Advertise

Myanmar Masukan Pengunjuk Rasa ke Penjara

Myanmar PengunjukSeorang pria berjalan melewati deretan bangunan yang hangus terbakar akibat kerusuhan sektarian di kota Lashio, Myanmar. Selama dua hari kerusuhan setidaknya satu orang tewas, empat terluka dan sejumlah bangunan milik warga Muslim hangus dibakar.

Bengkalis Pos
~ Pengadilan distrik dan perkotaan Myanmar kembali menjebloskan sekitar 20 lebih pengunjuk rasa ke bui. Menurut warta Xinhua pada Kamis (11/7/2013), para terpidana itu mendapat hukuman antara dua hingga 15 tahun penjara.


Para pengunjuk rasa tersebut memang terkait dengan kerusuhan berdarah di Meikhtila di Utara Mandalay pada Maret silam. Sebelumnya, pada April dan Mei, ada 10 pengunjuk rasa yang dihukum penjara gara-gara kejadian itu, termasuk di antaranya adalah tiga orang provokator. Rata-rata, para terpidana tersebut mendapat hukuman antara dua hingga 17 tahun penjara.

Sementara itu, pihak kepolisian menambah lagi satu batalyon pasukan di Meikhtila. Tak cuma itu, ada pula tambahan tiga batalyon pendukung polisi untuk Nay Pyi Taw.

Belajar dari pengalaman unjuk rasa itu, pihak kepolisian Myanmar (MPF) mengikuti pelatihan baru untuk penanganan unjuk rasa. MFP juga membangun sistem pengorganisasian anyar untuk mengantisipasi demo.

Insiden di Meikhtila beranjak dari keributan antara penjual dan pembeli di sebuah toko emas pada 20 Maret 2013. Kerusuhan itu meluas ke tiga kota. Pemerintah menetapkan negara dalam keadaan darurat pada 22 Maret 2013.

Menurut MPF, sebanyak 68 orang ditahan karena kejadian tersebut. Kerusuhan juga membuat 11.000 orang kehilangan tempat tinggal akibat aksi pembakaran. (LEO/LI)

Sumber: Xinhua
Myanmar PengunjukSeorang pria berjalan melewati deretan bangunan yang hangus terbakar akibat kerusuhan sektarian di kota Lashio, Myanmar. Selama dua hari kerusuhan setidaknya satu orang tewas, empat terluka dan sejumlah bangunan milik warga Muslim hangus dibakar.

Bengkalis Pos
~ Pengadilan distrik dan perkotaan Myanmar kembali menjebloskan sekitar 20 lebih pengunjuk rasa ke bui. Menurut warta Xinhua pada Kamis (11/7/2013), para terpidana itu mendapat hukuman antara dua hingga 15 tahun penjara.


Para pengunjuk rasa tersebut memang terkait dengan kerusuhan berdarah di Meikhtila di Utara Mandalay pada Maret silam. Sebelumnya, pada April dan Mei, ada 10 pengunjuk rasa yang dihukum penjara gara-gara kejadian itu, termasuk di antaranya adalah tiga orang provokator. Rata-rata, para terpidana tersebut mendapat hukuman antara dua hingga 17 tahun penjara.

Sementara itu, pihak kepolisian menambah lagi satu batalyon pasukan di Meikhtila. Tak cuma itu, ada pula tambahan tiga batalyon pendukung polisi untuk Nay Pyi Taw.

Belajar dari pengalaman unjuk rasa itu, pihak kepolisian Myanmar (MPF) mengikuti pelatihan baru untuk penanganan unjuk rasa. MFP juga membangun sistem pengorganisasian anyar untuk mengantisipasi demo.

Insiden di Meikhtila beranjak dari keributan antara penjual dan pembeli di sebuah toko emas pada 20 Maret 2013. Kerusuhan itu meluas ke tiga kota. Pemerintah menetapkan negara dalam keadaan darurat pada 22 Maret 2013.

Menurut MPF, sebanyak 68 orang ditahan karena kejadian tersebut. Kerusuhan juga membuat 11.000 orang kehilangan tempat tinggal akibat aksi pembakaran. (LEO/LI)

Sumber: Xinhua

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger