Advertise

Tak Ada Prioritas untuk Calhaj Lansia

Tak Ada Prioritas untuk Calhaj LansiaMasjidil Haram, pada Sabtu (10/11/2012) malam, terasa semakin nyaman untuk beribadah, setelah sebagian besar jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, meninggalkan Mekkah, Arab Saudi, bahkan kembali ke negara masing-masing. Malam itu, jemaah yang melakukan tawaf (mengelilingi Ka'bah), tak sepadat hari-hari sebelumnya. Tempat shalat pun mulai kosong di beberapa lokasi, terutama di lantai tiga masjid suci tersebut.

Bengkalis Pos
~ Terkait pengurangan kuota haji oleh Pemerintah Arab Saudi, seiring proyek perluasan kompleks Masjidil Haram di Makkah, Kementerian Agama menyatakan calon jamaah haji lanjut usia tidak mendapat prioritas pemberangkatan haji tahun ini. Kebijakan Kementerian Agama ini mengundang kritik keras dari para anggota Komisi VIII DPR.

“Jamaah di atas 83 tahun terpaksa ditunda karena harus menunggu penyelesaian selama tiga tahun, jadi program prioritas lansia terpaksa ditunda terlebih dulu,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR, di kompleks parlemen, Senin (1/7/2013). Kritik atas pernyataan ini datang dari beragam fraksi di Komisi VIII DPR.

Anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Demokrat, Inggrid Maria Palupi Kansil meminta pemerintah menyisihkan 10 persen jatah untuk lansia. Sementara anggota lain dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Aziz Suseno mendesak Menteri Agama tetap memprioritaskan jamaah lansia.

“Terutama jamaah haji lansia yang sudah membayar lunas harus diprioritaskan. Kalau diminta menunggu tiga tahun lagi, belum tentu mereka masaih ada. Ini harus diprioritaskan,” ucap Azis.

Politisi PKS lainnnya, Hidayat Nur Wahid meminta pemerintah melakukan kajian tersendiri terkait keputusan tidak memberangkatan jamaah haji lansia. “Ini menyangkut banyak hal yang emosional. Kasihan mereka yang sudah menunggu bertahun-tahun, menabung, sampai sudah buat syukuran dan akhirnya batal berangkat,” imbuh Hidayat.

Masjidil Haram saat ini sedang direnovasi besar-besaran, dengan perkirakaan waktu garap sepanjang 2013-2016. Megaproyek renovasi Masjidil Haram bertujuan memperluas area masjid, yang juga menjadi lokasi thawaf mengelilingi Kabah.

Proyek yang ditaksir bernilai 20 miliar dollar Amerika atau sekitar 80 miliar real ini akan meningkatkan daya tampung sebesar 40 persen, dari 48.000 jamaah per jam menjadi 105.000 jamaah per jam. Namun, selama proses renovasi berlangsung, Masjidil Haram hanya mampu menampung sekitar 22.000 jamaah dari seluruh dunia.

Akibatnya, Pemerintah Arab Saudi memberikan surat kenegaran kepada seluruh negara jamaah haji, memberitahukan pengurangan kuota haji sebesar 20 persen dari alokasi semula per tahun. Untuk Indonesia, pemotongan ini menyebabkan 42.200 haji dari jalur reguler dan khusus yang akan batal berangkat pada tahun ini. Pemotongan kuota pada tahun ini hanya dapat memberangkatkan 168.800 orang calon haji dari Indonesia. (LEO/LI)
Tak Ada Prioritas untuk Calhaj LansiaMasjidil Haram, pada Sabtu (10/11/2012) malam, terasa semakin nyaman untuk beribadah, setelah sebagian besar jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, meninggalkan Mekkah, Arab Saudi, bahkan kembali ke negara masing-masing. Malam itu, jemaah yang melakukan tawaf (mengelilingi Ka'bah), tak sepadat hari-hari sebelumnya. Tempat shalat pun mulai kosong di beberapa lokasi, terutama di lantai tiga masjid suci tersebut.

Bengkalis Pos
~ Terkait pengurangan kuota haji oleh Pemerintah Arab Saudi, seiring proyek perluasan kompleks Masjidil Haram di Makkah, Kementerian Agama menyatakan calon jamaah haji lanjut usia tidak mendapat prioritas pemberangkatan haji tahun ini. Kebijakan Kementerian Agama ini mengundang kritik keras dari para anggota Komisi VIII DPR.

“Jamaah di atas 83 tahun terpaksa ditunda karena harus menunggu penyelesaian selama tiga tahun, jadi program prioritas lansia terpaksa ditunda terlebih dulu,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR, di kompleks parlemen, Senin (1/7/2013). Kritik atas pernyataan ini datang dari beragam fraksi di Komisi VIII DPR.

Anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Demokrat, Inggrid Maria Palupi Kansil meminta pemerintah menyisihkan 10 persen jatah untuk lansia. Sementara anggota lain dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Aziz Suseno mendesak Menteri Agama tetap memprioritaskan jamaah lansia.

“Terutama jamaah haji lansia yang sudah membayar lunas harus diprioritaskan. Kalau diminta menunggu tiga tahun lagi, belum tentu mereka masaih ada. Ini harus diprioritaskan,” ucap Azis.

Politisi PKS lainnnya, Hidayat Nur Wahid meminta pemerintah melakukan kajian tersendiri terkait keputusan tidak memberangkatan jamaah haji lansia. “Ini menyangkut banyak hal yang emosional. Kasihan mereka yang sudah menunggu bertahun-tahun, menabung, sampai sudah buat syukuran dan akhirnya batal berangkat,” imbuh Hidayat.

Masjidil Haram saat ini sedang direnovasi besar-besaran, dengan perkirakaan waktu garap sepanjang 2013-2016. Megaproyek renovasi Masjidil Haram bertujuan memperluas area masjid, yang juga menjadi lokasi thawaf mengelilingi Kabah.

Proyek yang ditaksir bernilai 20 miliar dollar Amerika atau sekitar 80 miliar real ini akan meningkatkan daya tampung sebesar 40 persen, dari 48.000 jamaah per jam menjadi 105.000 jamaah per jam. Namun, selama proses renovasi berlangsung, Masjidil Haram hanya mampu menampung sekitar 22.000 jamaah dari seluruh dunia.

Akibatnya, Pemerintah Arab Saudi memberikan surat kenegaran kepada seluruh negara jamaah haji, memberitahukan pengurangan kuota haji sebesar 20 persen dari alokasi semula per tahun. Untuk Indonesia, pemotongan ini menyebabkan 42.200 haji dari jalur reguler dan khusus yang akan batal berangkat pada tahun ini. Pemotongan kuota pada tahun ini hanya dapat memberangkatkan 168.800 orang calon haji dari Indonesia. (LEO/LI)

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger