Advertise

Pebalap Denmark, Allan Simonsen Meninggal Dunia di Le Mans

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Pebalap Denmark, Allan Simonsen, tewas setelah mengalami kecelakaan fatal dalam perlombaan "sportscar" Le Man 24 Jam, Sabtu. Ia merupakan pebalap pertama yang tewas dalam 27 tahun ini, dan hal ini merupakan ke-22 kalinya terjadi kecelakaan yang menewaskan sejak lomba diadakan di jalanan umum dekat kota katedral di kawasan barat Prancis 90 tahun lalu.
  
Pebalap berusia 34 tahun itu mengendarai Aston Martin, kemudian melayang ke pengaman di pinggir lintasan di Tertre Rouge pada putaran ketiga setelah melaju baru 10 menit dari balapan ketahanan kendaraan yang dikenal dunia itu, di antaranya karena glamor dan berbahaya.

"Dalam kondisi serius, Allan Simonsen dibawa ke Circuit Medical Centre tapi ia tewas karena cedera yang dideritanya," kata panitia dalam pernyataan pada laman resmi (www.24h-lemans.com).

Simonsen, salah satu pebalap berpengalaman dalam lomba ketahanan di Sirkuit La Sarthe, berlomba di kelas GTE Am produksi "sportscar" yang lebih lamban dibanding kategori prototipe LMP1.

Laporan media menyebutkan, ia dalam keadaan sadar dan berbicara dengan dokter ketika mengalami kecelakaan itu, dan saat itu diberi waktu luang 58 menit untuk memperbaiki pengaman yang ditabrak pebalap itu. Simonsen didatangi star dari medikal servis Automobile Club de l’Ouest’s (ACO) yang membawanya ke Circuit Medical Centre tempat ia kemudian dinyatakan sudah tidak bernafas.

Ketua Tim Aston Martin David Richards mengatakan, keluarga Simonsen meminta mereka melanjutkan perlombaan sebelum mereka kembali ke Kopenhagen. "Insiden seperti ini amat langka, tetapi bila terjadi maka harus ada keputusan utama yang menjadi faktor dalam hal ini keinginan keluarga korban menjadi perhatian utama," demikian dinyatakan dalam pernyataan.
  
"Kami berbicara dengan keluarga Allan dan mereka menyatakan agar perlombaan diteruskan," katanya. "Tim kami tentu saja amat sedih kehilangan salah satu pebalap kami. Tapi kami tetap fokus seperti biasa untuk memenangi perlombaan dan bila kami menang itu semua untuk Allan," katanya.

Simonsen sudah mengikuti tujuh kali pelombaan Le Mans 24 Jam dan dikenal luas di kalangan komunitas olahraga bermotor.

Pebalap F1 McLaren Jenson Button dan Sergio Perez, pemenang Le Mans Alex Wurz berlomba tahun ini atas nama Toyota serta para pebalap lainnya, menyatakan belasungkawa atas tewasnya pebalap itu. Berbagai pernyataan dukacita mengalir melalui jejaring sosial Twitter dan yang lainnya.

"Ia pebalap GT kelas dunia," kata juara Le Mans 1990, Martin Brundle. "FIA pun kehilangan dan menyatakan duka kepada keluarga pebalap itu," kata Ketua FIA Jean Todt dan Ketua ACO Pierre Fillon dalam pernyataan bersama mereka. Panitia penyelenggara mengatakan penyebab kecelakaan itu masih belum dapat dipastikan. (LEO/LI)

Sumber: Reuters
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Pebalap Denmark, Allan Simonsen, tewas setelah mengalami kecelakaan fatal dalam perlombaan "sportscar" Le Man 24 Jam, Sabtu. Ia merupakan pebalap pertama yang tewas dalam 27 tahun ini, dan hal ini merupakan ke-22 kalinya terjadi kecelakaan yang menewaskan sejak lomba diadakan di jalanan umum dekat kota katedral di kawasan barat Prancis 90 tahun lalu.
  
Pebalap berusia 34 tahun itu mengendarai Aston Martin, kemudian melayang ke pengaman di pinggir lintasan di Tertre Rouge pada putaran ketiga setelah melaju baru 10 menit dari balapan ketahanan kendaraan yang dikenal dunia itu, di antaranya karena glamor dan berbahaya.

"Dalam kondisi serius, Allan Simonsen dibawa ke Circuit Medical Centre tapi ia tewas karena cedera yang dideritanya," kata panitia dalam pernyataan pada laman resmi (www.24h-lemans.com).

Simonsen, salah satu pebalap berpengalaman dalam lomba ketahanan di Sirkuit La Sarthe, berlomba di kelas GTE Am produksi "sportscar" yang lebih lamban dibanding kategori prototipe LMP1.

Laporan media menyebutkan, ia dalam keadaan sadar dan berbicara dengan dokter ketika mengalami kecelakaan itu, dan saat itu diberi waktu luang 58 menit untuk memperbaiki pengaman yang ditabrak pebalap itu. Simonsen didatangi star dari medikal servis Automobile Club de l’Ouest’s (ACO) yang membawanya ke Circuit Medical Centre tempat ia kemudian dinyatakan sudah tidak bernafas.

Ketua Tim Aston Martin David Richards mengatakan, keluarga Simonsen meminta mereka melanjutkan perlombaan sebelum mereka kembali ke Kopenhagen. "Insiden seperti ini amat langka, tetapi bila terjadi maka harus ada keputusan utama yang menjadi faktor dalam hal ini keinginan keluarga korban menjadi perhatian utama," demikian dinyatakan dalam pernyataan.
  
"Kami berbicara dengan keluarga Allan dan mereka menyatakan agar perlombaan diteruskan," katanya. "Tim kami tentu saja amat sedih kehilangan salah satu pebalap kami. Tapi kami tetap fokus seperti biasa untuk memenangi perlombaan dan bila kami menang itu semua untuk Allan," katanya.

Simonsen sudah mengikuti tujuh kali pelombaan Le Mans 24 Jam dan dikenal luas di kalangan komunitas olahraga bermotor.

Pebalap F1 McLaren Jenson Button dan Sergio Perez, pemenang Le Mans Alex Wurz berlomba tahun ini atas nama Toyota serta para pebalap lainnya, menyatakan belasungkawa atas tewasnya pebalap itu. Berbagai pernyataan dukacita mengalir melalui jejaring sosial Twitter dan yang lainnya.

"Ia pebalap GT kelas dunia," kata juara Le Mans 1990, Martin Brundle. "FIA pun kehilangan dan menyatakan duka kepada keluarga pebalap itu," kata Ketua FIA Jean Todt dan Ketua ACO Pierre Fillon dalam pernyataan bersama mereka. Panitia penyelenggara mengatakan penyebab kecelakaan itu masih belum dapat dipastikan. (LEO/LI)

Sumber: Reuters

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger