Advertise

Bertabrakan Menjelang Finis Etape Pertama Tour de France

Finis Etape Pertama Tour de FrancePuluhan pembalap, termasuk favorit juara Tour de France tahun ini Alberto Contador (bernomor 91), bertabrakan di etape pertama balap sepeda terkenal ini akibat kekacauan di garis finis yang diakibatkan mogoknya sebuah bus.

Bengkalis Pos
~ Tim balap sepeda Australia, Orica GreenEdge dijatuhi hukuman denda 1.400 poundsterling atau Rp 21 juta setelah bus tim itu terjebak di garis finis etape pertama Tour de France, yang mengakibatkan kekacauan.

Akibat bus yang terjebak di garis finis, banyak pebalap sepeda yang bertabrakan dan menderita memar-memar. Sebelumnya, panitia yang panik berusaha memindahkan bus itu, yang terjebak tepat di garis finis etape pertama antara Porto-Vecchio ke Bastia di Pulau Corsica.

Akhirnya, panitia memutuskan untuk memajukan garis finis sejauh tiga kilometer agar para pebalap aman ketika melintasi garis finis. Namun, kemudian panitia mengabarkan garis finis dikembalikan ke titik semula karena bus yang mogok itu sudah berhasil dipindahkan.

Tak lama setelah pemindahan garis finis ke titik lama diumumkan, tabrakan beruntun terjadi di pinggiran kota Bastia, beberapa kilometer dari garis finis. Tabrakan itu melibatkan puluhan pebalap, termasuk favorit juara Alberto Contador.

Pebalap Inggris Mark Cavendish yang harapannya mengenakan seragam kuning kandas karena tertahan di belakang tabrakan beruntun itu, menggambarkan peristiwa tersebut sebagai sebuah kekacauan. "Penyebab kecelakaan ini adalah perubahan garis finis," kata Cavendish.

"Kami mendengar dari radio bahwa garis finis masih berjarak lima kilometer lagi. Lalu saat kami masih melaju sejauh satu kilometer, tiba-tiba garis finis sudah di hadapan kami," papar Cavendish. "Ini benar-benar kacau. Saya beruntung tidak ikut bertabrakan. Teman satu tim saya ikut dalam tabrakan itu," lanjut Cavendish.

Sementara itu, Tony Martin, rekan satu tim Cavendish di tim Omega Pharma-Quick Step, termasuk pebalap yang bertabrakan dan harus ditandu ke dalam ambulans. Martin menderita gegar otak ringan, memar di paru-paru kiri, lebam di seluruh tubuh, dan siku sebelah kiri robek.

Akibat kekacauan di garis finis itu, maka panitia memberikan catatan waktu yang sama untuk semua pebalap. Pebalap Jerman Marcel Kittel mendapatkan kaus kuning setelah berhasil lolos dari tumpukan pebalap yang terjatuh. (LEO/LI)
Finis Etape Pertama Tour de FrancePuluhan pembalap, termasuk favorit juara Tour de France tahun ini Alberto Contador (bernomor 91), bertabrakan di etape pertama balap sepeda terkenal ini akibat kekacauan di garis finis yang diakibatkan mogoknya sebuah bus.

Bengkalis Pos
~ Tim balap sepeda Australia, Orica GreenEdge dijatuhi hukuman denda 1.400 poundsterling atau Rp 21 juta setelah bus tim itu terjebak di garis finis etape pertama Tour de France, yang mengakibatkan kekacauan.

Akibat bus yang terjebak di garis finis, banyak pebalap sepeda yang bertabrakan dan menderita memar-memar. Sebelumnya, panitia yang panik berusaha memindahkan bus itu, yang terjebak tepat di garis finis etape pertama antara Porto-Vecchio ke Bastia di Pulau Corsica.

Akhirnya, panitia memutuskan untuk memajukan garis finis sejauh tiga kilometer agar para pebalap aman ketika melintasi garis finis. Namun, kemudian panitia mengabarkan garis finis dikembalikan ke titik semula karena bus yang mogok itu sudah berhasil dipindahkan.

Tak lama setelah pemindahan garis finis ke titik lama diumumkan, tabrakan beruntun terjadi di pinggiran kota Bastia, beberapa kilometer dari garis finis. Tabrakan itu melibatkan puluhan pebalap, termasuk favorit juara Alberto Contador.

Pebalap Inggris Mark Cavendish yang harapannya mengenakan seragam kuning kandas karena tertahan di belakang tabrakan beruntun itu, menggambarkan peristiwa tersebut sebagai sebuah kekacauan. "Penyebab kecelakaan ini adalah perubahan garis finis," kata Cavendish.

"Kami mendengar dari radio bahwa garis finis masih berjarak lima kilometer lagi. Lalu saat kami masih melaju sejauh satu kilometer, tiba-tiba garis finis sudah di hadapan kami," papar Cavendish. "Ini benar-benar kacau. Saya beruntung tidak ikut bertabrakan. Teman satu tim saya ikut dalam tabrakan itu," lanjut Cavendish.

Sementara itu, Tony Martin, rekan satu tim Cavendish di tim Omega Pharma-Quick Step, termasuk pebalap yang bertabrakan dan harus ditandu ke dalam ambulans. Martin menderita gegar otak ringan, memar di paru-paru kiri, lebam di seluruh tubuh, dan siku sebelah kiri robek.

Akibat kekacauan di garis finis itu, maka panitia memberikan catatan waktu yang sama untuk semua pebalap. Pebalap Jerman Marcel Kittel mendapatkan kaus kuning setelah berhasil lolos dari tumpukan pebalap yang terjatuh. (LEO/LI)

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger