Advertise

Kabut Asap di Bengkalis Memasuki Golongan Bahaya

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Hampir tidak ada tempat lagi bersembunyi untuk hindari asap yang diderita oleh warga bengkalis, bukan saja asap yang dialami oleh warga, namun juga dari sisa-sisa kebakaran yang memasuki rumah warga.

Warga Bengkalis menyebutkan musibah kabut asap yang terjadi kali ini menjadi yang terparah dalam hitungan "Sebagai catatan" ada di daerah ini. Jarak pandang hanya beberapa puluh meter saja, bahkan sejumlah kapal angkutan laut terpaksa menggunakan alat navigasi canggih untuk menghindari tabkaran.

Berbeda sekali yang pernah terjadi pada tahun 1998, kali ini tidak semata kepulan asap putih yang berterbangan, tapi juga abu hitam dari sisa kebakaran hutan. Halaman dan lantai rumah warga jadi kotor dan menghitam, alat-alat rumah berdebu, padahal hanya beberapa jam saja.

"Sudah sekian kali kita mengalami musibah asap, kali ini menjadi yang terparah. Tak pernah sehebat gini, udara kotor dan itu terpantau oleh mata kasar kita, awan juga terlihat suram dan menyeramkan, gelap dan sedikit kemerahan," kata Yulia (33) warga Bengkalis.

Kondisi paling parah dimulai sejak Selasa (18/6) lalu. Kabut asap terlihat di mana-mana, jarak pandang sekitar 200 meter saja. Semula warga mengira, kabut akan menghilang seiring matahari mulai meninggi, celakanya, semakin siang kabut terlihat semakin menebal dan cuaca semakin panas dan gersang.

Kabut asap akan mulai berkurang seiring hari semakin sore dan menjelang malam. Kendati kabut masih menyesakkan dada dan memedihkan mata, tapi tidak separah saat pagi sampai siang hari. Kondisi udara akan kembali memburuk ketika pagi mula menjelang siang. "Jelang malam kabut agak berkurang, namun saat pagi kabut turun kembali," sambung Yulia dalam perbincangan dengan Bengkalis Pos.

Pembagian masker terlihat dimana-mana, selain ada yang dibagikan gratis, adapula yang menjualnya. Yang memakai maskerpun tidak hanya terlihat di jalan-jalan atau saat warga mengendarai kendaraan, tapi juga di rumah dan di tempat-tempat layanan umum.

Seperti terlihat di RSUD Bengkalis, sebagian besar petugas medis di rumah sakit milik daerah tersebut mengenakan masker, karena kabut asap menyerang sampai ke kamar pasien. "Luar biasa kabut asap kali ini, sampai masuk ke dalam rumah," jelas.

Upaya mengatasi kebakaran terus dilakukan oleh regu pemadam, baik itu dari Bengkalis, Kecamatan, Masyarakat Peduli Api yang ada di desa juga regu pemadam dari Provinsi dan perusahaan.

Menurut Kadis Perkebunan dan Kehutanan, H Herman Mahmud, upaya pemadaman sudah maksimal, tapi sudah tak mampu lagi meredam amukan si jago merah. Satu-satunya jalan, meminta bantuan pusat untuk membuat hujan buatan dan paling bagus adalah turun hujan.

Sabtu pagi (22/6), matahari terlihat bagus dan asap mulai hilang, namun begitu saat siang, matahari mulai redup dibendungi oleh asap, hari mulai condong, sekitar pukul 14:00 Wib, awan kembali berubah merah dan kelam, membuat sebagian warga takut berkatifitas di luar rumah. Mungkin tadi pagi arah angin berubah, setelah agak sore kembali mengarah ke Bengkalis. (RIANITA)

Editor: Rianita Rosa melaporkan
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Hampir tidak ada tempat lagi bersembunyi untuk hindari asap yang diderita oleh warga bengkalis, bukan saja asap yang dialami oleh warga, namun juga dari sisa-sisa kebakaran yang memasuki rumah warga.

Warga Bengkalis menyebutkan musibah kabut asap yang terjadi kali ini menjadi yang terparah dalam hitungan "Sebagai catatan" ada di daerah ini. Jarak pandang hanya beberapa puluh meter saja, bahkan sejumlah kapal angkutan laut terpaksa menggunakan alat navigasi canggih untuk menghindari tabkaran.

Berbeda sekali yang pernah terjadi pada tahun 1998, kali ini tidak semata kepulan asap putih yang berterbangan, tapi juga abu hitam dari sisa kebakaran hutan. Halaman dan lantai rumah warga jadi kotor dan menghitam, alat-alat rumah berdebu, padahal hanya beberapa jam saja.

"Sudah sekian kali kita mengalami musibah asap, kali ini menjadi yang terparah. Tak pernah sehebat gini, udara kotor dan itu terpantau oleh mata kasar kita, awan juga terlihat suram dan menyeramkan, gelap dan sedikit kemerahan," kata Yulia (33) warga Bengkalis.

Kondisi paling parah dimulai sejak Selasa (18/6) lalu. Kabut asap terlihat di mana-mana, jarak pandang sekitar 200 meter saja. Semula warga mengira, kabut akan menghilang seiring matahari mulai meninggi, celakanya, semakin siang kabut terlihat semakin menebal dan cuaca semakin panas dan gersang.

Kabut asap akan mulai berkurang seiring hari semakin sore dan menjelang malam. Kendati kabut masih menyesakkan dada dan memedihkan mata, tapi tidak separah saat pagi sampai siang hari. Kondisi udara akan kembali memburuk ketika pagi mula menjelang siang. "Jelang malam kabut agak berkurang, namun saat pagi kabut turun kembali," sambung Yulia dalam perbincangan dengan Bengkalis Pos.

Pembagian masker terlihat dimana-mana, selain ada yang dibagikan gratis, adapula yang menjualnya. Yang memakai maskerpun tidak hanya terlihat di jalan-jalan atau saat warga mengendarai kendaraan, tapi juga di rumah dan di tempat-tempat layanan umum.

Seperti terlihat di RSUD Bengkalis, sebagian besar petugas medis di rumah sakit milik daerah tersebut mengenakan masker, karena kabut asap menyerang sampai ke kamar pasien. "Luar biasa kabut asap kali ini, sampai masuk ke dalam rumah," jelas.

Upaya mengatasi kebakaran terus dilakukan oleh regu pemadam, baik itu dari Bengkalis, Kecamatan, Masyarakat Peduli Api yang ada di desa juga regu pemadam dari Provinsi dan perusahaan.

Menurut Kadis Perkebunan dan Kehutanan, H Herman Mahmud, upaya pemadaman sudah maksimal, tapi sudah tak mampu lagi meredam amukan si jago merah. Satu-satunya jalan, meminta bantuan pusat untuk membuat hujan buatan dan paling bagus adalah turun hujan.

Sabtu pagi (22/6), matahari terlihat bagus dan asap mulai hilang, namun begitu saat siang, matahari mulai redup dibendungi oleh asap, hari mulai condong, sekitar pukul 14:00 Wib, awan kembali berubah merah dan kelam, membuat sebagian warga takut berkatifitas di luar rumah. Mungkin tadi pagi arah angin berubah, setelah agak sore kembali mengarah ke Bengkalis. (RIANITA)

Editor: Rianita Rosa melaporkan

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger