Advertise

Didakwa Korupsi, Luthfi Ajukan Keberatan

Bengkalis PosMantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq menjalani sidang perdana di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (24/6/2013). Ia menjadi terdakwa kasus dugaan suap kuota impor daging sapi dan tindak pidana pencucian uang.

Bengkalis Pos
~ Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, yang juga mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat akan mengajukan nota keberatan atau eksepsi dalam menanggapi surat dakwaan tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi. Tim jaksa KPK mendakwa Luthfi melakukan tindak pidana korupsi dengan menerima hadiah atau janji Rp 1,3 miliar terkait kepengurusan kuota impor daging sapi sekaligus tindak pidana pencucian uang.

“Kami akan mengajukan eksepsi pada sidang berikutnya. Kami mohon waktu pekan depan,” kata pengacara Luthfi, Zainuddin Paru, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (24/6/2013).

Luthfi sendiri mengaku paham mengenai isi surat dakwaan jaksa meskipun ada hal yang menurutnya ganjil. “Terdapat keganjilan yang buat saya heran. Insya Allah nanti akan dibuktikan pengacara saya tentang ketidakbenaran tuduhan tersebut,” ujar Luthfi.

Kepada majelis hakim, pihak Luthfi juga meminta agar kliennya diizinkan berobat ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Seperti diketahui, Luthfi menderita ambeien yang menurut Paru sudah memasuki stadium tiga.

Di luar persidangan, Luthfi mengatakan dia menghormati dakwaan yang disusun tim jaksa KPK. Namun, Luthfi tetap membantah disebut menerima suap atau melakukan tindak pidana pencucian uang. Menurut Luthfi, dia hanya terdorong secara moral untuk membantu Menteri Pertanian Suswono menangani masalah beredarnya daging celeng yang diharamkan umat Islam.

“Saya hanya bicara makro penyediaan stok daging itu, saya terdorong ke sana karena meningginya harga daging dan beredarnya daging yang tidak boleh dikonsumsi, saya terdorong moral membantu menteri mencari jalan yang tepat,” ujarnya. (LEO/LI)

Sumber: Kompas
Bengkalis PosMantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq menjalani sidang perdana di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (24/6/2013). Ia menjadi terdakwa kasus dugaan suap kuota impor daging sapi dan tindak pidana pencucian uang.

Bengkalis Pos
~ Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, yang juga mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat akan mengajukan nota keberatan atau eksepsi dalam menanggapi surat dakwaan tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi. Tim jaksa KPK mendakwa Luthfi melakukan tindak pidana korupsi dengan menerima hadiah atau janji Rp 1,3 miliar terkait kepengurusan kuota impor daging sapi sekaligus tindak pidana pencucian uang.

“Kami akan mengajukan eksepsi pada sidang berikutnya. Kami mohon waktu pekan depan,” kata pengacara Luthfi, Zainuddin Paru, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (24/6/2013).

Luthfi sendiri mengaku paham mengenai isi surat dakwaan jaksa meskipun ada hal yang menurutnya ganjil. “Terdapat keganjilan yang buat saya heran. Insya Allah nanti akan dibuktikan pengacara saya tentang ketidakbenaran tuduhan tersebut,” ujar Luthfi.

Kepada majelis hakim, pihak Luthfi juga meminta agar kliennya diizinkan berobat ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Seperti diketahui, Luthfi menderita ambeien yang menurut Paru sudah memasuki stadium tiga.

Di luar persidangan, Luthfi mengatakan dia menghormati dakwaan yang disusun tim jaksa KPK. Namun, Luthfi tetap membantah disebut menerima suap atau melakukan tindak pidana pencucian uang. Menurut Luthfi, dia hanya terdorong secara moral untuk membantu Menteri Pertanian Suswono menangani masalah beredarnya daging celeng yang diharamkan umat Islam.

“Saya hanya bicara makro penyediaan stok daging itu, saya terdorong ke sana karena meningginya harga daging dan beredarnya daging yang tidak boleh dikonsumsi, saya terdorong moral membantu menteri mencari jalan yang tepat,” ujarnya. (LEO/LI)

Sumber: Kompas

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger