Advertise

Seorang Pria Bunuh Dua Pejabat China

Seorang Pria Bunuh Dua Pejabat China
Bengkalis Pos
~ Seorang pria bersenjatakan pisau menyerang kantor pelaksana "Kebijakan Satu Anak" di kota Dongxing, Provinsi Guangxi, di China selatan. Pria ini menikam dua pejabat kantor tersebut sampai tewas dan melukai empat orang lainnya.

Aksi tersebut dipicu ketidakpuasan pria tadi atas kebijakan satu anak. Kantor berita AFP mengutip kantor berita Xinhua, Selasa (23/7/2013), melaporkan, pejabat kantor "Kebijakan Satu Anak" awalnya menolak memberikan surat keterangan kepada pria yang bernama Hu tersebut, yang memungkinkannya memperoleh izin tinggal untuk empat anak.

Penolakan pemberian surat dilakukan karena Hu tak mau membayar "pungutan kompensasi sosial" karena melanggar kebijakan China yang hanya mengizinkan setiap keluarga punya satu anak.

Harian Rakyat melaporkan, Hu ditangkap segera setelah menyerang kantor itu. Video yang diunggah dalam portal Sina memperlihatkan pria tersebut diamankan sekelompok polisi. Gambar diambil seorang pejalan kaki, dan belum mendapat verifikasi.

Kebijakan China membatasi hanya satu anak pada semua keluarga China semakin diperketat sejak diterapkan tiga dekade lalu. Penguasa China menerapkan kebijakan ini untuk mencegah membengkaknya pertumbuhan penduduk dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, kebijakan ini pun menimbulkan problem demografi. Banyak keluarga di China secara tradisi lebih menyukai memiliki anak laki-laki. Karenanya, UU satu anak sering dilanggar jika mereka belum memiliki anak laki-laki. Terlebih lagi, banyak pasangan di pedesaan China memiliki anak pertama berjenis kelamin perempuan.

Kasus pembunuhan dua pejabat ini mengundang dukungan dari banyak pihak di China yang mengecam kebijakan satu anak. "Berapa banyak orang akan berubah dan melakukan tindakan kriminal karena hukum yang mengerikan ini," demikian antara lain salah satu komentar di Twitter.

China dilaporkan kini menghadapi masalah menipisnya angkatan kerja muda usia karena kebijakan satu anak. Postur demografi China juga memperlihatkan populasi China didominasi kalangan berusia lanjut. (LEO/LI)

Sumber: Xinhua
Seorang Pria Bunuh Dua Pejabat China
Bengkalis Pos
~ Seorang pria bersenjatakan pisau menyerang kantor pelaksana "Kebijakan Satu Anak" di kota Dongxing, Provinsi Guangxi, di China selatan. Pria ini menikam dua pejabat kantor tersebut sampai tewas dan melukai empat orang lainnya.

Aksi tersebut dipicu ketidakpuasan pria tadi atas kebijakan satu anak. Kantor berita AFP mengutip kantor berita Xinhua, Selasa (23/7/2013), melaporkan, pejabat kantor "Kebijakan Satu Anak" awalnya menolak memberikan surat keterangan kepada pria yang bernama Hu tersebut, yang memungkinkannya memperoleh izin tinggal untuk empat anak.

Penolakan pemberian surat dilakukan karena Hu tak mau membayar "pungutan kompensasi sosial" karena melanggar kebijakan China yang hanya mengizinkan setiap keluarga punya satu anak.

Harian Rakyat melaporkan, Hu ditangkap segera setelah menyerang kantor itu. Video yang diunggah dalam portal Sina memperlihatkan pria tersebut diamankan sekelompok polisi. Gambar diambil seorang pejalan kaki, dan belum mendapat verifikasi.

Kebijakan China membatasi hanya satu anak pada semua keluarga China semakin diperketat sejak diterapkan tiga dekade lalu. Penguasa China menerapkan kebijakan ini untuk mencegah membengkaknya pertumbuhan penduduk dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, kebijakan ini pun menimbulkan problem demografi. Banyak keluarga di China secara tradisi lebih menyukai memiliki anak laki-laki. Karenanya, UU satu anak sering dilanggar jika mereka belum memiliki anak laki-laki. Terlebih lagi, banyak pasangan di pedesaan China memiliki anak pertama berjenis kelamin perempuan.

Kasus pembunuhan dua pejabat ini mengundang dukungan dari banyak pihak di China yang mengecam kebijakan satu anak. "Berapa banyak orang akan berubah dan melakukan tindakan kriminal karena hukum yang mengerikan ini," demikian antara lain salah satu komentar di Twitter.

China dilaporkan kini menghadapi masalah menipisnya angkatan kerja muda usia karena kebijakan satu anak. Postur demografi China juga memperlihatkan populasi China didominasi kalangan berusia lanjut. (LEO/LI)

Sumber: Xinhua

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger