Advertise

Mandela Minta Dimakamkan di Kampung Leluhurnya

Mandela
Bengkalis Pos
~ Nelson Mandela telah memberi instruksi bahwa dia harus dimakamkan di sebuah lereng bukit terpencil dalam kuburan yang ditandai dengan sebuah batu sederhana, lapor Telegraph, Sabtu (29/6). Hal itu terungkap Jumat lalu saat orang-orang terus berdoa di luar rumah sakit tempat ia terbaring dalam kondisi kritis.

Mantan pemimpin anti-apartheid Afrika Selatan itu menolak saran agar ia dimakamkan di ibukota Pretoria. Sebaliknya, ia menulis sebuah surat wasiat pada satu halaman kertas ukuran A4 yang memerintahkan keluarganya untuk membiarkan adanya upacara kenegaraan buat dirinya tetapi kemudian menguburnya di Qunu di tanah leluhurnya di Eastern Cape yang berjarak lebih dari 1000 kilometer dari ibukota negara itu.

"Tidak ada orang yang suka berpikir tentang kematian dan Mandela, seperti kebanyakan orang, enggan untuk membuat sebuah wasiat," kata seorang mantan rekan. "Dia jelas dia ingin dimakamkan di Qunu. Dia seorang tradisionalis dan karena itulah mengapa dia ingin dimakamkan di sana.''

Selama tiga minggu Mandela telah berada di Rumah Sakit Jantung Mediclinic, Pretoria, di mana ia dirawat karena infeksi paru-paru. Dia diyakini berada dalam sebuah ventilator.

Tak lama setelah mengunjungi Mandela di rumah sakit, mantan istrinya, Winnie Madikizela-Mandela, mengatakan, "Dibanding beberapa hari yang lalu ada perbaikan besar, tetapi secara klinis ia masih tidak sehat."

Keinginan terakhir Mandela itu terkandung dalam sebuah surat wasiat yang dibuat ketika Mandela masih berusia 78 tahun pada Januari 1996. Sejumlah perkembangan di Qunu dalam sepekan terakhir menunjukkan bahwa hal itu tidak berubah. Hari Jumat, para pekerja mulai meratakan tanah untuk sebuah jalan baru menuju padang rumput seluas 250 hektar di lereng di mana kuburan Mandela diperkirakan akan berada. (LEO/LI)

Sumber: Telegraph
Mandela
Bengkalis Pos
~ Nelson Mandela telah memberi instruksi bahwa dia harus dimakamkan di sebuah lereng bukit terpencil dalam kuburan yang ditandai dengan sebuah batu sederhana, lapor Telegraph, Sabtu (29/6). Hal itu terungkap Jumat lalu saat orang-orang terus berdoa di luar rumah sakit tempat ia terbaring dalam kondisi kritis.

Mantan pemimpin anti-apartheid Afrika Selatan itu menolak saran agar ia dimakamkan di ibukota Pretoria. Sebaliknya, ia menulis sebuah surat wasiat pada satu halaman kertas ukuran A4 yang memerintahkan keluarganya untuk membiarkan adanya upacara kenegaraan buat dirinya tetapi kemudian menguburnya di Qunu di tanah leluhurnya di Eastern Cape yang berjarak lebih dari 1000 kilometer dari ibukota negara itu.

"Tidak ada orang yang suka berpikir tentang kematian dan Mandela, seperti kebanyakan orang, enggan untuk membuat sebuah wasiat," kata seorang mantan rekan. "Dia jelas dia ingin dimakamkan di Qunu. Dia seorang tradisionalis dan karena itulah mengapa dia ingin dimakamkan di sana.''

Selama tiga minggu Mandela telah berada di Rumah Sakit Jantung Mediclinic, Pretoria, di mana ia dirawat karena infeksi paru-paru. Dia diyakini berada dalam sebuah ventilator.

Tak lama setelah mengunjungi Mandela di rumah sakit, mantan istrinya, Winnie Madikizela-Mandela, mengatakan, "Dibanding beberapa hari yang lalu ada perbaikan besar, tetapi secara klinis ia masih tidak sehat."

Keinginan terakhir Mandela itu terkandung dalam sebuah surat wasiat yang dibuat ketika Mandela masih berusia 78 tahun pada Januari 1996. Sejumlah perkembangan di Qunu dalam sepekan terakhir menunjukkan bahwa hal itu tidak berubah. Hari Jumat, para pekerja mulai meratakan tanah untuk sebuah jalan baru menuju padang rumput seluas 250 hektar di lereng di mana kuburan Mandela diperkirakan akan berada. (LEO/LI)

Sumber: Telegraph

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger