Advertise

Polda Jabar: Pendemo di Cianjur Terluka karena Lemparan Batu

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar (Kombes) Pol. Martinus Sitompul membantah adanya insiden penembakan yang dilakukan pihak kepolisian kepada beberapa pengunjuk rasa yang mendemo perusahaan tambang di Cianjur pada Selasa (25/6/2013).

"Tidak ada satu korban yang tertembak peluru tajam. Tidak ditemukan adanya korban luka tembak peluru tajam, polisi tidak melakukan itu," tegas Martinus saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (26/6/2013).

Martinus mengakui memang ada korban yang terluka dalam insiden itu, tetapi bukan karena tertembak oleh aparat kepolisian, melainkan terkena terkena lemparan batu. Menurut dia, jumlahnya pun bukan 4 sampai 5 orang, melainkan hanya 3 warga.

"Jadi mereka itu bukan tertembak polisi, tapi ketiga korban itu terkena lemparan batu. Memang pada awalnya, aksi unjuk rasa berlangsung damai, tapi akhirnya jadi anarkis. Para pendemo ricuh dan saling melempar batu," jelasnya.

Martinus kembali menegaskan bahwa insiden penembakan kepada pendemo itu tidak benar. Menurutnya, polisi memang meletuskan senjata peringatan, namun bukan ke pendemo, melainkan ke atas, dengan peluru karet dan gas air mata.

"Jadi ditegaskan, kita tidak menembak pendemo. Kita memang meletuskan senjata, tapi itu kita maksudkan sebagai tembakan peringatan untuk membubarkan pendemo yang ricuh," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, 4 sampai 5 orang mengalami luka akibat diduga tertembak aparat saat berusaha membubarkan massa di Cianjur, Jawa Barat. Para korban mendapatkan perawatan medis di puskesmas terdekat. (LEO/LI)

Sumber: Kompas
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar (Kombes) Pol. Martinus Sitompul membantah adanya insiden penembakan yang dilakukan pihak kepolisian kepada beberapa pengunjuk rasa yang mendemo perusahaan tambang di Cianjur pada Selasa (25/6/2013).

"Tidak ada satu korban yang tertembak peluru tajam. Tidak ditemukan adanya korban luka tembak peluru tajam, polisi tidak melakukan itu," tegas Martinus saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (26/6/2013).

Martinus mengakui memang ada korban yang terluka dalam insiden itu, tetapi bukan karena tertembak oleh aparat kepolisian, melainkan terkena terkena lemparan batu. Menurut dia, jumlahnya pun bukan 4 sampai 5 orang, melainkan hanya 3 warga.

"Jadi mereka itu bukan tertembak polisi, tapi ketiga korban itu terkena lemparan batu. Memang pada awalnya, aksi unjuk rasa berlangsung damai, tapi akhirnya jadi anarkis. Para pendemo ricuh dan saling melempar batu," jelasnya.

Martinus kembali menegaskan bahwa insiden penembakan kepada pendemo itu tidak benar. Menurutnya, polisi memang meletuskan senjata peringatan, namun bukan ke pendemo, melainkan ke atas, dengan peluru karet dan gas air mata.

"Jadi ditegaskan, kita tidak menembak pendemo. Kita memang meletuskan senjata, tapi itu kita maksudkan sebagai tembakan peringatan untuk membubarkan pendemo yang ricuh," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, 4 sampai 5 orang mengalami luka akibat diduga tertembak aparat saat berusaha membubarkan massa di Cianjur, Jawa Barat. Para korban mendapatkan perawatan medis di puskesmas terdekat. (LEO/LI)

Sumber: Kompas

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger