Advertise

Pakistan Adili Pervez Musharraf dengan Tuduhan Pengkhianatan

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Pemerintahan baru Pakistan, Senin (24/6/2013), mengatakan akan mengadili mantan pemimpin militer Jenderal Pervez Musharraf dengan tuduhan pengkhianatan terhadap negara. Sebuah tudingan yang bisa membuat Musharraf mendapatkan hukuman mati atau minimal penjara seumur hidup.

Pensiunan jenderal, yang kembali dari pengasingan pada Maret lalu itu, sudah menjadi tahanan rumah di vila mewahnya di pinggiran ibu kota Islamabad, sejak 19 April lalu. Sejak kembali dari pengasingan, Musharraf sudah berjuang menghadapi sejumlah kasus hukum selama masa kekuasaannya di Pakistan pada 1999-2008.

Musharraf mulai berkuasa di Pakistan ketika merebut tampuk pimpinan dari Nawaz Sharif, yang saat itu menjabat perdana menteri. Bulan lalu, Nawaz Sharif kembali menjabat perdana menteri Pakistan. "Mushrarraf diduga melakukan pengkhiatan terhadap negara. Dia akan diadili dan harus mengakui kejahatannya di depan pengadilan," kata PM Nawaz Sharif kepada parlemen.

Jaksa Agung Pakistan juga menyampaikan pernyataan yang sama mewakili pemerintah di Mahkamah Agung Pakistan, di mana pengadilan terkait tuduhan pengkhianatan hanya bisa digelar oleh negara.

Mahkamah Agung Pakistan sudah berbulan-bulan mendengarkan petisi dari para pengacara meminta agar Musharraf diadili karena melawan konstitusi karena menerapkan undang-undang darurat dan memecat para hakim pada 2007.

"Musharraf melanggar konstitusi dua kali. Dia menjungkalkan pemerintah resmi yang dipilih rakyat pada 1999 dan memasukkan negeri ini dalam kekacauan. Dia lalu memecat dan memenjarakan para hakim," ujar Sharif. "Kami akan memantau proses hukum ini dan semua kekuatan politik akan kami gunakan untuk memastikan proses ini berjalan," Sharif menegaskan.

Kondisi ini akan merusak peluang tim hukum Musharraf yang sedang menegosiasikan kemungkinan pemerintah Pakistan membebaskan Musharraf dengan jaminan dan secara diam-diam membiarkan Musharraf pergi ke luar negeri.

Langkah mengadili Musharraf ini dikhawatirkan membuat hubungan antara pemerintah sipil dan militer Pakistan memburuk. Sebab, militer Pakistan dengan tegas menentang pengadilan atas diri mantan pemimpin mereka itu. (LEO/LI)

Sumber: AFP
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Pemerintahan baru Pakistan, Senin (24/6/2013), mengatakan akan mengadili mantan pemimpin militer Jenderal Pervez Musharraf dengan tuduhan pengkhianatan terhadap negara. Sebuah tudingan yang bisa membuat Musharraf mendapatkan hukuman mati atau minimal penjara seumur hidup.

Pensiunan jenderal, yang kembali dari pengasingan pada Maret lalu itu, sudah menjadi tahanan rumah di vila mewahnya di pinggiran ibu kota Islamabad, sejak 19 April lalu. Sejak kembali dari pengasingan, Musharraf sudah berjuang menghadapi sejumlah kasus hukum selama masa kekuasaannya di Pakistan pada 1999-2008.

Musharraf mulai berkuasa di Pakistan ketika merebut tampuk pimpinan dari Nawaz Sharif, yang saat itu menjabat perdana menteri. Bulan lalu, Nawaz Sharif kembali menjabat perdana menteri Pakistan. "Mushrarraf diduga melakukan pengkhiatan terhadap negara. Dia akan diadili dan harus mengakui kejahatannya di depan pengadilan," kata PM Nawaz Sharif kepada parlemen.

Jaksa Agung Pakistan juga menyampaikan pernyataan yang sama mewakili pemerintah di Mahkamah Agung Pakistan, di mana pengadilan terkait tuduhan pengkhianatan hanya bisa digelar oleh negara.

Mahkamah Agung Pakistan sudah berbulan-bulan mendengarkan petisi dari para pengacara meminta agar Musharraf diadili karena melawan konstitusi karena menerapkan undang-undang darurat dan memecat para hakim pada 2007.

"Musharraf melanggar konstitusi dua kali. Dia menjungkalkan pemerintah resmi yang dipilih rakyat pada 1999 dan memasukkan negeri ini dalam kekacauan. Dia lalu memecat dan memenjarakan para hakim," ujar Sharif. "Kami akan memantau proses hukum ini dan semua kekuatan politik akan kami gunakan untuk memastikan proses ini berjalan," Sharif menegaskan.

Kondisi ini akan merusak peluang tim hukum Musharraf yang sedang menegosiasikan kemungkinan pemerintah Pakistan membebaskan Musharraf dengan jaminan dan secara diam-diam membiarkan Musharraf pergi ke luar negeri.

Langkah mengadili Musharraf ini dikhawatirkan membuat hubungan antara pemerintah sipil dan militer Pakistan memburuk. Sebab, militer Pakistan dengan tegas menentang pengadilan atas diri mantan pemimpin mereka itu. (LEO/LI)

Sumber: AFP

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger