Advertise

Lampu Padam, Warga Polewali Mandar Tarawih dalam Gulita

Lampu Padam, Warga Polewali Mandar Tarawih dalam Gulita
Bengkalis Pos
~ Warga Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat terpaksa berbuka puasa dan menjalankan shalat tarawih dalam gelap, akibat padamnya aliran listrik sepanjang Jumat (26/7/2013) malam hingg Sabtu (27/7/2013) dini hari.

Salah satu masjid yang terpaksa menggelar shalat tarawih dalam gulita adalah masjid Hidayatullah, Kalawa, Kecamatan Polewali.

Akibat padamnya lampu, masjid ini terpaksa menggunakan lampu minyak tanah dan lilin demi memberi sedikit cahaya.

Sementara itu, sejumlah masjid dan mushalla lain terlambat menggelar shalat tarawih lantaran menunggu listrik kembali menyala.

Alhasil, shalat tarawih yang biasanya digelar pada pukul 20.00 Wita, molor hingga pukul 22.00 Wita. Akhirnya, jamaah masjid terpaksa menggelar shalat di tengah kegelapan.

Abdul Aziz, salah seorang jamaah Masjid Hidyatullah, mengaku sangat terganggu dan tidak nyaman beribadah dalam gelap seperti itu.

Aziz menyesalkan pihak PLN yang tidak menyampaikan pemberitahuan apapun terkait putusnya aliran listrik, sehingga warga bisa mempersiapkan cahaya alternatif.

“Kami terpaksa sholat dalam keadaan gelap gulita, sudah menunggu hingga jam 21.00 lampu tak kunjung menyala makanya kita tetap tarawih,” tutur Abdul Azis.

Sejumlah jamaah lain mengaku kesal karena sudah berusaha mempertanyakan alasan pemadaman listrik ke kantor PLN setempat.

Namun, setelah menelepon berulang kali tak ada seorangpun petugas PLN yang menjawab keluhan warga.

Warga hanya bisa pasrah dan berharap PLN segela berbenah sehingga warga tetap bisa nyaman saat menjalankan ibadan sepanjang bulan Ramadhan ini. (LEO/LI)

Sumber: Kompas
Lampu Padam, Warga Polewali Mandar Tarawih dalam Gulita
Bengkalis Pos
~ Warga Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat terpaksa berbuka puasa dan menjalankan shalat tarawih dalam gelap, akibat padamnya aliran listrik sepanjang Jumat (26/7/2013) malam hingg Sabtu (27/7/2013) dini hari.

Salah satu masjid yang terpaksa menggelar shalat tarawih dalam gulita adalah masjid Hidayatullah, Kalawa, Kecamatan Polewali.

Akibat padamnya lampu, masjid ini terpaksa menggunakan lampu minyak tanah dan lilin demi memberi sedikit cahaya.

Sementara itu, sejumlah masjid dan mushalla lain terlambat menggelar shalat tarawih lantaran menunggu listrik kembali menyala.

Alhasil, shalat tarawih yang biasanya digelar pada pukul 20.00 Wita, molor hingga pukul 22.00 Wita. Akhirnya, jamaah masjid terpaksa menggelar shalat di tengah kegelapan.

Abdul Aziz, salah seorang jamaah Masjid Hidyatullah, mengaku sangat terganggu dan tidak nyaman beribadah dalam gelap seperti itu.

Aziz menyesalkan pihak PLN yang tidak menyampaikan pemberitahuan apapun terkait putusnya aliran listrik, sehingga warga bisa mempersiapkan cahaya alternatif.

“Kami terpaksa sholat dalam keadaan gelap gulita, sudah menunggu hingga jam 21.00 lampu tak kunjung menyala makanya kita tetap tarawih,” tutur Abdul Azis.

Sejumlah jamaah lain mengaku kesal karena sudah berusaha mempertanyakan alasan pemadaman listrik ke kantor PLN setempat.

Namun, setelah menelepon berulang kali tak ada seorangpun petugas PLN yang menjawab keluhan warga.

Warga hanya bisa pasrah dan berharap PLN segela berbenah sehingga warga tetap bisa nyaman saat menjalankan ibadan sepanjang bulan Ramadhan ini. (LEO/LI)

Sumber: Kompas

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger