Advertise

Tembikar Kuno Buktikan Kebenaran Kisah dalam Perjanjian Lama

Tembikar Kuno Buktikan Kebenaran Kisah dalam Perjanjian Lama
Bengkalis Pos
~ Sebuah pecahan kecil dari tembikar kuno yang ditemukan di Israel modern diyakini dapat mengungkap kehidupan masyarakat pada masa pewahyuan Alkitab. Temuan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintahan era raja Daud dan Salomo benar-benar ada.

Prasasti Ophel, yang diyakini berasal dari abad 10 SM, ditemukan pada bulan Desember 2012. Penemuan ini sempat membingungkan para ahli karena adanya tulisan dengan bahasa yang aneh.

Awalnya para ahli menyangka prasasti itu berisi tulisan dari bahasa Kanaan, kota tempat orang-orang yang dideskripsikan dalam Alkitab hidup yang kini telah menjelma menjadi Israel modern.

Namun, Dr Douglas Petrovich, seorang ahli sejarah Near Eastern dan studi Alkitab, meyakini bahwa tulisan tersebut merupakan bentuk asli dan tertua dari bahasa Ibrani.

Temuan ini menunjukkan jika masyarakat Israel kuno telah berada di Yerusalem jauh lebih awal daripada yang diduga sebelumnya.

"Penutur Ibrani berkuasa atas Yerusalem pada abad 10 SM. Masa ini bertepatan dengan masa pemerintahan Daud dan Salomo seperti yang tertulis dalam Alkitab. Siapa pun mereka, yang pasti mereka telah menuliskan bahasa Ibrani seperti mereka hidup di wilayahnya sendiri," ujar Dr Petrovich seperti yang dikutip oleh Daily Mail, Kamis (1/8/2013).

Jika dugaan Dr Petrovich benar, temuan ini dapat menjadi bukti atas kebenaran Perjanjian Lama dalam Alkitab. Artinya, kisah-kisah dalam Perjanjian Lama merupakan sebuah bentuk catatan sejarah dari kejadian-kejadian nyata dalam kehidupan umat manusia. Temuan ini sekaligus menjatuhkan dugaan bahwa masyarakat kuno Israel baru menuliskan kisah kehidupan mereka beberapa ratus tahun lebih akhir dari usia prasasti.

Penyataan Dr Petrovich menimbulkan kontroversi di kalangan komunitas arkeolog. Israel Finkelstein, seorang arkeolog dari Tel Aviv University, menyatakan jika prasasti Ophel penting untuk mengetahui sejarah awal Israel. Namun, "gagasan romantis" dari Alkitab seharusnya tidak mengaburkan metode ilmiah.

Pada tahun 2008, para arkeolog menemukan sebuah prasasti yang mirip dengan prasasti Ophel di sebuah situs yang kini diyakini sebagai istana Raja Daud. Temuan ini membangkitkan keyakinan bahwa apa yang tertulis di Alkitab ternyata akurat seperti berbagai hal yang tertulis dalam koran. (LEO/LI)

Sumber: Kompas/Daily Mail
Tembikar Kuno Buktikan Kebenaran Kisah dalam Perjanjian Lama
Bengkalis Pos
~ Sebuah pecahan kecil dari tembikar kuno yang ditemukan di Israel modern diyakini dapat mengungkap kehidupan masyarakat pada masa pewahyuan Alkitab. Temuan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintahan era raja Daud dan Salomo benar-benar ada.

Prasasti Ophel, yang diyakini berasal dari abad 10 SM, ditemukan pada bulan Desember 2012. Penemuan ini sempat membingungkan para ahli karena adanya tulisan dengan bahasa yang aneh.

Awalnya para ahli menyangka prasasti itu berisi tulisan dari bahasa Kanaan, kota tempat orang-orang yang dideskripsikan dalam Alkitab hidup yang kini telah menjelma menjadi Israel modern.

Namun, Dr Douglas Petrovich, seorang ahli sejarah Near Eastern dan studi Alkitab, meyakini bahwa tulisan tersebut merupakan bentuk asli dan tertua dari bahasa Ibrani.

Temuan ini menunjukkan jika masyarakat Israel kuno telah berada di Yerusalem jauh lebih awal daripada yang diduga sebelumnya.

"Penutur Ibrani berkuasa atas Yerusalem pada abad 10 SM. Masa ini bertepatan dengan masa pemerintahan Daud dan Salomo seperti yang tertulis dalam Alkitab. Siapa pun mereka, yang pasti mereka telah menuliskan bahasa Ibrani seperti mereka hidup di wilayahnya sendiri," ujar Dr Petrovich seperti yang dikutip oleh Daily Mail, Kamis (1/8/2013).

Jika dugaan Dr Petrovich benar, temuan ini dapat menjadi bukti atas kebenaran Perjanjian Lama dalam Alkitab. Artinya, kisah-kisah dalam Perjanjian Lama merupakan sebuah bentuk catatan sejarah dari kejadian-kejadian nyata dalam kehidupan umat manusia. Temuan ini sekaligus menjatuhkan dugaan bahwa masyarakat kuno Israel baru menuliskan kisah kehidupan mereka beberapa ratus tahun lebih akhir dari usia prasasti.

Penyataan Dr Petrovich menimbulkan kontroversi di kalangan komunitas arkeolog. Israel Finkelstein, seorang arkeolog dari Tel Aviv University, menyatakan jika prasasti Ophel penting untuk mengetahui sejarah awal Israel. Namun, "gagasan romantis" dari Alkitab seharusnya tidak mengaburkan metode ilmiah.

Pada tahun 2008, para arkeolog menemukan sebuah prasasti yang mirip dengan prasasti Ophel di sebuah situs yang kini diyakini sebagai istana Raja Daud. Temuan ini membangkitkan keyakinan bahwa apa yang tertulis di Alkitab ternyata akurat seperti berbagai hal yang tertulis dalam koran. (LEO/LI)

Sumber: Kompas/Daily Mail

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger