Advertise

Kisah Nyata: Hanya Uang Dua Ribu Rupiah

Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Dia mendekati aku dan bertanya apakah aku punya uang dua ribu? Aku terkejut, mulutku tertutup bahkan mataku tak sanggup menatapnya. Jantungku berdegup semakin kencang, aku hanya menggelengkan kepala dari gerakan itu. Ia mengerti jawabanku, ia meninggalkanku dan mencoba mendapatkan uang dua ribu dari orang lain.

Kulihat dia kira-kira berusia 25 tahun lebih. Penampilan berantakan, tidak bercukur, agak kotor dan sepertinya sedang bingung. Ia tidak mendapatkan uang dua ribu pun dari setiap penumpang yang ada di gerbong ini, maka ia mencoba pergi ke gerbong lain.

Hatiku sesak, sesungguhnya aku ingin menghampiri dia dan memberikan uang dua ribu yang ia cari, mungkin ia benar-benar membutuhkan uang itu, mungkin ia bukan orang jahat, mungkin ia...Begitu banyak kemungkinan yang ada dalam pikiranku.

Bagaimana kalau orang itu adalah Tuhan? Pernahkah terlintas di benak anda kalau Tuhan menjelma menjadi salah seorang seperti pria tadi. "Ketika aku lapar, kau tidak memberiku makan" Bagaimana ketika pada saat kita bertemu denganNya, ia bertanya "Ketika aku memerlukan uang dua ribu, kau tidak memberikan" Apa reaksi kita?

Apa susahnya sih memberikan dua ribu pada orang itu? Uang di kantongku bahkan lebih dari itu. Dua ribu tidak begitu berarti, beli sepiring nasi saja tidak cukup.

Aku menyadari bahwa Rasa takutlah yang membentengi aku untuk berbuat kasih!!! Hatiku memang pernah dilukai Dan membekas sampai sekarang. Handphoneku pernah diambil oleh seseorang, Tadinya ia berniat meminjam dan aku dengan polos meminjamkannya

Ternyata, ia mengkhianatiku Ia membawa lari handphoneku. Aku sedih dan Aku kecewa. Aku memarahi diriku yang terlalu polos, yang terlalu mudah percaya orang, sehingga kebaikanku disalah-gunakan orang.

Sejak saat itu Aku menutup diriku. Aku hidup dalam ketakutan. Setiap bertemu orang asing, aku diliputi rasa takut yang luar biasa. Kejadian itu membekas dan mengakibatkan aku sempat berpikir untuk tidak berbuat baik lagi dengan orang asing.

Tapi setelah beberapa saat, pikiran itu berubah. Aku pikir aku tidak adil, hanya karena orang itu aku menjadi dingin? Aku sebenarnya tidak mau takut tapi rasa itu tetap ada walaupun rasa takut itu semakin mengecil tetapi tetap ada!! Tuhan, tolong aku untuk menghancurkan tembok ketakutan ini sehingga aku bisa berbuat kasih lagi.

Apalah arti kotbah tentang kasih kalau kita tidak mempraktekkannya? Aku ingin, tapi mungkin aku masih belum bisa saat ini Tapi aku terus berdoa. Suatu saat nanti Aku akan terbebas dan aku akan berbuat kasih. Kalau aku disakiti lagi, biarlah.. dibalik rasa sakit itu ada rencanaNya dan Aku yakin Ia akan melindungiku.

Sampai saat ini aku masih menangis, ketika aku melihat orang-orang yang membutuhkan tetapi aku tidak dapat melakukan sesuatu untuk mereka. Aku masih menangis karena rasa takut itu masih ada padaku. Aku masih menangis karena aku tidak dapat memberikan sebagian apa yang ada padaku untuk mereka. aku masih menangis karena aku tidak dapat memberi tau mereka bahwa Tuhan menyayangi mereka !!!!

Tahukah saudara, kata-kata apa yang ingin aku ucapkan ketika suatu saat nanti aku berani memberikan uang dua ribu? "God Bless you.."  Sejak saat itu setiap aku melihat uang dua ribu aku langsung teringat akan hal ini !!

Suatu saat nanti aku ingin membagikan dua ribu aku kepada orang-orang yang membutuhkan dan aku sudah membayangkan perasaan aku ketika aku berhasil memberikannya tentu akan lebih bahagia daripada saat aku memberikan kolekte, karena aku bisa melihat ekspresi wajah mereka ketika uang dua ribu ada di tangan mereka dan aku berharap mereka bisa melihat Tuhan dalam diri aku sendiri dan aku juga berharap agar aku bisa melihat Tuhan dalam diri mereka. (KRP)

Sumber: Kebajikan Dalam Kehidupan
Bengkalis Pos
Bengkalis Pos
~ Dia mendekati aku dan bertanya apakah aku punya uang dua ribu? Aku terkejut, mulutku tertutup bahkan mataku tak sanggup menatapnya. Jantungku berdegup semakin kencang, aku hanya menggelengkan kepala dari gerakan itu. Ia mengerti jawabanku, ia meninggalkanku dan mencoba mendapatkan uang dua ribu dari orang lain.

Kulihat dia kira-kira berusia 25 tahun lebih. Penampilan berantakan, tidak bercukur, agak kotor dan sepertinya sedang bingung. Ia tidak mendapatkan uang dua ribu pun dari setiap penumpang yang ada di gerbong ini, maka ia mencoba pergi ke gerbong lain.

Hatiku sesak, sesungguhnya aku ingin menghampiri dia dan memberikan uang dua ribu yang ia cari, mungkin ia benar-benar membutuhkan uang itu, mungkin ia bukan orang jahat, mungkin ia...Begitu banyak kemungkinan yang ada dalam pikiranku.

Bagaimana kalau orang itu adalah Tuhan? Pernahkah terlintas di benak anda kalau Tuhan menjelma menjadi salah seorang seperti pria tadi. "Ketika aku lapar, kau tidak memberiku makan" Bagaimana ketika pada saat kita bertemu denganNya, ia bertanya "Ketika aku memerlukan uang dua ribu, kau tidak memberikan" Apa reaksi kita?

Apa susahnya sih memberikan dua ribu pada orang itu? Uang di kantongku bahkan lebih dari itu. Dua ribu tidak begitu berarti, beli sepiring nasi saja tidak cukup.

Aku menyadari bahwa Rasa takutlah yang membentengi aku untuk berbuat kasih!!! Hatiku memang pernah dilukai Dan membekas sampai sekarang. Handphoneku pernah diambil oleh seseorang, Tadinya ia berniat meminjam dan aku dengan polos meminjamkannya

Ternyata, ia mengkhianatiku Ia membawa lari handphoneku. Aku sedih dan Aku kecewa. Aku memarahi diriku yang terlalu polos, yang terlalu mudah percaya orang, sehingga kebaikanku disalah-gunakan orang.

Sejak saat itu Aku menutup diriku. Aku hidup dalam ketakutan. Setiap bertemu orang asing, aku diliputi rasa takut yang luar biasa. Kejadian itu membekas dan mengakibatkan aku sempat berpikir untuk tidak berbuat baik lagi dengan orang asing.

Tapi setelah beberapa saat, pikiran itu berubah. Aku pikir aku tidak adil, hanya karena orang itu aku menjadi dingin? Aku sebenarnya tidak mau takut tapi rasa itu tetap ada walaupun rasa takut itu semakin mengecil tetapi tetap ada!! Tuhan, tolong aku untuk menghancurkan tembok ketakutan ini sehingga aku bisa berbuat kasih lagi.

Apalah arti kotbah tentang kasih kalau kita tidak mempraktekkannya? Aku ingin, tapi mungkin aku masih belum bisa saat ini Tapi aku terus berdoa. Suatu saat nanti Aku akan terbebas dan aku akan berbuat kasih. Kalau aku disakiti lagi, biarlah.. dibalik rasa sakit itu ada rencanaNya dan Aku yakin Ia akan melindungiku.

Sampai saat ini aku masih menangis, ketika aku melihat orang-orang yang membutuhkan tetapi aku tidak dapat melakukan sesuatu untuk mereka. Aku masih menangis karena rasa takut itu masih ada padaku. Aku masih menangis karena aku tidak dapat memberikan sebagian apa yang ada padaku untuk mereka. aku masih menangis karena aku tidak dapat memberi tau mereka bahwa Tuhan menyayangi mereka !!!!

Tahukah saudara, kata-kata apa yang ingin aku ucapkan ketika suatu saat nanti aku berani memberikan uang dua ribu? "God Bless you.."  Sejak saat itu setiap aku melihat uang dua ribu aku langsung teringat akan hal ini !!

Suatu saat nanti aku ingin membagikan dua ribu aku kepada orang-orang yang membutuhkan dan aku sudah membayangkan perasaan aku ketika aku berhasil memberikannya tentu akan lebih bahagia daripada saat aku memberikan kolekte, karena aku bisa melihat ekspresi wajah mereka ketika uang dua ribu ada di tangan mereka dan aku berharap mereka bisa melihat Tuhan dalam diri aku sendiri dan aku juga berharap agar aku bisa melihat Tuhan dalam diri mereka. (KRP)

Sumber: Kebajikan Dalam Kehidupan

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger