Advertise

SBY Terima SMS dari Napi Lapas Tanjung Gusta

SBY
Bengkalis Pos
~ Dalam pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di hadapan para menterinya, Sabtu (13/7), terselip sebuah informasi yang diterima Presiden dari narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta, Medan.

Narapidana itu mengeluhkan persoalan listrik dan air yang menjadi hak dasar mereka selama di tahanan. "Kalau benar ini, yang di dalam pun mengirim SMS kepada saya. Saya hargai. Yang di dalam narapidana. Intinya Pak SBY jangan salah terima, kami tidak berarti ingin melakukan sesuatu tapi listrik dan air penyebabnya tidak ada respon," kata Presiden SBY saat rapat terbatas yang digelar di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Sabtu.

Selain persoalan listrik dan air, Presiden SBY mengakui adanya provokator dalam peristiwa kerusuhan di Lapas Tanjung Gusta itu.

Namun Presiden menilai pokok permasalahan Lapas Tanjung Gusta ada pada pemenuhan hak-hak dasar para narapidana. "Hak-hak dasar ini yang harus kami penuhi. Ini bulan Ramadan banyak di antara mereka ada juga yang berpuasa. Jadi jangan gara-gara napi lantas kehilangan hak dasarnya. Ini prinsip," kata Presiden SBY.

Presiden mengaku telah menganggarkan Rp 1 triliun untuk meningkatkan kapasitas lapas terutama yang sudah over capacity. "Tujuannya, jangan sampai terjadi apa yang terjadi di Medan ini. Saya ingin dapat laporan digunakan seperti apa," kata SBY.  Kalau memang dinilai masih kurang, lanjut SBY, maka anggaran itu bisa ditambah lagi mengingat perekonomian yang kini membaik sehingga anggaran bisa meningkat.

Kamis lalu, ratusan narapidana dan tahanan melarikan diri dari Lapas Tanjung Gusta. Peristiwa itu bermula saat pasokan listrik dan air ke lapas itu terhenti. Kekacauan pun terjadi dan berujung pada pembakaran di beberapa titik lapas. Saat situasi kacau inilah, ratusan warga binaan kabur setelah sebelumnya menyandera 15 petugas lapas. (LEO/LI)

Sumber: Kompas
SBY
Bengkalis Pos
~ Dalam pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di hadapan para menterinya, Sabtu (13/7), terselip sebuah informasi yang diterima Presiden dari narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta, Medan.

Narapidana itu mengeluhkan persoalan listrik dan air yang menjadi hak dasar mereka selama di tahanan. "Kalau benar ini, yang di dalam pun mengirim SMS kepada saya. Saya hargai. Yang di dalam narapidana. Intinya Pak SBY jangan salah terima, kami tidak berarti ingin melakukan sesuatu tapi listrik dan air penyebabnya tidak ada respon," kata Presiden SBY saat rapat terbatas yang digelar di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Sabtu.

Selain persoalan listrik dan air, Presiden SBY mengakui adanya provokator dalam peristiwa kerusuhan di Lapas Tanjung Gusta itu.

Namun Presiden menilai pokok permasalahan Lapas Tanjung Gusta ada pada pemenuhan hak-hak dasar para narapidana. "Hak-hak dasar ini yang harus kami penuhi. Ini bulan Ramadan banyak di antara mereka ada juga yang berpuasa. Jadi jangan gara-gara napi lantas kehilangan hak dasarnya. Ini prinsip," kata Presiden SBY.

Presiden mengaku telah menganggarkan Rp 1 triliun untuk meningkatkan kapasitas lapas terutama yang sudah over capacity. "Tujuannya, jangan sampai terjadi apa yang terjadi di Medan ini. Saya ingin dapat laporan digunakan seperti apa," kata SBY.  Kalau memang dinilai masih kurang, lanjut SBY, maka anggaran itu bisa ditambah lagi mengingat perekonomian yang kini membaik sehingga anggaran bisa meningkat.

Kamis lalu, ratusan narapidana dan tahanan melarikan diri dari Lapas Tanjung Gusta. Peristiwa itu bermula saat pasokan listrik dan air ke lapas itu terhenti. Kekacauan pun terjadi dan berujung pada pembakaran di beberapa titik lapas. Saat situasi kacau inilah, ratusan warga binaan kabur setelah sebelumnya menyandera 15 petugas lapas. (LEO/LI)

Sumber: Kompas

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger