Advertise

Investigasi Skandal Daging Kuda Dikritik

Investigasi Skandal Daging Kuda Dikritik
Bengkalis Pos
~ Anggota parlemen Inggris menyoroti lambannya penyelidikan skandal daging kuda yang terjadi di Eropa. Penyelidikan baru dilakukan enam bulan setelah adanya penemuan kasus pertama kesalahan pada pelabelan daging kuda.

Komite Lingkungan, Makanan dan Pedesaan mengatakan kasus daging kuda yang salah diberi label daging sapi dalam produk yang beredar di Inggris dan Irlandia "sangat teroganisir". Laporan tersebut mengatakan jika tindakan penipuan diketahui harus ada upaya penuntutan. Departemen Makanan, Lingkungan dan Masalah Pedesaan Defra mengatakan polisi masih melakukan investigasi.

DNA kuda ditemukan dalam produk daging oleh penyelidik makanan Irlandia pada Januari, dan komite parlemen mengkritik otoritas Inggris dan Irlandia karena gagal untuk mengetahui masalah ini.

Ilegal


Dalam laporan kontaminasi makanan, komite mengatakan, "Kami terkejut dengan lambannya investigasi dan ingin adanya jaminan agar penuntutan dilakukan ketika bukti-bukti dari pemalsuan atau aktivitas ilegal lainnya ditemukan."

Laporan itu juga menyebutkan, "Bukti-bukti yang kami terima dari pedagang dan pengolah makanan di Inggris dan Irlandia menemukan adanya jaringan perusahana dagang yang terorganisir dalam penjualan ini dan kesalahan pada label daging beku dan olahan atau produk daging tidak memenuhi persyaratan, dan ini merupakan pemalsuan dan ilegal."

Sejumlah produk daging, termasuk lasagne beku, ditarik dari peredaran di Inggris dan Eropa, setelah diketahui terpapar daging kuda. Otoritas melakukan penggerebekan di sejumlah tempat di Inggris dan tiga orang ditahan dengan tuduhan pemalsuan, tetapi sejauh ini tidak ada penuntutan yang diajukan.

Para anggota parlemen mengetahui bahwa dari 99 persen daging sapi olahan dan beku yang diuji di Inggris sangat sedikit ditemukan kasus kontaminasi daging kuda.

Di seluruh Uni Eropa, dari 4,66 persen produk yang diuji ditemukan 1 persen produk mengandung daging kuda.

Tetapi yang mengejutkan adalah 14 dari 836 sampel makanan yang mengandung daging kuda di Inggris positif mengandung obat penghilang rasa sakit.

Komite parlemen juga mengeluhkan tidak adanya kejelasan pihak mana yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut. (LEO/LI)

Sumber: BBC Indonesia
Investigasi Skandal Daging Kuda Dikritik
Bengkalis Pos
~ Anggota parlemen Inggris menyoroti lambannya penyelidikan skandal daging kuda yang terjadi di Eropa. Penyelidikan baru dilakukan enam bulan setelah adanya penemuan kasus pertama kesalahan pada pelabelan daging kuda.

Komite Lingkungan, Makanan dan Pedesaan mengatakan kasus daging kuda yang salah diberi label daging sapi dalam produk yang beredar di Inggris dan Irlandia "sangat teroganisir". Laporan tersebut mengatakan jika tindakan penipuan diketahui harus ada upaya penuntutan. Departemen Makanan, Lingkungan dan Masalah Pedesaan Defra mengatakan polisi masih melakukan investigasi.

DNA kuda ditemukan dalam produk daging oleh penyelidik makanan Irlandia pada Januari, dan komite parlemen mengkritik otoritas Inggris dan Irlandia karena gagal untuk mengetahui masalah ini.

Ilegal


Dalam laporan kontaminasi makanan, komite mengatakan, "Kami terkejut dengan lambannya investigasi dan ingin adanya jaminan agar penuntutan dilakukan ketika bukti-bukti dari pemalsuan atau aktivitas ilegal lainnya ditemukan."

Laporan itu juga menyebutkan, "Bukti-bukti yang kami terima dari pedagang dan pengolah makanan di Inggris dan Irlandia menemukan adanya jaringan perusahana dagang yang terorganisir dalam penjualan ini dan kesalahan pada label daging beku dan olahan atau produk daging tidak memenuhi persyaratan, dan ini merupakan pemalsuan dan ilegal."

Sejumlah produk daging, termasuk lasagne beku, ditarik dari peredaran di Inggris dan Eropa, setelah diketahui terpapar daging kuda. Otoritas melakukan penggerebekan di sejumlah tempat di Inggris dan tiga orang ditahan dengan tuduhan pemalsuan, tetapi sejauh ini tidak ada penuntutan yang diajukan.

Para anggota parlemen mengetahui bahwa dari 99 persen daging sapi olahan dan beku yang diuji di Inggris sangat sedikit ditemukan kasus kontaminasi daging kuda.

Di seluruh Uni Eropa, dari 4,66 persen produk yang diuji ditemukan 1 persen produk mengandung daging kuda.

Tetapi yang mengejutkan adalah 14 dari 836 sampel makanan yang mengandung daging kuda di Inggris positif mengandung obat penghilang rasa sakit.

Komite parlemen juga mengeluhkan tidak adanya kejelasan pihak mana yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut. (LEO/LI)

Sumber: BBC Indonesia

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger