Advertise

Piala Konfederasi Brasil Ukirkan Rekor

Piala Konfederasi 2013Fans sepak bola menyaksikan aksi striker Brasil, Neymar, saat negaranya melawan Uruguay di semifinal Piala Konfederasi, Rabu (26/6/2013). Brasil menang 2-1 dan lolos ke final, serta laga ini paling banyak menyedot jumlah penonton televisi di seluruh dunia, yang memecahkan rekor untuk Piala Konfederasi.

Bengkalis Pos
~ Jumlah pemirsa televisi di seluruh dunia yang menyaksikan event Piala Konfederasi bulan ini mencatatkan rekor. Padahal, turnamen yang berlangsung di Brasil ini diwarnai demonstrasi anti-pemerintah. Demikian pernyataan FIFA, Sabtu (29/6/2013).

Kejuaraan ini masih menyisakan dua pertandingan lagi, yang akan berlangsung Minggu (30/6). Meskipun demikian, sejumlah rekor sudah terjadi, yang dimulai dari jumlah gol, di mana Tahiti sebagai juara Oceania menjadi lumbung gol. Sedangkan untuk kategori penonton, untuk sementara sudah menjadi yang tertinggi kedua sejak kompetisi ini dikenal sebagai turnamen empat-tim pada 1992.

Walaupun angka detailnya belum diketahui hingga setelah laga play-off perebutan tempat ketiga antara Italia dan Uruguay, dilanjutkan dengan partai puncak antara tuan rumah Brasil dan juara Eropa dan dunia, Spanyol, pada Minggu (30/6), tetapi rekor jumlah penonton sudah terjadi pada dua partai semifinal pekan ini.

Babak empat besar antara Brasil dan Uruguay, Rabu (26/6), menarik minat lebih dari 53,5 juta pemirsa televisi di seluruh dunia. Menurut FIFA, ini merupakan rekor untuk turnamen tersebut.

Kemudian, kemenangan Spanyol atas Italia lewat drama adu penalti pada partai semifinal kedua, Kamis (27/6), mencatatkan rekor di Italia dalam hal jumlah penonton televisi, sejak Spanyol taklukkan Italia di final Piala Eropa tahun lalu.

Menurut FIFA, rata-rata 12,5 juta pemirsa televisi menyaksikan siaran Rai Uno, lebih tinggi dibandingkan dengan semifinal Piala Dunia 2010 dan merupakan program terpopuler ketiga di televisi Italia untuk tahun ini.

Ini juga mencatatkan rekor jumlah pemirsa tertinggi ketiga di Spanyol untuk sebuah program olahraga tahun ini, dengan 10,4 juta pemirsa yang menonton Telecino. Rekor jumlah tertinggi dipegang Jerman dan Inggris, yang tidak berkompetisi di turnamen tersebut.

Secara keseluruhan, sejumlah 31,2 juta penduduk Brasil menyaksikan semifinal negaranya melawan Uruguay, dengan perincian 29,7 juta nonton melalui TV Globo dan 1,5 juta menonton di Bandeirantes TV. Dengan keberhasilan Brasil melaju ke final dan bertemu Spanyol, diharapkan jumlah penonton televisi pada hari Minggu ini akan lebih tinggi lagi.

Hingga menjelang dua pertandingan pamungkas, total sudah 61 gol yang tercipta, lebih banyak lima gol dibandingkan rekor sebelumnya di Jerman pada 2005. Akan tetapi, 24 dari total gol tersebut bersarang di gawang Tahiti dengan Nigeria mencetak enam gol, Uruguay delapan dan Spanyol 10.

Sedangkan jumlah penonton di stadion untuk 14 pertandingan selama ini, mencapai 687.746 orang, dengan rata-rata hanya lebih dari 49.100 per pertandingan, berada di peringkat kedua di bawah rekor 970.000 penonton saat Piala Konfederasi di Meksiko pada tahun 1999, di mana rata-rata penonton 60.625 per pertandingan.

Pada Jumat (28/6), Presiden FIFA Sepp Blatter mengatakan bahwa walaupun gelombang protes terus mengalir di Brasil dalam dua pekan terakhir, tetapi Piala Konfederasi berlangsung sukses. Dia menilai, sepak bola telah menjadi bagian penting di Brasil dan memberikan emosi tersendiri. (LEO/LI)

Sumber: Reuters
Piala Konfederasi 2013Fans sepak bola menyaksikan aksi striker Brasil, Neymar, saat negaranya melawan Uruguay di semifinal Piala Konfederasi, Rabu (26/6/2013). Brasil menang 2-1 dan lolos ke final, serta laga ini paling banyak menyedot jumlah penonton televisi di seluruh dunia, yang memecahkan rekor untuk Piala Konfederasi.

Bengkalis Pos
~ Jumlah pemirsa televisi di seluruh dunia yang menyaksikan event Piala Konfederasi bulan ini mencatatkan rekor. Padahal, turnamen yang berlangsung di Brasil ini diwarnai demonstrasi anti-pemerintah. Demikian pernyataan FIFA, Sabtu (29/6/2013).

Kejuaraan ini masih menyisakan dua pertandingan lagi, yang akan berlangsung Minggu (30/6). Meskipun demikian, sejumlah rekor sudah terjadi, yang dimulai dari jumlah gol, di mana Tahiti sebagai juara Oceania menjadi lumbung gol. Sedangkan untuk kategori penonton, untuk sementara sudah menjadi yang tertinggi kedua sejak kompetisi ini dikenal sebagai turnamen empat-tim pada 1992.

Walaupun angka detailnya belum diketahui hingga setelah laga play-off perebutan tempat ketiga antara Italia dan Uruguay, dilanjutkan dengan partai puncak antara tuan rumah Brasil dan juara Eropa dan dunia, Spanyol, pada Minggu (30/6), tetapi rekor jumlah penonton sudah terjadi pada dua partai semifinal pekan ini.

Babak empat besar antara Brasil dan Uruguay, Rabu (26/6), menarik minat lebih dari 53,5 juta pemirsa televisi di seluruh dunia. Menurut FIFA, ini merupakan rekor untuk turnamen tersebut.

Kemudian, kemenangan Spanyol atas Italia lewat drama adu penalti pada partai semifinal kedua, Kamis (27/6), mencatatkan rekor di Italia dalam hal jumlah penonton televisi, sejak Spanyol taklukkan Italia di final Piala Eropa tahun lalu.

Menurut FIFA, rata-rata 12,5 juta pemirsa televisi menyaksikan siaran Rai Uno, lebih tinggi dibandingkan dengan semifinal Piala Dunia 2010 dan merupakan program terpopuler ketiga di televisi Italia untuk tahun ini.

Ini juga mencatatkan rekor jumlah pemirsa tertinggi ketiga di Spanyol untuk sebuah program olahraga tahun ini, dengan 10,4 juta pemirsa yang menonton Telecino. Rekor jumlah tertinggi dipegang Jerman dan Inggris, yang tidak berkompetisi di turnamen tersebut.

Secara keseluruhan, sejumlah 31,2 juta penduduk Brasil menyaksikan semifinal negaranya melawan Uruguay, dengan perincian 29,7 juta nonton melalui TV Globo dan 1,5 juta menonton di Bandeirantes TV. Dengan keberhasilan Brasil melaju ke final dan bertemu Spanyol, diharapkan jumlah penonton televisi pada hari Minggu ini akan lebih tinggi lagi.

Hingga menjelang dua pertandingan pamungkas, total sudah 61 gol yang tercipta, lebih banyak lima gol dibandingkan rekor sebelumnya di Jerman pada 2005. Akan tetapi, 24 dari total gol tersebut bersarang di gawang Tahiti dengan Nigeria mencetak enam gol, Uruguay delapan dan Spanyol 10.

Sedangkan jumlah penonton di stadion untuk 14 pertandingan selama ini, mencapai 687.746 orang, dengan rata-rata hanya lebih dari 49.100 per pertandingan, berada di peringkat kedua di bawah rekor 970.000 penonton saat Piala Konfederasi di Meksiko pada tahun 1999, di mana rata-rata penonton 60.625 per pertandingan.

Pada Jumat (28/6), Presiden FIFA Sepp Blatter mengatakan bahwa walaupun gelombang protes terus mengalir di Brasil dalam dua pekan terakhir, tetapi Piala Konfederasi berlangsung sukses. Dia menilai, sepak bola telah menjadi bagian penting di Brasil dan memberikan emosi tersendiri. (LEO/LI)

Sumber: Reuters

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger