusra sebagai teroris, lalu bagaimana mungkin mengirimkan senjata untuk pasukan oposisi," kata Putin dalam jumpa pers bersama dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di Forum Ekonomi Rusia.

"Di mana senjata-senjata itu akan berakhir? Peran apa yang akan mereka mainkan?" tanya Putin. Pada Mei lalu, Perancis mengusulkan agar PBB menyatakan Front Al Nusra sebagai organisasi teroris, untuk membedakannya dengan pasukan pemberontak yang lain.

Langkah yang sama diambil Amerika Serikat tahun lalu dan mengatakan Al Nusra sedikit banyak sangat mirip dengan Al Qaeda. Sepekan lalu, Presiden AS Barack Obama memutuskan untuk memberikan bantuan militer kepada pemberontak yang mencoba menggulingkan rezim Assad, yang diyakini telah menggunakan senjata kimia.

Selama ini, Rusia dikenal sebagai sekutu dan pelindung Assad dalam konflik yang sudah memakan 93.000 jiwa warga Suriah ini. Putin selalu bersikukuh Rusia tak melanggar hukum mana pun dengan memasok persenjataan untuk Pemerintah Suriah.

"Tanpa bantuan snejata dari luar negeri, maka yang terjadi saat ini di Suriah tak akan terjadi. Uang, senjata, dan pasukan terlatih kini masuk ke Suriah," ujar Putin. (LEO/LI)

Sumber: Reuters
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Presiden Rusia Vladimir Putin, Jumat (21/6/2013), mempertahankan keputusan Rusia memasok persenjataan untuk rezim Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad.

Putin juga menegaskan agar negara-negara Barat tidak mengirimkan senjata kepada pasukan pemberontak karena dia menilai terdapat kelompok-kelompok teroris di antara pasukan oposisi.

"Jika Amerika Serikat menganggap salah satu kelompok kunci oposisi Al Nusra sebagai teroris, lalu bagaimana mungkin mengirimkan senjata untuk pasukan oposisi," kata Putin dalam jumpa pers bersama dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di Forum Ekonomi Rusia.

"Di mana senjata-senjata itu akan berakhir? Peran apa yang akan mereka mainkan?" tanya Putin. Pada Mei lalu, Perancis mengusulkan agar PBB menyatakan Front Al Nusra sebagai organisasi teroris, untuk membedakannya dengan pasukan pemberontak yang lain.

Langkah yang sama diambil Amerika Serikat tahun lalu dan mengatakan Al Nusra sedikit banyak sangat mirip dengan Al Qaeda. Sepekan lalu, Presiden AS Barack Obama memutuskan untuk memberikan bantuan militer kepada pemberontak yang mencoba menggulingkan rezim Assad, yang diyakini telah menggunakan senjata kimia.

Selama ini, Rusia dikenal sebagai sekutu dan pelindung Assad dalam konflik yang sudah memakan 93.000 jiwa warga Suriah ini. Putin selalu bersikukuh Rusia tak melanggar hukum mana pun dengan memasok persenjataan untuk Pemerintah Suriah.

"Tanpa bantuan snejata dari luar negeri, maka yang terjadi saat ini di Suriah tak akan terjadi. Uang, senjata, dan pasukan terlatih kini masuk ke Suriah," ujar Putin. (LEO/LI)

Sumber: Reuters

2 komentar

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger