Advertise

Polisi: Sindikat Pemalsu Uang Sidoarjo

Pemalsu UangPolisi menunjukkan tersangka (tengah) dan sejumlah barang bukti upal, Jumat (28/06/2013).

Bengkalis Pos
~ Sindikat peredaran uang palsu (Upal) di wilayah Sidoarjo, Pasuruan dan Malang dibongkar anggota Satreskrim Polres Sidoarjo. Upal sebesar Rp 25 juta terdiri dari pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 disita dari tangan Dimas Galih Pratikno, 28, warga Desa Jatirejo, Kecamatan Porong.

Tersangka yang biasa dipanggil Yoga ditangkap anak buah Kasat Reskrim AKP Rony Setyadi SIK di rumah kosnya di kawasan Candi, Kamis (27/6/2013). Upal itu masih dalam kondisi utuh yang dikemas dalam kardus ukuran 15 cm x 30 cm. Di kardus yang ditutup kertas cokelat dan penuh lakban itu tertulis kepada Bapak Kusnadi  d/a agen bis Pahala Kencana Bangil telp 0812950xxxx diambil di agen bis Pahala Kencana Bangil. Di belakang kardus tertulis atas nama pengirim atas nama Ningsih alamat Rawasari Barat III Jakarta Pusat.

“Rupanya tersangka saat kami tangkap usai mengambil paketan yang dikirim dari Jakarta dan ditaruh di kamarnya,” tutur Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Rony Setyadi, Jumat (28/6/2013).

Menurut AKP Rony, sindikat ini dikendalikan langsung dari Jakarta dan baru membangun jaringan di Sidoarjo, Pasuruan dan Malang. Upal yang disita penyidik, diakui tersangka baru diambil dua hari lalu dan belum diedarkan ke masyarakat umum. “Ini sangat berbahaya karena merugikan masyarakat umum. Sasarannya adalah pedagang kecil di malam hari,” terangnya.

Dalam pemeriksaan terungkap, tersangka awalnya tertarik ‘bisnis’ upal karena setelah mencoba berhasil menukarkan uang mainan ke salah satu toko. Ia mendapat upal setelah bekerja di Jakarta dan ketemu dengan Ningsih (buron).

Karena dinilai berhasil, tersangka akhirnya kulakan lagi ke Jakarta dan setor uang Rp 2 juta dan dipasok upal senilai Rp 25 juta. Sisanya Rp 3 juta akan ditransfer setelah menjual uang mainan itu. Untuk mendapat upal yang kualitasnya jelek itu dihargai 1:5, artinya Rp 1 juta mendapat upal Rp 5 juta.

Berdasarkan pengamatan, upal produksi Jakarta terkesan jelek dan masih terasa halus. Upal pecahan Rp 50.000 warnanya tidak bisa menyatu. Ada yang pudar dan biru tua. Dari garisnya sangat kelihatan jika itu hanya hasil scan komputer. Begitu pula untuk upal pecahan Rp 100.000 warnanya juga kelihatan pudar.

“Kemungkinan besar, tersangka Yoga akan menjual lagi upal yang kami sita. Makanya akan terus kami periksa untuk mengetahui sindikat ini,” jelas AKP Rony.

Dalam sindikat peredaran upal, biasanya tersangka merekrut kaum perempuan untuk menukarkan uang di pasar. Selain itu, tersangka juga dinilai memiliki jaringan peredaran upal di daerah lain. “Upal Rp 25 juta itu besar lho nggak mungkin ditukarkan dalam waktu yang cepat,” tandasnya.

Tersangka Yoga saat rilis berlangsung, tidak mau menjawab sepatah kata pun kepada wartawan. Ia memilih diam dengan kondisi tangannya diborgol. Dari mana upal diperoleh juga tidak dijawab. Tersangka hanya menatap ke upal yang dijajar untuk bahan rilis di Satreskim Polres Sidoarjo. (RIANITA)

Sumber: Tribunnews
Pemalsu UangPolisi menunjukkan tersangka (tengah) dan sejumlah barang bukti upal, Jumat (28/06/2013).

Bengkalis Pos
~ Sindikat peredaran uang palsu (Upal) di wilayah Sidoarjo, Pasuruan dan Malang dibongkar anggota Satreskrim Polres Sidoarjo. Upal sebesar Rp 25 juta terdiri dari pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 disita dari tangan Dimas Galih Pratikno, 28, warga Desa Jatirejo, Kecamatan Porong.

Tersangka yang biasa dipanggil Yoga ditangkap anak buah Kasat Reskrim AKP Rony Setyadi SIK di rumah kosnya di kawasan Candi, Kamis (27/6/2013). Upal itu masih dalam kondisi utuh yang dikemas dalam kardus ukuran 15 cm x 30 cm. Di kardus yang ditutup kertas cokelat dan penuh lakban itu tertulis kepada Bapak Kusnadi  d/a agen bis Pahala Kencana Bangil telp 0812950xxxx diambil di agen bis Pahala Kencana Bangil. Di belakang kardus tertulis atas nama pengirim atas nama Ningsih alamat Rawasari Barat III Jakarta Pusat.

“Rupanya tersangka saat kami tangkap usai mengambil paketan yang dikirim dari Jakarta dan ditaruh di kamarnya,” tutur Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Rony Setyadi, Jumat (28/6/2013).

Menurut AKP Rony, sindikat ini dikendalikan langsung dari Jakarta dan baru membangun jaringan di Sidoarjo, Pasuruan dan Malang. Upal yang disita penyidik, diakui tersangka baru diambil dua hari lalu dan belum diedarkan ke masyarakat umum. “Ini sangat berbahaya karena merugikan masyarakat umum. Sasarannya adalah pedagang kecil di malam hari,” terangnya.

Dalam pemeriksaan terungkap, tersangka awalnya tertarik ‘bisnis’ upal karena setelah mencoba berhasil menukarkan uang mainan ke salah satu toko. Ia mendapat upal setelah bekerja di Jakarta dan ketemu dengan Ningsih (buron).

Karena dinilai berhasil, tersangka akhirnya kulakan lagi ke Jakarta dan setor uang Rp 2 juta dan dipasok upal senilai Rp 25 juta. Sisanya Rp 3 juta akan ditransfer setelah menjual uang mainan itu. Untuk mendapat upal yang kualitasnya jelek itu dihargai 1:5, artinya Rp 1 juta mendapat upal Rp 5 juta.

Berdasarkan pengamatan, upal produksi Jakarta terkesan jelek dan masih terasa halus. Upal pecahan Rp 50.000 warnanya tidak bisa menyatu. Ada yang pudar dan biru tua. Dari garisnya sangat kelihatan jika itu hanya hasil scan komputer. Begitu pula untuk upal pecahan Rp 100.000 warnanya juga kelihatan pudar.

“Kemungkinan besar, tersangka Yoga akan menjual lagi upal yang kami sita. Makanya akan terus kami periksa untuk mengetahui sindikat ini,” jelas AKP Rony.

Dalam sindikat peredaran upal, biasanya tersangka merekrut kaum perempuan untuk menukarkan uang di pasar. Selain itu, tersangka juga dinilai memiliki jaringan peredaran upal di daerah lain. “Upal Rp 25 juta itu besar lho nggak mungkin ditukarkan dalam waktu yang cepat,” tandasnya.

Tersangka Yoga saat rilis berlangsung, tidak mau menjawab sepatah kata pun kepada wartawan. Ia memilih diam dengan kondisi tangannya diborgol. Dari mana upal diperoleh juga tidak dijawab. Tersangka hanya menatap ke upal yang dijajar untuk bahan rilis di Satreskim Polres Sidoarjo. (RIANITA)

Sumber: Tribunnews

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger