Advertise

Pencarian Awak KM King Tuna Ditunda

Pencarian Awak KM King Tuna DitundaWarga memancing ikan di tepi kapal nelayan yang bersandar di pelabuhan perikanan Pulau Baai, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Selasa (8/1/2012). Sebagian kecil nelayan di Pulau Baai tidak berani melaut dan menyandarkan kapalnya di pelabuhan karena buruknya cuaca. Namun, mayoritas dari mereka tetap memaksakan diri melaut.

Bengkalis Pos
~ Badan SAR Nasional (Basarnas) Manado, Rabu (17/7/2013) malam, menunda pencarian dan evakuasi korban tenggelamnya kapal nelayan Tuna King. Pencarian akan dilanjutkan Kamis (18/7/2013). Penundaan dilakukan karena cuaca buruk.

"Besok pagi kami akan lakukan upaya rescue," ujar Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Basarnas Manado, Danang P, Rabu (17/7/2013) malam. Kapal Tuna King yang berbobot 10 ton dilaporkan terbalik dan tenggelam di perairan pulau Naeng, Minahasa Utara, Rabu (17/7/2013) dini hari.

Cuaca buruk yang melanda sebagian besar wilayah Sulawesi Utara dalam dua hari terakhir diduga menjadi penyebab tenggelamnya kapal pencari ikan tersebut. Di atas kapal jenis pajeko itu ada 11 nelayan.

Pemilik kapal, Sukardi melaporkan kepada Basarnas Manado, bahwa 4 nelayan dikabarkan selamat. Mereka ditolong nelayan lain ketika terapung di atas sebuah rakit penangkap ikan.

Kini keempat nelayan tersebut, kata Sukardi, telah dievakuasi ke pulau Naeng. Pencarian masih terus dilakukan terhadap 7 nelayan lain. Pemilik kapal mengirimkan KM Tuna Queen, untuk ikut mencari. (LEO/LI)
Pencarian Awak KM King Tuna DitundaWarga memancing ikan di tepi kapal nelayan yang bersandar di pelabuhan perikanan Pulau Baai, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Selasa (8/1/2012). Sebagian kecil nelayan di Pulau Baai tidak berani melaut dan menyandarkan kapalnya di pelabuhan karena buruknya cuaca. Namun, mayoritas dari mereka tetap memaksakan diri melaut.

Bengkalis Pos
~ Badan SAR Nasional (Basarnas) Manado, Rabu (17/7/2013) malam, menunda pencarian dan evakuasi korban tenggelamnya kapal nelayan Tuna King. Pencarian akan dilanjutkan Kamis (18/7/2013). Penundaan dilakukan karena cuaca buruk.

"Besok pagi kami akan lakukan upaya rescue," ujar Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Basarnas Manado, Danang P, Rabu (17/7/2013) malam. Kapal Tuna King yang berbobot 10 ton dilaporkan terbalik dan tenggelam di perairan pulau Naeng, Minahasa Utara, Rabu (17/7/2013) dini hari.

Cuaca buruk yang melanda sebagian besar wilayah Sulawesi Utara dalam dua hari terakhir diduga menjadi penyebab tenggelamnya kapal pencari ikan tersebut. Di atas kapal jenis pajeko itu ada 11 nelayan.

Pemilik kapal, Sukardi melaporkan kepada Basarnas Manado, bahwa 4 nelayan dikabarkan selamat. Mereka ditolong nelayan lain ketika terapung di atas sebuah rakit penangkap ikan.

Kini keempat nelayan tersebut, kata Sukardi, telah dievakuasi ke pulau Naeng. Pencarian masih terus dilakukan terhadap 7 nelayan lain. Pemilik kapal mengirimkan KM Tuna Queen, untuk ikut mencari. (LEO/LI)

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger