Advertise

Pengungsi Banjir di Malaka Mengalami Kelaparan

Malaka Barat NTT
Bengkalis Pos
~ Sejumlah warga yang mengungsi karena banjir yang menenggelamkan rumah mereka di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terancam kelaparan. Belum ada bantuan memadai dari pemerintah terhadap para korban banjir bandang Sungai Benenain itu.

Seperti yang diberitakan dari Kompas, Kamis (04/07/2013). Anggota Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) NTT wilayah Kabupaten Malaka, Patris Seran Klau, mengatakan, sebagian besar warga yang mengungsi dan saat ini kelaparan adalah warga Desa Lasaen, Fafoe, dan Umatoos. "Warga mulai kelaparan karena gagal panen akibat banjir. Kondisi pengungsi sekarang juga nyaris tak terurus," ujar dia.

Beruntung, ujar Patris, ada bantuan dari Bank NTT. "Sehingga warga masih bisa bernapas," ungkap Patris. Menurut Patris, bantuan dari bank itu tak bisa dijamin akan cukup untuk sepekan ke depan. Jatah yang didapat para pengungsi bervariasi, antara lima sampai tujuh kilogram beras per keluarga. Sementara anggota keluarga berkisar antara dua sampai tujuh orang.

Saat ini, pengungsi mulai memakan pisang dan kelapa. Sebelumnya, Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan, penanganan banjir Malaka sudah mencakup tindakan darurat pengiriman makanan, obat, dan air bersih ke pengungsian warga. (LEO/LI)

Sumber: Kompas
Malaka Barat NTT
Bengkalis Pos
~ Sejumlah warga yang mengungsi karena banjir yang menenggelamkan rumah mereka di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terancam kelaparan. Belum ada bantuan memadai dari pemerintah terhadap para korban banjir bandang Sungai Benenain itu.

Seperti yang diberitakan dari Kompas, Kamis (04/07/2013). Anggota Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) NTT wilayah Kabupaten Malaka, Patris Seran Klau, mengatakan, sebagian besar warga yang mengungsi dan saat ini kelaparan adalah warga Desa Lasaen, Fafoe, dan Umatoos. "Warga mulai kelaparan karena gagal panen akibat banjir. Kondisi pengungsi sekarang juga nyaris tak terurus," ujar dia.

Beruntung, ujar Patris, ada bantuan dari Bank NTT. "Sehingga warga masih bisa bernapas," ungkap Patris. Menurut Patris, bantuan dari bank itu tak bisa dijamin akan cukup untuk sepekan ke depan. Jatah yang didapat para pengungsi bervariasi, antara lima sampai tujuh kilogram beras per keluarga. Sementara anggota keluarga berkisar antara dua sampai tujuh orang.

Saat ini, pengungsi mulai memakan pisang dan kelapa. Sebelumnya, Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan, penanganan banjir Malaka sudah mencakup tindakan darurat pengiriman makanan, obat, dan air bersih ke pengungsian warga. (LEO/LI)

Sumber: Kompas

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger