Advertise

Hsieh dan Peng Rebut Juara Tunggal Putri

Hsieh dan Peng
Bengkalis Pos
~ Pasangan ganda putri unggulan kedelapan asal China dan Taiwan, Su-Wei Hsieh dan Peng Shuai, Sabtu (6/7/2013), merebut gelar juara ganda putri turnamen Grand Slam Wimbledon 2013. Di babak final mereka mengalahkan unggulan ke-12, Ashleigh Barty dan Casey Dellacqua dari Australia dua set langsung 7-6 (1) dan 6-1.

Kekalahan di final ini sangat mengecewakan duet asal Australia ini. Sebab, perjalanan keduanya ke final tidaklah mudah. Mereka harus mengalahkan pasangan unggulan ketujuh, kelima, dan kedua sebelum memastikan tempat di final.

Sementara pasangan Hsieh dan Peng bisa dikatakan tidak menghadapi pasangan unggulan dalam perjalanan mereka menujuk final Wimbledon tahun ini. Di set pertama kedua pasangan ini menampilkan permainan ketat saling mengejar angka.

"Saya kira kami sedikit gugup di awal pertandingan, namun kami kemudian bisa bermain bagus. Lalu, kami merasa mendapatkan tekanan yang sangat hebat," kata Peng. "Jadi kami hanya berusaha bermain sebaik mungkin karena tak ada yang tahu hasil akhir pertandingan," tambah dia.

Dalam pertandingan yang ketat itu, kedua pasangan sempat saling mematahkan servis sehingga kedua pasangan ini sama-sama tak bisa mendominasi pertandingan. Duet Australia bahkan sempat memimpin 5-3, namun tak mampu memanfaatkan keunggulan itu. Bahkan Hsieh dan Peng mampu membalikkan keadaan dan memaksakan dilakukan tie break.

Dan pasangan China/Taiwan itu mendominasi tie break dan menang mudah 7-1. "Di set pertama kedua pasangan memiliki peluang yang sama. Kami sempat unggul 6-5 dan kami juga sempat mendapatkan set point," ujar Peng.

"Namun di saat unggul, kami malah menjadi gugup dan melakukan kesalahan. Saat tie break, kami justru tak terlalu memikirkannya dan hanya ingin bertarung sebaik mungkin," tambah Peng. Setelah menang di set pertama, maka pertandingan di set kedua menjadi jauh lebih mudah bagi pasangan China itu. Mereka dengan mudah memenangkan laga dengan angka telak 6-1.

Kemenangan ini menjadi sejarah tersendiri untuk Hsieh dan Peng. Hsieh menjadi petenis China Taipei pertama yang menjadi juara Wimbledon. Sementara Peng adalah petenis China ketiga yang merebut gelar ganda Wimbledon.

"Kami sangat bangga karena bisa merebut juara bersama teman baik saya. Gelar pertama ini adalah untuk kami dan untuk Taiwan. Saya kira ini adalah sebuah kemenangan besar bagi Taiwan," kata Hsieh. Barty dan Dellacqua adalah pasangan Australia pertama yang melaju ke babak final Wimbledon sejak 2009. Saat itu pasangan Rennai Stubbs dan Sam Stosur takluk dari duet Williams.

Bagi duet Australia final Wimbledon adalah final kedua mereka tahun ini. Sebelumnya mereka juga melangkah hingga final Australia Terbuka sebelulm dikalahkan pasangan Sara Errani dan Roberta Vinci. (LEO/LI)

Sumber: www.wimbledon.com
Hsieh dan Peng
Bengkalis Pos
~ Pasangan ganda putri unggulan kedelapan asal China dan Taiwan, Su-Wei Hsieh dan Peng Shuai, Sabtu (6/7/2013), merebut gelar juara ganda putri turnamen Grand Slam Wimbledon 2013. Di babak final mereka mengalahkan unggulan ke-12, Ashleigh Barty dan Casey Dellacqua dari Australia dua set langsung 7-6 (1) dan 6-1.

Kekalahan di final ini sangat mengecewakan duet asal Australia ini. Sebab, perjalanan keduanya ke final tidaklah mudah. Mereka harus mengalahkan pasangan unggulan ketujuh, kelima, dan kedua sebelum memastikan tempat di final.

Sementara pasangan Hsieh dan Peng bisa dikatakan tidak menghadapi pasangan unggulan dalam perjalanan mereka menujuk final Wimbledon tahun ini. Di set pertama kedua pasangan ini menampilkan permainan ketat saling mengejar angka.

"Saya kira kami sedikit gugup di awal pertandingan, namun kami kemudian bisa bermain bagus. Lalu, kami merasa mendapatkan tekanan yang sangat hebat," kata Peng. "Jadi kami hanya berusaha bermain sebaik mungkin karena tak ada yang tahu hasil akhir pertandingan," tambah dia.

Dalam pertandingan yang ketat itu, kedua pasangan sempat saling mematahkan servis sehingga kedua pasangan ini sama-sama tak bisa mendominasi pertandingan. Duet Australia bahkan sempat memimpin 5-3, namun tak mampu memanfaatkan keunggulan itu. Bahkan Hsieh dan Peng mampu membalikkan keadaan dan memaksakan dilakukan tie break.

Dan pasangan China/Taiwan itu mendominasi tie break dan menang mudah 7-1. "Di set pertama kedua pasangan memiliki peluang yang sama. Kami sempat unggul 6-5 dan kami juga sempat mendapatkan set point," ujar Peng.

"Namun di saat unggul, kami malah menjadi gugup dan melakukan kesalahan. Saat tie break, kami justru tak terlalu memikirkannya dan hanya ingin bertarung sebaik mungkin," tambah Peng. Setelah menang di set pertama, maka pertandingan di set kedua menjadi jauh lebih mudah bagi pasangan China itu. Mereka dengan mudah memenangkan laga dengan angka telak 6-1.

Kemenangan ini menjadi sejarah tersendiri untuk Hsieh dan Peng. Hsieh menjadi petenis China Taipei pertama yang menjadi juara Wimbledon. Sementara Peng adalah petenis China ketiga yang merebut gelar ganda Wimbledon.

"Kami sangat bangga karena bisa merebut juara bersama teman baik saya. Gelar pertama ini adalah untuk kami dan untuk Taiwan. Saya kira ini adalah sebuah kemenangan besar bagi Taiwan," kata Hsieh. Barty dan Dellacqua adalah pasangan Australia pertama yang melaju ke babak final Wimbledon sejak 2009. Saat itu pasangan Rennai Stubbs dan Sam Stosur takluk dari duet Williams.

Bagi duet Australia final Wimbledon adalah final kedua mereka tahun ini. Sebelumnya mereka juga melangkah hingga final Australia Terbuka sebelulm dikalahkan pasangan Sara Errani dan Roberta Vinci. (LEO/LI)

Sumber: www.wimbledon.com

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger