Advertise

Polisi Amankan 4 Tersangka Narkoba di Bengkalis

Narkoba di Bengkalis
Bengkalis Pos
~ Jajaran Mapolres Bengkalis mengamankan 4 tersangka yang diduga terlibat Narkoba, termasuk dua oknum anggota polisi yang bertugas di Mapolres Bengkalis, Feb (32) pangkat Brigadir serta Hd (24) pangkat Bripda.

Dua oknum polisi tersebut diamankan di dua lokasi terpisah dan terbukti keduanya menguasai, menggunakan barang haram tersebut. Kapolres Bengkalis, AKBP Ulung Sampurna Jaya melalui Kasat Narkoba, AKP Willy Kartamanah kepada sejumlah wartawan di Mapolres, Selasa (2/7) mengatakan, penangkapan dua oknum anggota polisi tersebut berawal dari pengembangan pasca tertangkapnya salah seorang tersangka bernisial WF (26), Sabtu (29/6) pukul 14:30 WIB.

Tersangka WF sempat akan menabrakkan kenderaan roda dua yang dikendarainya kepada polisi yang berusaha mengamankannya. Sempat terjai kejar-kejaran antara polisi dengan tersangka. Namun akhirnya tersangka berhasil dibekuk bersama kenderaan plat merah yang dipinjam dari pamannya.

"Kita sudah memonitor pergerakan WF ini selama tiga bulan. Dari penangkapan tersangka, kita berhasil mengamankan satu paket kecil Sabu-sabu," kata Kasat. Karena kejahatan narkoba tidak berdiri sendiri, upaya penggalian informasi dan pengembangan kasus terus dilakukan. Termasuk melakukan pemeriksaan hape milik tersangka.

Dari pemeriksaan tersebut ada indikasi tersangka melakukan kontak dengan salah seorang oknum anggota Polisi. Oknum polisi tersebut sering membeli dan memakai barang haram tersebut. "Istilah memakai di dunia mereka itu disebut ceka-ceka," kata Willy lagi.

Tidak hanya dengan oknum polisi berinisal Feb, tersangka WF juga berkerja sama dengan pamannya berinisial Has, warga Kelapapati Tengah. Namun Has keburu kabur saat mengetahui ponakannya tersebut ditangkap polisi.

Keterlibatan oknum polisi berinisial Feb


Kembali ke informasi dugaan keterlibatan oknum polisi berinisial Feb, Polres Bengkalis terus melakukan pemantauan gerik-gerik bersangkutan. Masih dihari yang sama, sekira pukul 19.30, diperoleh informasi oknum polisi tersebut berada di salah satu rumah kos di jalan Tandun sekitar Gor Rabbit.

Tanpa membuang waktu, tempat kos-kosan tersebut langsung digerebek aparat. Polisi langsung mengamankan Feb yang saat itu berada di salah satu kamar bersama seorang perempuan, ESD (32), PNS Pemkab Bengkalis yang menyewa rumah tersebut, yang kemudian juga ditetapkan sebagai tersangka.

"Dari pengerebekan tersebut kita memang tidak menemukan barang bukti narkoba dalam kondisi utuh, tapi kita temuka kaca pirek yang masih ada sisa sabu, bong, pipet sert plastik pembungkus yang masih ada sisa sabu," terang Willy lagi seraya mengatakan, rumah kos-kosan tersebut dikontrak ESD.

Setelah berhasil menangkap tiga tersangka, Polisi kembali melakukan pengembangan. Saat melakukan pemeriksaan hape milik tersangka Feb, polisi kembali menemuka indikasi keterlibatan salah seorang oknum polisi lainnya berinisial Hd alias Up (24).

Polisi sempat kesulitan mencari keberadaan Hd, karena oknum anggota Polres Bengkalis ini jarang masuk kantor alias disersi. Namun kemudian keberadaan Hd tercium oleh aparat, ternyata selama ini Hd ngekos di salah satu kamar di Wisma Surya jalan Panglima Minal Senggoro Bengkalis. Sekitar pukul 01:00 WIB, dini hari, aparat melihat oknum anggota polisi tersebut berada di dalam kamar di Wisma Surya.

"Saat kita gerebak dan kita geledak seisi kamar, kita temukam bong yang masih berisi air, kaca pirek dan pelastik pembungkus sabu yang masih ada sisa sabu didalamnya. Barang-barang tersebut oleh Hd disembunyikan di belakang tv wisma yang nempel di dinding," ungkap Willy.

Oknum polisi Hd, kata Willy, memang termasuk anggota yang bandel. Sebelum ini tersangka pernah diberikan sangsi karena jarang masuk kantor dan sempat dimutasi, namun perangainya tidak berubah.

"Seperti saya sampaikan tadi, bapak Kapolres tidak pandang bulu dan tidak pernah kompromi dengan kasus narkoba, termasuk dua oknum polisi dan satu PNS Pemkab Bengkalis ini. Keduanya bahkan akan dikenai hukuman lebih berat ketimbang tersangka lainnya," jelas Willy.

Terkait kemungkinan keduanya dipecat dari satuan Polisi, kata Willy hal tersebut bisa saja terjadi. Kedua oknum tersebut selain akan menjalani persidangan sipil juga akan menjalani sidang diinternal kepolisian. (KRP)

Sumber: Dumai Pos
Narkoba di Bengkalis
Bengkalis Pos
~ Jajaran Mapolres Bengkalis mengamankan 4 tersangka yang diduga terlibat Narkoba, termasuk dua oknum anggota polisi yang bertugas di Mapolres Bengkalis, Feb (32) pangkat Brigadir serta Hd (24) pangkat Bripda.

Dua oknum polisi tersebut diamankan di dua lokasi terpisah dan terbukti keduanya menguasai, menggunakan barang haram tersebut. Kapolres Bengkalis, AKBP Ulung Sampurna Jaya melalui Kasat Narkoba, AKP Willy Kartamanah kepada sejumlah wartawan di Mapolres, Selasa (2/7) mengatakan, penangkapan dua oknum anggota polisi tersebut berawal dari pengembangan pasca tertangkapnya salah seorang tersangka bernisial WF (26), Sabtu (29/6) pukul 14:30 WIB.

Tersangka WF sempat akan menabrakkan kenderaan roda dua yang dikendarainya kepada polisi yang berusaha mengamankannya. Sempat terjai kejar-kejaran antara polisi dengan tersangka. Namun akhirnya tersangka berhasil dibekuk bersama kenderaan plat merah yang dipinjam dari pamannya.

"Kita sudah memonitor pergerakan WF ini selama tiga bulan. Dari penangkapan tersangka, kita berhasil mengamankan satu paket kecil Sabu-sabu," kata Kasat. Karena kejahatan narkoba tidak berdiri sendiri, upaya penggalian informasi dan pengembangan kasus terus dilakukan. Termasuk melakukan pemeriksaan hape milik tersangka.

Dari pemeriksaan tersebut ada indikasi tersangka melakukan kontak dengan salah seorang oknum anggota Polisi. Oknum polisi tersebut sering membeli dan memakai barang haram tersebut. "Istilah memakai di dunia mereka itu disebut ceka-ceka," kata Willy lagi.

Tidak hanya dengan oknum polisi berinisal Feb, tersangka WF juga berkerja sama dengan pamannya berinisial Has, warga Kelapapati Tengah. Namun Has keburu kabur saat mengetahui ponakannya tersebut ditangkap polisi.

Keterlibatan oknum polisi berinisial Feb


Kembali ke informasi dugaan keterlibatan oknum polisi berinisial Feb, Polres Bengkalis terus melakukan pemantauan gerik-gerik bersangkutan. Masih dihari yang sama, sekira pukul 19.30, diperoleh informasi oknum polisi tersebut berada di salah satu rumah kos di jalan Tandun sekitar Gor Rabbit.

Tanpa membuang waktu, tempat kos-kosan tersebut langsung digerebek aparat. Polisi langsung mengamankan Feb yang saat itu berada di salah satu kamar bersama seorang perempuan, ESD (32), PNS Pemkab Bengkalis yang menyewa rumah tersebut, yang kemudian juga ditetapkan sebagai tersangka.

"Dari pengerebekan tersebut kita memang tidak menemukan barang bukti narkoba dalam kondisi utuh, tapi kita temuka kaca pirek yang masih ada sisa sabu, bong, pipet sert plastik pembungkus yang masih ada sisa sabu," terang Willy lagi seraya mengatakan, rumah kos-kosan tersebut dikontrak ESD.

Setelah berhasil menangkap tiga tersangka, Polisi kembali melakukan pengembangan. Saat melakukan pemeriksaan hape milik tersangka Feb, polisi kembali menemuka indikasi keterlibatan salah seorang oknum polisi lainnya berinisial Hd alias Up (24).

Polisi sempat kesulitan mencari keberadaan Hd, karena oknum anggota Polres Bengkalis ini jarang masuk kantor alias disersi. Namun kemudian keberadaan Hd tercium oleh aparat, ternyata selama ini Hd ngekos di salah satu kamar di Wisma Surya jalan Panglima Minal Senggoro Bengkalis. Sekitar pukul 01:00 WIB, dini hari, aparat melihat oknum anggota polisi tersebut berada di dalam kamar di Wisma Surya.

"Saat kita gerebak dan kita geledak seisi kamar, kita temukam bong yang masih berisi air, kaca pirek dan pelastik pembungkus sabu yang masih ada sisa sabu didalamnya. Barang-barang tersebut oleh Hd disembunyikan di belakang tv wisma yang nempel di dinding," ungkap Willy.

Oknum polisi Hd, kata Willy, memang termasuk anggota yang bandel. Sebelum ini tersangka pernah diberikan sangsi karena jarang masuk kantor dan sempat dimutasi, namun perangainya tidak berubah.

"Seperti saya sampaikan tadi, bapak Kapolres tidak pandang bulu dan tidak pernah kompromi dengan kasus narkoba, termasuk dua oknum polisi dan satu PNS Pemkab Bengkalis ini. Keduanya bahkan akan dikenai hukuman lebih berat ketimbang tersangka lainnya," jelas Willy.

Terkait kemungkinan keduanya dipecat dari satuan Polisi, kata Willy hal tersebut bisa saja terjadi. Kedua oknum tersebut selain akan menjalani persidangan sipil juga akan menjalani sidang diinternal kepolisian. (KRP)

Sumber: Dumai Pos

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger