Advertise

Tampar Legimo, Djoko Tegaskan Tak Terkait Uang

Tampar Legimo, Djoko Tegaskan Tak Terkait Uang
Bengkalis Pos
~ Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan driving simulator pengemudi roda dua (R2) dan roda empat (R4), mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) Inspektur Jenderal Djoko Susilo mengaku pernah menampar Legimo, Bendahara Korlantas Polri. Djoko menegaskan penamparan itu tidak terkait adanya kardus uang yang tidak dijaga oleh Legimo. Tamparan itu lantaran Legimo sering mangkir dari tugas.

“Saya marah dengan Legimo itu tidak ada kaitannya dengan dus-dus atau pencairan, dan selesai pencairan. Dia (Legimo) setiap saya cari selalu tidak ada, menghilang dan banyak alasan” kata Djoko saat memberi keterangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (1/8/2013).

Menurut Djoko, Legimo sering mengaku berada di Mabes Polri tanpa alasan yang jelas. Menurut Djoko, harusnya Legimo selalu ada di Korlantas. "Itu marah karena dia dicari mengaku ada di Mabes. Tidak ada di tempat (Korlantas). Jadi tidak ada berkaitan dus-dus," tegasnya.

Sebelumnya Legimo saat bersaksi untuk Djoko mengaku pernah ditampar lantaran tidak berada di tempat saat Djoko ingin mengambil uangnya. Legimo mengaku diperintah Djoko untuk mengambil uang empat kardus dari Budi Susanto, Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi.

Menurut Legimo, uang ini terkait dengan proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM). Setelah diterima, uang dalam empat kardus itu dititipkan di ruangan Legimo. Kepada majelis hakim, Legimo mengaku tidak tahu berapa isi uang dalam empat kardus besar tersebut.

Legimo mengaku sempat meninggalkan ruangan. Padahal, Djoko berpesan kepadanya agar jangan pulang dulu. Karena itulah, Djoko marah dan menampar Legimo. Djoko juga membantah kardus berisi uang tersebut pemberian dari Budi. (LEO/LI)
Tampar Legimo, Djoko Tegaskan Tak Terkait Uang
Bengkalis Pos
~ Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan driving simulator pengemudi roda dua (R2) dan roda empat (R4), mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) Inspektur Jenderal Djoko Susilo mengaku pernah menampar Legimo, Bendahara Korlantas Polri. Djoko menegaskan penamparan itu tidak terkait adanya kardus uang yang tidak dijaga oleh Legimo. Tamparan itu lantaran Legimo sering mangkir dari tugas.

“Saya marah dengan Legimo itu tidak ada kaitannya dengan dus-dus atau pencairan, dan selesai pencairan. Dia (Legimo) setiap saya cari selalu tidak ada, menghilang dan banyak alasan” kata Djoko saat memberi keterangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (1/8/2013).

Menurut Djoko, Legimo sering mengaku berada di Mabes Polri tanpa alasan yang jelas. Menurut Djoko, harusnya Legimo selalu ada di Korlantas. "Itu marah karena dia dicari mengaku ada di Mabes. Tidak ada di tempat (Korlantas). Jadi tidak ada berkaitan dus-dus," tegasnya.

Sebelumnya Legimo saat bersaksi untuk Djoko mengaku pernah ditampar lantaran tidak berada di tempat saat Djoko ingin mengambil uangnya. Legimo mengaku diperintah Djoko untuk mengambil uang empat kardus dari Budi Susanto, Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi.

Menurut Legimo, uang ini terkait dengan proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM). Setelah diterima, uang dalam empat kardus itu dititipkan di ruangan Legimo. Kepada majelis hakim, Legimo mengaku tidak tahu berapa isi uang dalam empat kardus besar tersebut.

Legimo mengaku sempat meninggalkan ruangan. Padahal, Djoko berpesan kepadanya agar jangan pulang dulu. Karena itulah, Djoko marah dan menampar Legimo. Djoko juga membantah kardus berisi uang tersebut pemberian dari Budi. (LEO/LI)

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger