Advertise

Empat Monyet Sulawesi Disita dari Pemiliknya

Monyet Sulawesi
Bengkalis Pos
~ Empat ekor monyet hitam Sulawesi (Macaca nigra) disita dari pemiliknya pada Operasi Peredaran Hasil Hutan dan Penertiban Pemilikan Satwa Dilindungi oleh tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara dan Polda Sulawesi Utara.

Operasi ini turut didampingi oleh unit penyelamat satwa dari Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki – Yayasan Masarang.

"Operasi penertiban tersebut dilakukan sebagai upaya penegakan hukum, serta sebagai bentuk pendidikan kepada masyarakat mengenai perlindungan negara terhadap satwa liar," ujar Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, Ir Sudiyono, Senin (8/7/2013).

Selain itu ikut pula disita satu ekor kasuari gelambir ganda (Cassuarius casuarius), satu ekor nuri bayan (Eclectus roratus), satu ekor nuri pipi merah (Geoffroyus geoffroyi), satu ekor nuri Maluku (Eos bornea), tiga ekor nuri Talaud (Eos histrio), dan satu ekor elang laut perut putih (Haliaeetus leucogaster).

Ketika menemukan warga yang memelihara satwa liar dilindungi, petugas menjelaskan mengenai perlindungan satwa yang didasari pada Undang-Undang no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, terutama pasal 21, kepada pemilik satwa.

Staf bagian edukasi di PPS Tasikoki, Victoria Sendy M mengatakan hampir semua satwa tersebut mengalami malnutrisi akibat kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi dan pemeliharaan yang tidak sesuai standar kesejahteraan satwa.

"Setelah diserahkan ke petugas, satwa akan mendapatkan perawatan intensif dengan standar profesional untuk memulihkan kesehatan mereka. Jika memenuhi persyaratan, mereka akan diikutsertakan dalam program rehabilitasi dan pelepasliaran," ujar Victoria.

Sayangnya dalam operasi yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 4 hingga 6 Juli, tersebut masih ada beberapa pemilik satwa yang tidak bersedia menyerahkan satwanya secara sukarela.

Di antaranya adalah seorang mantan lurah di Kabupaten Minahasa Utara yang kedapatan memelihara satu ekor kasuari di restoran miliknya, seorang polisi di Manado yang di kediamannya ditemukan dua ekor elang, dan anggota TNI yang memiliki tiga nuri Talaud. (LEO/LI)

Sumber: Kompas
Monyet Sulawesi
Bengkalis Pos
~ Empat ekor monyet hitam Sulawesi (Macaca nigra) disita dari pemiliknya pada Operasi Peredaran Hasil Hutan dan Penertiban Pemilikan Satwa Dilindungi oleh tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara dan Polda Sulawesi Utara.

Operasi ini turut didampingi oleh unit penyelamat satwa dari Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki – Yayasan Masarang.

"Operasi penertiban tersebut dilakukan sebagai upaya penegakan hukum, serta sebagai bentuk pendidikan kepada masyarakat mengenai perlindungan negara terhadap satwa liar," ujar Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, Ir Sudiyono, Senin (8/7/2013).

Selain itu ikut pula disita satu ekor kasuari gelambir ganda (Cassuarius casuarius), satu ekor nuri bayan (Eclectus roratus), satu ekor nuri pipi merah (Geoffroyus geoffroyi), satu ekor nuri Maluku (Eos bornea), tiga ekor nuri Talaud (Eos histrio), dan satu ekor elang laut perut putih (Haliaeetus leucogaster).

Ketika menemukan warga yang memelihara satwa liar dilindungi, petugas menjelaskan mengenai perlindungan satwa yang didasari pada Undang-Undang no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, terutama pasal 21, kepada pemilik satwa.

Staf bagian edukasi di PPS Tasikoki, Victoria Sendy M mengatakan hampir semua satwa tersebut mengalami malnutrisi akibat kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi dan pemeliharaan yang tidak sesuai standar kesejahteraan satwa.

"Setelah diserahkan ke petugas, satwa akan mendapatkan perawatan intensif dengan standar profesional untuk memulihkan kesehatan mereka. Jika memenuhi persyaratan, mereka akan diikutsertakan dalam program rehabilitasi dan pelepasliaran," ujar Victoria.

Sayangnya dalam operasi yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 4 hingga 6 Juli, tersebut masih ada beberapa pemilik satwa yang tidak bersedia menyerahkan satwanya secara sukarela.

Di antaranya adalah seorang mantan lurah di Kabupaten Minahasa Utara yang kedapatan memelihara satu ekor kasuari di restoran miliknya, seorang polisi di Manado yang di kediamannya ditemukan dua ekor elang, dan anggota TNI yang memiliki tiga nuri Talaud. (LEO/LI)

Sumber: Kompas

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger